Catatan Kulwap
*TIPS MENJADI IBU YANG PERCAYA DIRI TERUTAMA DALAM HAL MEMBUATKAN MAINAN UNTUK ANAK*
Pemateri: Bunda Irah
1⃣ *Niat yang baik*
Niatkan dalam hati untuk ikut membersamai si kecil dalam tumbuh kembangnya. Ada banyak niat baik yang bisa bunda tekadkan, seperti:
😇 *Niat mengenalkan keimanan pada Anak*
“saya ingin mengenalkan anak pada Tuhannya melalui mainannya”
Nah kalau udah kayak gini, bunda mana yang bakal minder bikin mainan.
Tapi mainan seperti apa ya Bund?
Pilihlah mainan yang sesuai dengan minat si kecil, mulailah dengan mainan yang murah dan berada di sekitar di kecil. Misal mainan dari alam. Mainan dari alam ini akan membuat anak-anak lebih termotivasi tentang keimanan, sebab nantinya ibu-ibu bisa menceritakan tentang siapa yang menciptakan, bagaimana asal usulnya dll sambil mengajari membuatnya.
😇 *Niat mengalihkan kesenangan anaknya dari gadget dengan dibuatkan mainan sendiri*
Gadget bukanlah barang yang harus dihindari oleh si kecil, karena ada sisi-sisi positif yang memang dimiliki oleh gadget. Tapi masalahnya, sekali si kecil dikenalkan, biasanya ada rasa “ketagihan” yang terus-menerus pada si kecil. Hal ini mungkin dikarenakan si kecil bosan dengan mainan-mainan yang telah ia miliki. Nahhh…jadikan ini niat buat Bunda buat membuat mainan baru.
😇 *Niat membangun bonding (kedekatan) antara ibu dan anak*
Kedekatan dibangun dengan adanya interaksi yang baik. Interaksi seperti apa yang baik dilakukan ayah-bunda kepada anak-anak? yaitu interaksi yang dilakukan saat bermain. Karena bagaimanapun juga, tugas anak yaitu bermain jadi waktunya akan habis untuk bermain, dan disitulah bunda ikut membersamai
2⃣ *Memahami peran Bunda di rumah sebagai sekolah pertama bagi si kecil*
Banyak hal yang harus diajarkan oleh Bunda agar si kecil menjadi pandai dalam hal kemampuan kognitif maupun motoriknya. Salah satu caranya yaitu bunda memberikan pengetahuan sembari bermain. Nah jadikan ini menjadi salah satu motivasi Bunda untuk PD membuat mainan-mainan edukatif bagi si kecil
3⃣ *Hidup secara Sadar*
Sadar kalau sedang hidup, sadar bahwa ditakdirkan sebagai seorang ibu sehingga bersama partner hidupnya (red: suami) harus berusaha mendidik dan membersamai si kecil dengan sebaik-baiknya
4⃣ *Menerima kondisi kita dan berusaha meningkatkan kemampuan*
kalau berkaca dengan ibu-ibu yang sudah kreatif duluan pasti akan minder, lalu senantiasa menganggap diri ini lemah "ah saya kan gak se-kreatif Bunda A, jd maklum kalau anak saya nanti gak bisa sekreatif anak Bunda A". Begitu saja terus-menerus. Padahal jalan terbaik adl dgn merima kondisi bahwa posisinya sekarang sy belum bisa membuat anak-anak mainan sendiri, tp saya akan bisa kok kalau saya belajar, kan bisa lwt buku, youtube dll.
5⃣ *Keteguhan diri (tanpa kepalsuan), tdk hanya jujur pada diri sendiri termasuk juga pada saat berinteraksi dgn orang lain*
Contoh: sedang kumpul dengan ibu-ibu arisan (misalnya) untuk membuat mainan DIY anak-anak, padahal belum bisa, tapi berpura-pura bisa sehingga orang lain menganggap dan mengertinya bahwa kita bisa. Lalu karna khawatir ada pertanyaan sana-sini yang tidak bisa menjawab, akhirnya pertemuan berikutnya dan berikutnya absen. Coba kalau jujur dari awal, bisa sama-sama belajar dan belajar bersama-sama :) PD itu berasal dari perasaan yang nyaman ya, Bunda
6⃣ *Hidup dengan tujuan, terbebas dr opini orang lain*
Contoh: saat kita belajar untuk membuat mainan DIY untuk anak kita, tujuannya adalah belajar, yang semula belum bisa menjadi bisa. Jadi tajamkan tujuan ya Bunda, kalau tujuan uda tajam tdk akan goyah mendapat opini dari luar, misalnya "Halah kok ribet-ribet, kasih gadget aja anak uda anteng kok"
Wednesday, January 10, 2018
Tantangan #11 Fitrah Seksualitas Hari Keenam
Presentasi kelompok 6 adalah tentang membangkitkan fitrah seksual pada anak melalui pendidikan kesehatan organ seksual.
