Saturday, November 26, 2016

Belajar Menjadi Manajer Keluarga Handal

Alhamdulillah, sudah masuk minggu keenam Kelas Matrikulasi IIP Bandung Batch 2. Minggu ini kita belajar menjadi manajer keluarga handal. Menjadi ibu, dimanapun ranah bekerja yang dipilih, baik ibu rumah tangga maupun ibu bekerja, memerlukan satu syarat yang sama, yaitu harus SELESAI dengan manajemen rumah tangganya karena peran IBU sejatinya adalah seorang manajer keluarga. Maka dari itu, jangan sekedar menjadi IBU, akan tetapi tingkatkan ilmu dan peran, jadilah ahli di bidang manajemen kerumahtanggaan. Jangan sampai terbelenggu dengan rutinitas sehingga lupa untuk meningkatkan kompetensi diri. 

Saya adalah Ibu, Manajer Keluarga Handal (Wanna be).



---

Nice Homework #6

Ada hal-hal yang kadang mengganggu proses kita menemukan peran hidup yaitu RUTINITAS. Menjalankan pekerjaan rutin yang tidak selesai, membuat kita merasa sibuk sehingga kadang tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri. Maka ikutilah tahapan-tahapan sbb :

 Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas yang paling tidak penting
 Waktu anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana?
 Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda, tengok NHW sebelumnya ya, agar selaras.
 Kemudian kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu”, dan patuhi cut off time ( misal anda sudah menuliskan bahwa bersih-bersih rumah itu dari jam 05.00-06.00, maka patuhi waktu tersebut)
 Jangan ijinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian anda.
 Setelah tahap di atas selesai anda tentukan. Buatlah jadwal harian yang paling mudah anda kerjakan. (Contoh kalau saya membuat jadwal rutin saya masukkan di subuh-jam 07.00 – jadwal dinamis ( memperbanyak jam terbang dari jam 7 pagi- 7 malam, setelah jam 7 malam kembali ke aktivitas rutin yang belum selesai, sehingga muncul program 7 to 7)
 Amati selama satu minggu pertama, apakah terlaksana dengan baik? kalau tidak segera revisi, kalau baik, lanjutkan sampai dengan 3 bulan.

SELAMAT MENGERJAKAN

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi IIP/

Bismillah... here we go!

Aktivitas yang paling penting menurut saya antara lain:
  • Beribadah
  • Parenting
  • Pengembangan diri
Sedangkan aktivitas yang paling tidak penting antara lain:
  • Browsing yang tidak produktif di internet dan media social
  • Nonton TV yang isinya gosip dan sinetron
  • Bergosip dengan tetangga

Selama ini masih berusaha menjalankan aktivitas yang penting. Pesan suami, anak adalah prioritas, jadi selain urusan domestik, kebanyakan waktu saya adalah mengurus dan menemani anak-anak saya yang saat ini masih balita 33 bulan dan 13 bulan. Rumah berantakan tidak masalah, asal anak-anak keurus, hehe, pembenaran. 

Selama ini seluruh kegiatan harian bersifat dinamis, menyesuaikan anak-anak, karena jujur jadwal harian mereka masih berantakan. Disini saya merasa perlu memanage waktu lebih baik, membuat jadwal harian sehingga waktu 24 jam sehari saya menjadi lebih produktif. 

Adapun jadwal kegiatan harian yang telah saya susun adalah sebagai berikut:


* Jadwal harian ini akan diujicoba selama 1 minggu kedepan.

Friday, November 18, 2016

Learning how to learn

Assalamu'alaikum

Sudah masuk minggu kelima kelas Matrikulasi IIP Bandung Batch 2, dengan materi tentang BELAJAR BAGAIMANA CARANYA BELAJAR. Hal ini bermanfaat untuk lebih membumikan kurikulum yang telah dibuat sebelumnya di NHW #4 sehingga nantinya memudahkan membuat customized curriculum untuk anak.

Dalam materi dibahas tentang hal yang harus dipersiapkan untuk kita dan anak kita, yaitu belajar yang berbeda, cara belajar yang berbeda, dan semangat belajar yang berbeda. Untuk tugas NHW #5, tidak banyak pertanyaan yang perlu dijawab, hanya satu hal yang harus dilakukan, namun cukup membuat bingung mesti bagaimana. Kita diminta praktek membuat Desain Pembelajaran ala kita, ala saya.

