Assalamu'alaikum
Menjadi Ibu Profesional, Kebanggaan Keluarga.Itulah materi minggu kedua kelas Matrikulasi Batch 2 Institut Ibu Profesional Bandung. Jadi ibu itu ternyata juga harus profesional, karena ibu lah pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya. Ibu dituntut untuk senantiasa memantaskan diri dengan berbagai ilmu, agar bisa bersungguh-sungguh mengelola keluarga dan mendidik anaknya dengan kualitas yang sangat baik. Timbul pertanyaan dalam diri, sudahkah menjadi ibu yang seperti itu? Hm, diri pribadi merasa sepertinya masih jauuuuuuh sekali dari itu. Masih banyaaaak sekali ilmu yang harus dipelajari untuk bisa dikatakan ibu yang profesional, yang bisa menjadi kebanggaan keluarga.
Menurut komunitas IIP, ada 4 tahapan menjadi Ibu Profesional yaitu: Bunda Sayang - Bunda Cekatan - Bunda Produktif - Bunda Shaleha. Saat ini, sebagai perempuan, peran yang melekat pada diri adalah sebagai makhluk Alloh, individu, bagian masyarakat, anak dari orang tua, istri dari suami, dan ibu dari anak-anak. Dengan banyaknya peran tersebut, perlu adanya peningkatan kualitas diri dalam langkah untuk menjadi ibu profesional.
Ibu profesional adalah kebanggaan keluarganya. Seorang ibu mengemban tugasnya dengan baik jika suami dan anak-anaknya, yang notabene adalah yang paling berhak mendapatkan sosok seorang istri dan ibu yang terbaik bagi mereka, merasa bangga dengan keberadaannya. Jadi, untuk mengetahui indikator apa saja yang menjadi tolak ukur keberhasilan performance seorang ibu, baiknya ditanyakan langsung kepada anak dan suami.
Berkaitan dengan hal tersebut, tugas untuk Nice Home Work #2 adalah menyusun “CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN” sebagai individu, istri, dan ibu dengan syarat SMART (Specific, Measurable, Achievable, Realistic, dan Timebond)
-----
Bismillah..
Sebelum membuat checklist indikator, saya sudah bertanya pada suami, istri seperti apa yang dia harapkan. Jawabnya sih simple, tapi cukup membuat tercenung. Istri yang patuh taat pada suami (kecuali dalam kemaksiatan tentunya). Masih perlu lebih menekan ego nih, hehe. Anak-anak belum bisa ditanya, wong belum bisa lancar berbicara. Paling jawabnya nda neneeeen, mam, sama aemsyu. Jadi, dalam menyusun indikator ini tetap perlu memikirkan hal-hal yang perlu dilakukan dan ditingkatkan dalam menjadi individu, istri, dan ibu yang lebih baik.
Checklist ini rencana dibuat untuk dilakukan selama 2 bulan kedepan (31 Oktober 2016 s.d. 31 Desember 2016) untuk kemudian dievaluasi. Berikut checklist indikator yang sudah disusun:
Alhamdulillah. Semoga kedepannya bisa menjadi individu, istri, dan ibu yang lebih baik, menjadi ibu kebanggaan keluarga. Aamiin.