Ketika anak sudah diajarkan untuk memahami fitrah seksualitas, berarti tidak luput kita wajib pula mengajarkan kepada mereka untuk menjaga dan merawat kesehatan dan kebersihan organ seksual anak.
Tantangan yang dihadapi antara lain yaitu sulit untuk melatih toilet training, anak tidak mandiri untuk membersihkan alat kemaluannya, tidak mengetahui perawatan organ reproduksi pada remaja, serta infeksi pada organ reproduksi.
Sebagai solusi, orang tua sebaiknya sudah menanamkan hal yang berkaitan dengan menjaga kebersihan organ seksual sejak anak masih bayi. Beda usia dan beda jenis kelamin, beda pula cara membersihkannya.
Diharapkan dengan menanamkan pengetahuan kesehatan organ seksual sejak dini, anak anak semakin mengenal siapa dirinya, menyadari fitrah dirinya, semakin pula ia menghargai dirinya sendiri, lingkungan, dan pasangannya kelak.
#KuliahBunsayIIP
#FitrahSeksualitas
#Tantangan10Hari
#Level11
Ketika anak sudah diajarkan untuk memahami fitrah seksualitas, berarti tidak luput kita wajib pula mengajarkan kepada mereka untuk menjaga dan merawat kesehatan dan kebersihan organ seksual anak.
Tantangan yang dihadapi antara lain yaitu sulit untuk melatih toilet training, anak tidak mandiri untuk membersihkan alat kemaluannya, tidak mengetahui perawatan organ reproduksi pada remaja, serta infeksi pada organ reproduksi.
Sebagai solusi, orang tua sebaiknya sudah menanamkan hal yang berkaitan dengan menjaga kebersihan organ seksual sejak anak masih bayi. Beda usia dan beda jenis kelamin, beda pula cara membersihkannya.
Diharapkan dengan menanamkan pengetahuan kesehatan organ seksual sejak dini, anak anak semakin mengenal siapa dirinya, menyadari fitrah dirinya, semakin pula ia menghargai dirinya sendiri, lingkungan, dan pasangannya kelak.
#KuliahBunsayIIP
#FitrahSeksualitas
#Tantangan10Hari
#Level11
Tantangan #11 Fitrah Seksualitas Hari Kelima
Presentasi dari kelompok 5 yang terdiri dari teh Farah, teh Sri, dan teh Silvilia membahas tentang Fitrah Seksualitas dan Bahaya Pornografi.
Pornografi adalah penyakit otak yang bahayanya melebihi narkotika, dia merusak 5 syaraf sekaligus. Dampak pornografi tidak hanya merugikan keberlangsungan hidup si anak, ia juga akan merusak tatanan hidup atau fitrah hidup lingkungan sekitarnya. Itulah mengapa fitrah seksualitas anak harus ditingkatkan, agar mereka kuat dan kokoh jika ada hantaman pornografi.
Orang tua diharapkan sadar penuh dan utuh dalam membersamai anak, terutama sebelum ia memasuki masa akil baligh. Orang tua harus terus mencari ilmu serta menjaga komunikasi terjalin baik dengan anak.
#KuliahBunsayIIP
#FitrahSeksualitas
#Tantangan10Hari
#Level11
Pornografi adalah penyakit otak yang bahayanya melebihi narkotika, dia merusak 5 syaraf sekaligus. Dampak pornografi tidak hanya merugikan keberlangsungan hidup si anak, ia juga akan merusak tatanan hidup atau fitrah hidup lingkungan sekitarnya. Itulah mengapa fitrah seksualitas anak harus ditingkatkan, agar mereka kuat dan kokoh jika ada hantaman pornografi.
Orang tua diharapkan sadar penuh dan utuh dalam membersamai anak, terutama sebelum ia memasuki masa akil baligh. Orang tua harus terus mencari ilmu serta menjaga komunikasi terjalin baik dengan anak.