Desain Pembelajaran ini berkaitan dengan kurikulum yang telah dibuat sebelumnya di NHW #4, tentang bagaimana caranya saya belajar dalam mata kuliah yang sudah saya susun. Pertanyaannya, apa itu desain pembelajaran? Dan bagaimana desain pembelajaran ala saya?

Setelah bertanya kepada seorang dosen dan membaca beberapa artikel dari Google.com, desain pembelajaran adalah penyusunan perencanaan pembelajaran yang sesuai dengan konsep pendidikan dan pembelajaran yang dianut dalam kurikulum yang digunakan. Desain pembelajaran ini mencakup tujuan pembelajaran (umum dan khusus), strategi pembelajaran, materi pembelajaran, sumber materi, metode, media dan waktu kegiatan pembelajaran, serta evaluasi pembelajaran. Banyak tenyata komponen cakupan nya ya... *ngelap keringat*

Berangkat dari situ, saya mencoba menyusun desain pembelajaran ala Sarti Ikhsan sebagai berikut:

Tujuan umum : menguasai ilmu manajemen pendidikan anak
Evaluasi : checklist materi
Strategi belajar: membuat dan mengumpulkan resume pelajaran untuk kemudian mempraktekannya.
Sumber materi: buku bacaan, ceramah, seminar/webinar, pelatihan/kursus, dan internet (Pinterest, Instagram, Google, Facebook, dan Youtube).
Media: online (internet) dan offline (buku dan e-book)
Waktu belajar: setiap saat, meluangkan waktu 8 jam dalam sehari

Materi Tujuan Khusus
Fitrah Based Education memaksimalkan potensi terbaik anak
mendidik anak sesuai Al Quran dan Al Hadits
Home Based Education/ Home Schooling mendidik anak sesuai visi misi keluarga
memberikan lingkungan sosial dan suasana belajar yang lebih baik dan menyenangkan
memberikan ruang gerak anak lebih bahagia, ceria, kuat mental, kuat fisik, dan percaya diri
memfasilitasi kebutuhan anak sesuai karakternya
menjadikan anak lebih dekat dengan anggota keluarganya
Pendidikan Anak Usia Dini membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah
mendampingi anak dalam perkembangannya di usia dini (0-7 tahun)
Pendidikan Anak Usia Sekolah membantu anak dalam belajar di sekolah
mendampingi anak dalam perkembangannya di usia sekolah




Saturday, November 12, 2016

My Life Curriculum

Assalamu'alaikum

Alhamdulillah, semakin hari materi matrikulasi IIP Bandung batch 2 semakin "menantang". Semakin membuat untuk melihat diri dan mempertanyakan apa yang telah, sedang dan akan  saya lakukan dalam hidup ini. Pada minggu keempat ini, materi yang dipelajari adalah tentang "Mendidik Dengan Kekuatan Fitrah" yang berkaitan dengan pendidikan anak yang didasarkan pada kekuatan fitrah. Setelah memahami bahwa salah satu alasan melahirkan generasi adalah untuk membangun kembali peradaban dari dalam rumah, maka makin jelas ilmu-ilmu apa saja yang perlu dikuasai seiring dengan misi hidup di muka bumi.



--------

Nice Homework #4

Mari kita lihat kembali Nice Homework #1, apakah sampai hari ini Anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di universitas kehidupan ini? atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?

Saat ini fokus saya adalah sebagai ibu rumah tangga sekaligus membantu pekerjaan suami. Di NHW #1, jurusan yang saya pilih adalah Pendidikan/Mengajar dengan beberapa mata kuliah yang berkaitan dengannya. Sampai saat ini, saya ingin tetap memilih jurusan tersebut, namun karena masih bersifat umum dan luas, saya ingin mempersempit pada Manajemen Pendidikan Keluarga.

Mari kita lihat Nice Homework #2, sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita? Ceklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu ‘memantaskan diri’ setiap saat. Latih dengan keras diri Anda agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.

Setelah dievaluasi, saya masih belum bisa konsisten dalam menjalankan beberapa poin, untuk kedepannya perlu adanya manajemen waktu yang lebih baik serta pembiasaan diri dalam menjalankan checklist. Selama ini checklist digunakan sebagai acuan kegiatan, namun masih belum semuanya klik dalam keseharian.

Baca dan renungkan kembali Nice Homework#3, apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkan bidang yang akan kita kuasai, sehingga peran hidup anda makin terlihat.