#KuliahBunsayIIP
#FitrahSeksualitas
#Tantangan10Hari
#Level11
Tantangan #11 Fitrah Seksualitas Hari Keempat
Review hari keempat untuk kelompok 4 yang terdiri dari Teh Santi, Teh Arini, Teh Azizah, Teh Maesaroh, dan Teh Nirmala. Pembahasan materi yang dipresentasikan tentang pendidikan mencegah pelecehan dan penyimpangan seksual pada anak.
Untuk membendung penyimpangan dan pelecehan seksual pada anak, kelompok 4 memberikan beberapa solusi, terutama edukasi seksual yang tepat.
Diharapkan orang tua makin "melek" dengan lingkungan sekitar dengan positif dan negatifnya sehingga lebih bijak dan cerdas dalam mendampingi anak mengenali dan mengembangkan fitrah seksualitasnya. Semoga kita semua terhindar dari perilaku kejahatan dan penyimpangan seksual.
#KuliahBunsayIIP
#FitrahSeksualitas
#Tantangan10Hari
#Level11
Ternyata banyak sekali macam-macam penyimpangan seksualitas, mulai yang terdeteksi langsung maupun yang tidak. Banyak juga yang saya pribadi tidak tahu sebelumnya. Sangat mengerikan jika hal-hal tersebut terjadi di lingkungan sekitar kita dan akan berpengaruh pada anak-anak.
Diharapkan orang tua makin "melek" dengan lingkungan sekitar dengan positif dan negatifnya sehingga lebih bijak dan cerdas dalam mendampingi anak mengenali dan mengembangkan fitrah seksualitasnya. Semoga kita semua terhindar dari perilaku kejahatan dan penyimpangan seksual.
#KuliahBunsayIIP
#FitrahSeksualitas
#Tantangan10Hari
#Level11
Monday, January 8, 2018
Tantangan #11 Fitrah Seksualitas Hari Ketiga
Review kelompok 3, yang beranggotakan: Teh Mira, Teh Ami, Teh Marisa, dan Teh Atin yang membahas tentang Pentingnya Membangkitkan Fitrah Seksulitas.
Dari presentasi kelompok ini, tantangan seperti LGBT menjadi hal yang sangat perlu diwaspadai. Apalagi dengan adanya pelegalan hubungan LGBT di beberapa tempat menjadikan hal ini makin perlu dijadikan "musuh" utama para orang tua.
Untuk itu sangat penting untuk membangkitkan fitrah seksualitas sedini mungkin. Perlu adanya pendampingan penuh orang tua agar anak jelas dengan fitrahnya sebagai laki-laki ataupun perempuan. Fondasi pendidikan moral dan agama juga perlu dikuatkan. Pengarahan terhadap informasi yang baik, terutama dari gadget/media online diperlukan agar anak tidak terpengaruh hal-hal buruk.
#KuliahBunsayIIP
#FitrahSeksualitas
#Tantangan10Hari
#Level11
Dari presentasi kelompok ini, tantangan seperti LGBT menjadi hal yang sangat perlu diwaspadai. Apalagi dengan adanya pelegalan hubungan LGBT di beberapa tempat menjadikan hal ini makin perlu dijadikan "musuh" utama para orang tua.
Untuk itu sangat penting untuk membangkitkan fitrah seksualitas sedini mungkin. Perlu adanya pendampingan penuh orang tua agar anak jelas dengan fitrahnya sebagai laki-laki ataupun perempuan. Fondasi pendidikan moral dan agama juga perlu dikuatkan. Pengarahan terhadap informasi yang baik, terutama dari gadget/media online diperlukan agar anak tidak terpengaruh hal-hal buruk.
#KuliahBunsayIIP
#FitrahSeksualitas
#Tantangan10Hari
#Level11
Sunday, January 7, 2018
Tantangan #11 Fitrah Seksualitas Hari Kedua
Kali ini review dibuat untuk presentasi dari kelompok kedua yang beranggotakan: teh Michelle, teh Nia, teh Yulia, dan teh Nur elah. Mereka mengangkat tema pendidikan seksual berdasarkan gender.
Tantangan yang dihadapi orang tua saat memberikan pendidikan seksual yang berkaitan dengan gender antara lain tentang bagaimana cara pengenalan gender pada anak usia dini, cara merawat dan menjaga tubuh, cara menumbuhkan fitrah seksualitas dan menghindari adanya penyimpangan fitrah seksual.
Solusi yang bisa orang tua terapkan adalah mengarahkan kecenderungan seksual anak. Bagaimana agar kecenderungan seksual dalam diri anak mengalir dengan tenang tanpa gangguan eksternal yang dapat menyebabkan melenceng dari perilaku yang lurus, terutama dengan pendidikan moral dan agama.
#KuliahBunsayIIP
#FitrahSeksualitas
#Tantangan10Hari
#Level11
Tantangan yang dihadapi orang tua saat memberikan pendidikan seksual yang berkaitan dengan gender antara lain tentang bagaimana cara pengenalan gender pada anak usia dini, cara merawat dan menjaga tubuh, cara menumbuhkan fitrah seksualitas dan menghindari adanya penyimpangan fitrah seksual.
Solusi yang bisa orang tua terapkan adalah mengarahkan kecenderungan seksual anak. Bagaimana agar kecenderungan seksual dalam diri anak mengalir dengan tenang tanpa gangguan eksternal yang dapat menyebabkan melenceng dari perilaku yang lurus, terutama dengan pendidikan moral dan agama.
#KuliahBunsayIIP
#FitrahSeksualitas
#Tantangan10Hari
#Level11
Friday, January 5, 2018
Tantangan #11 Fitrah Seksualitas Hari Pertama
Ada yang berbeda dengan materi #11 Kuliah Bunda Sayang kali ini. Semua peserta dibagi beberapa kelompok untuk kemudian mendiskusikan materi yang nantinya dipresentasikan per hari dan direview.
Review pertama dari Kelompok 1 yang beranggotakan : Teh Edwina, Teh Elvi, dan Teh Eva. Penampilan yang ditunggu-tunggu karena menjadi pembuka agar kelompok yang lain ada gambaran seperti apa presentasi ini. Keren loh presentasinya. Banyak media dan sarana edukasi tentang pendidikan fitrah seksualitas, terutama untuk anak usia dini.
Sebagai gambaran presentasinya:
Ini contoh salah satu media edukasinya, yaitu poster batasan aurat
Presentasi ini cukup jelas menjawab pertanyaan tentang apa itu fitrah seksualitas dengan memberikan acuan buku dan media yang sudah ada. Kelompok ini juga menjawab dengan baik pertanyaan pada sesi tanya jawab, terutama pertanyaan tentang harus jelasnya informasi yang disampaikan ke anak.
#KuliahBunsayIIP
#FitrahSeksualitas
#Tantangan10Hari
#Level11
Thursday, January 4, 2018
CaKulWap : Me Time Produktif Ibu Pekerja
Me Time Produktif Ibu Pekerja
Zaman sekarang ini wanita bekerja adalah hal yang biasa. Bahkan banyak wanita yang menduduki posisi-posisi strategis yang menuntut wanita total dalam berkarier. Tingkat pendidikan kaum wanita yang setara dengan kaum pria sehingga tingkat kecerdasannya pun sederajat. Jadi sayang jika ilmu yang dimiliki tidak diaplikasikan.
Namun, bagi wanita yang sudah menikah tentu bukan sebuah hal yang mudah berkarier dan berumah tangga. dalam rumah tangga kewajiban mencari nafkah berada di tangan suami, meskipun bukan berarti melarang wanita berkarier. Keputusan seorang istri bekerja tentu dengan banyak pertimbangan dan bukan lagi diniatkan mencari nafkah, bisa dikatakan membantu sang suami.
Seorang ibu memilih bekerja setelah menikah dan memiliki anak-anak adalah keputusan bersama dengan suami. dimana seorang suami harus menyadari keputusan mengizinkan istri bekerja sedikit banyak akan berpengaruh dengan rumah tangga. pembagian peran dan tugas antara suami dan istri dalam mendidik anak-anak pun menjadi perbincangan bersama.
Bagi working mom atau ibu pekerja memilih bekerja diluar rumah bukan hal mudah. Bagaimana seorang ibu harus berkonsentrasi pada pekerjaan tetapi pikiran kadang kala berkelana mengingat anak-anak dirumah. Belum lagi tekanan-tekanan pekerjaan, konflik di tempat kerja, teman-teman yang kadang tidak satu pemikiran, problematika wanita karier kadang sangat mengganggu pikiran ibu pekerja.
Berbagai tekanan di tempat kerja kadang sangat berpengaruh dengan psikologis ibu. Ketika sampai dirumah seorang Ibu melupakan apapun yang terjadi di tempat kerja. Ibu focus dengan keluarga, seabreg pekerjaan rumah tangga, melayani suami, mengurus anak-anak dan menciptakan suasana yang nyama dalam rumah tangga.