Saya dan suami sepakat bahwa keluarga terutama ibu adalah tempat pendidikan pertama dan utama anak. Saat menjalankan checklist, saya merasa semangat saat melakukan kegiatan yang berkaitan dengan anak, terutama saat menyiapkan materi pembelajaran anak, menshare kegiatan anak dan menemaninya belajar sambil bermain. Jadi, secara pribadi saya ingin bisa menjadi seorang educator bagi anak saya sendiri untuk kemudian berbagi dengan sekitar.

Misi hidup : Memberikan motivasi dan ilmu
Bidang : Pendidikan anak
Peran : Educator

Setelah menemukan 3 hal tersebut, susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut.

Untuk menjalankan misi hidup di bidang Pendidikan Anak, maka tahapan ilmu yang harus saya kuasai antara lain:
  • Fitrah based education
  • Home Based Education/Home Schooling
  • Pendidikan Anak Usia Dini 
  • Pendidikan Anak Usia Sekolah
Tetapkan Milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan Misi Hidup

Saya ini saya berusia 32 tahun, mungkin usia yang bisa dibilang tak lagi muda, cukup sulit untuk baru memulai sesuatu. Tapi, tidak ada kata terlambat untuk pembelajaran, jadi bismillah, saya menetapkan KM 0 saya saat ini juga di usia 32 tahun dan akan mulai berkomiten mendedikasikan waktu saya selama 8 jam/hari untuk menuntut ilmu di bidang pendidikan anak, dengan mencari sumber ilmu dan menjalankan praktiknya. Untuk mencapai 10.000 jam terbang, saya membutuhkan waktu sekitar 4 tahun. Rinciannya sebagai berikut:

KM 0 - KM 1 Fitrah Based Education
KM 1 - KM 2 Home Based Education
KM 2 - KM 3 Pendidikan Anak Usia Dini 
KM 3 - KM 4 Pendidikan Anak Usia Sekolah

Seiring perjalanannya fokus ilmu yang akan dipelajari tersebut, saya didampingi oleh ilmu seputar ibu profesional. Di KM 0 – KM 4, fokus saya pada ilmu seputar Bunda Sayang dan Bunda Cekatan, namun juga menggunakan ilmu Bunda Produktif dan Bunda Shalehah.

Koreksi kembali checklist anda di NHW#2, apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.

Checklist di NHW #2 sudah memasukkan kegiatan pembelajaran harian, baik untuk diri maupun untuk anak yang berkaitan dengan ilmu-ilmu di atas. Namun, karena belum secara jelas memasukkan waktu dan kegiatan yang menunjang kurikulum yang telah disusun, maka perlu adanya revisi.  

Lalu... Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan

Alhamdulillah.

Sunday, November 6, 2016

Membangun Peradaban Dari Dalam Rumah - NHW #3


Alhamdulillah, sudah masuk minggu ketiga kelas matrikulasi Institut Ibu Profesional Bandung batch 2. Materi kali ini adalah tentang Membangun Peradaban Dari Dalam Rumah. Dalam materi dijelaskan tentang rumah (orang tua) yang menjadi taman dan gerbang peradaban yang mengantarkan anggota keluarganya menuju peran peradabannya. Tugas utama kita sebagai orang tua adalah mendidik anak-anak sesuai kehendak-Nya, bukan mencetak sesuai dengan keinginan kita. Tugas kita adalah memahami kehendak-Nya. Apa pesan rahasia Alloh menciptakan kita, memasangkan kita dengan pasangan hidup kita, mengamanahi kita dengan anak-anak, menempatkan kita di lingkungan masyarakat. Apa keluarga kita dengan potensi unik produktifnya layak bertahan untuk berada di muka bumi ini


Seperti dua minggu sebelumnya, minggu ini ada nice homework yang harus dikerjakan. NHW #3 ini terasa "susah" dikerjakan karena materinya yang "berat" dan kondisi fisik saat mengerjakan yang kurang fit. Tapi, harus tetap semangat karena diniatkan untuk mencari ilmu dan ridho Alloh.

So, here we go! Bismillah...


Pertama, jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki "alasan kuat" bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda.Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.


Awalnya bingung pas diminta membuat surat cinta ini, bahkan sampai deadline tugas NHW #3 surat belum juga dibuat. Suami sudah tahu tentang tugas ini, dan bilang tidak usah membuat suratnya, tahu kalau istrinya bingung dan riweuh. Hmmm, tugas ini kayaknya lebih pas buat suami, karena suami tipikal yang lebih romantis dan pintar merangkai kata-kata dibanding istri nya ini. Dengan mencuri-curi waktu disaat anak-anak tidur malam, dibuatlah surat itu dan dikirimkan langsung saat surat selesai. Selama membuat, terlintas perjalanan menikah dengan suami. Baik buruk perjalanan pernikahan kami membuatku lebih banyak bersyukur Alloh mempersatukan kami menjadi suami istri.

Reaksi suami setelah membacanya,, lempeeeeng, hahaha. Cuma senyum-senyum terus minta dipeluk, haha. I love you, Mas.. Aku tahu di dalam hatimu ada rasa haru dan bahagia dikasih surat cinta, seharian bawaannya semangat. Kayaknya perlu berkala nih ngasih surat cinta.

Kedua, lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing.


a. Muhammad Alif Naufal Ikhsan (Alif)


Anak pertama yang sudah sangat kami tunggu kehadirannya, setelah dua kali mengalami keguguran karena penyakit TORCH yang saya derita. Selama kehamilan, antibiotik penekan virus dan kontrol rutin ke dsog hampir tak pernah absen. Saat 6 bulan kehamilan, gejala tipes juga menyapa, yang mengharuskan saya untuk bedrest beberapa hari. Alhamdulillah setelah 36 minggu, seorang anak, bayi laki-laki sehat lahir dari rahim saya secara Caesar, yang kemudian kami panggil Alif.

Alif sekarang berusia 33 bulan. Dia anak cerdas dengan fisik mungil namun kuat, aktif lincah dengan energi besar, dan pemberani. Senang menyapa orang-orang yang dia temui, mudah bergaul akrab dengan orang lain, penyayang, peka perasaannya, suka berbagi, mudah belajar hal baru. Sekarang sedang hobi membuang sampah ke tempat sampah, mengelap sendiri air atau susu yang tumpah, memakai pakaian sendiri, dan menyuapi adiknya. Dia anak yang pengertian sejak bayi, meskipun sekarang jadi mudah manja karena cemburu sama adiknya.

He is a lovable kid.

b. Muhammad Zaini Nuril Ikhsan (Zain)


Anak kedua yang memiliki karakter berbeda dengan kakaknya. Sejak hamil, Zain adalah bayi yang kuat. Alif belum genap 2 tahun saat hamil Zain, maka saya meneruskan menyusui saat hamil. Alhamdulillah, tidak ada masalah yang berarti selama itu. Kehamilan berlangsung lancar sampai saat melahirkan. Dilanjutkan dengan tandem nursing menyusui dua anak sampai Alif berusia 25 bulan.

Zain sekarang berusia 12 bulan. Dia anak yang cerdas, fisik yang kuat, hobi makan, berkeinginan kuat, ekspresif. Dia sayang sekali dengan kakaknya meski suka iseng dan nempel banget sama bundanya. Perkembangan Zain terbilang cepat dibanding kakaknya, terutama motorik kasarnya. Saat ini sudah bisa berjalan, bicara beberapa kata seperti Nda, Bapak, Ayah, Mam, Dede, Mas, Nenen. Dia juga lancar dalam mengerjakan dan memainkan permainan stimulasi motorik halus dan kasarnya.

Ketiga, lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, mengapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yg anda miliki.


Saat ini masih terus menggali potensi yang dimiliki diri. Sesuai minat saya, potensi di bidang pendidikan yang sangat ingin dikembangkan. Berusaha mendidik sendiri anak-anak dengan bantuan dan arahan dari suami.


Keempat, lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? Adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?


Lingkungan tempat tinggal adalah lingkungan komplek yang tenang, dengan tetangga yang beragam. Saya dan suami bekerja dari rumah sedangkan anak-anak termasuk yang senang berada di rumah, jadi aktivitas kami kebanyakan di rumah, dan sesekali keluar untuk jalan-jalan atau keliling komplek menyapa tetangga. Tantangan yang ada di depan adalah bagaimana mendidik dan membesarkan anak-anak sesuai fitrahnya.

Kami yakin Allah punya maksud dihadirkan keluarga kami di lingkungan ini. Untuk saat ini belum banyak hal yang kami bisa lakukan untuk lingkungan, karena kami masih belum lama tinggal di tempat tinggal sekarang. Tapi, kami berharap kami bisa mengambil peran membagi ilmu di bidang pendidikan.

Alhamdulillah...

Tips Membuatkan Mainan Untuk Anak

Catatan Kulwap *TIPS MENJADI IBU YANG PERCAYA DIRI TERUTAMA DALAM HAL MEMBUATKAN MAINAN UNTUK ANAK* Pemateri: Bunda Irah 1⃣ *Niat yang...