Karier lancar keluarga bahagia
Sebagai ibu pekerja dituntut berbuat adil antara karier dan keluarga. Harus bisa menyeimbangkan waktu antara karier dan keluarga. Tidak membawa pekerjaan kantor kerumah agar di rumah seorang ibu total menjadi ibu rumah tangga. Ketika pulang kerumah seoarng ibu harus dalam keadaan bahagia agar anak-anak merasa nyaman dan bahagia bersama ibunya.
Hal ini sangat sulit ya bunda, namun harus dibiasakan karena ini adalah konsekwensi menjadi ibu pekerja. Jangan menjadikan rumah sebagai pelampiasan rasa lelah, rasa kesal di kantor.
Menajeman waktu
Pekerjaan ibu rumah tangga itu tak ada habisnya, belum lagi ditambah pekerjaan kantor. Luar biasa sekali ibu pekerja harus menghandel keduannya dalam 24 jam. Pekerjaan kantor tentu harus dimanajeman di jam kantor saat berada di kantor.
Pekerjaan rumah yang tiada habisnya harus bisa dimenajeman dengan baik. Pagi hari sebelum bekerja seorang ibu pekerja harus membereskan pekerjaan sebelum ke kantor, menyiapkan kebutuhan anak-anak ketika ibu berada dikantor hingga pulang dari kantor.
Malam sebelum istirahat Rencanakan segala kegiatan yang harus dikerjakan di pagi hari sebelum ke kantor, sarapan apa yang akan disiapkan bekal apa yang akan dibawa anak ke sekolah. manajeman waktu dengan baik pilih yang simpel tapi sehat, aman dan nyaman buat semua anggota keluarga.
Me time mana sempat ? ?
Seorang Ibu pekerja dengan pekerjaan yang tiada habis masih sempat kah me time?
Seorang ibu dengan pekerjaan yang luar biasa menguras energi dan emosi pasti akan merasa jenuh, lelah, penat. Jujur kadang saya iri dengan ibu rumah tangga yang bisa bercanda dengan buah hati disore hari. Ah, saya magrib baru masuk rumah...
Manusiawi ya bunda,
Tidak dipungkiri bagi wanita pekerja membagi waktu dengan keluarga itu sudah sulit apalagi mau membagi untuk diri sendiri.
Me time bagi saya itu wajib, karena kalau enggak punya waktu buat me time akhirnya saya jadi ibu yang mudah marah, mulitnya lebar bunda bukan badannya yang lebar lho hehhehhe
Me time sangat berpengaruh dengan psikologis ibu pekerja. Pilihan me time enggak perlu yang memakan banyak waktu. Kalau saya di tempat kerja sering makan bersama teman kerja menjadi me time lho.
Pas jam makan siang pesan makan deliveri sesuai kesukaan lalu makan bersama sembari bercanda dan tertawa bisa jadi me time yang menyenangkan. Lupakan beban kerja lupakan tekanan deadline nikmati.
Jika bunda suka membaca buku bisa juga meluangkan waktu untuk membaca buku di jam istirahat setelah makan siang. Pilihan me time bisa sesuai pasion bunda tentunya.
”Me time asyik itu dengan produktif dan manfaat. Tidak selalu dengan keluar uang. Lebih keren kalau me time menghasilkan uang.”
Me time produktif dan manfaat itu yang bagaimana kir-kira?
Kalau saya memilih me time yang bermanfaat misalkan dengan tidur 30 menit saat pulang kerja. Karena tidur banyak membawa manfaat diantaranya:
1. Meningkatkan produktifitas
2. Meningkatkan daya kerja
3. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
4. Menurunkan stres
“Tidur 30 menit dapat memulihkan kembali hormon yang menurun akibat tidur yang kurang” berdasarkan penelitian dari Uneversite Paris Descartes Sorbonne Paris Cite dr. Brice Faraut.
Me time produktif saya yang lain adalah menulis di malam hari. Saya merasa menulis adalah sebuah me time yang menyenangkan karena dengan menulis saya dapat menceritakan banyak hal yang bermanfaat dan menginspirasi. Menulis juga menghasilkan karya buku-buku yang kelak akan menjadi warisan bagi anak-anak saya. Tulisan saya di buku 33 kisah me time juga salah satu tulisan di waktu me time saya.
Kapan saya menulis? Saya menulis di waktu istirahat saya baik di tempat kerja ataupun saat malam hari ketika anak-anak sudah tidur. Sehingga me time tidak mengganggu jam kerja atau jam kebersamaan saya bersama keluarga.
Me Time Produktif
Berbicara tentang produktif pasti berkaitan dengan bisnis. Padahal tidak selalu demikian, karena produktifitas seorang ibu bermakna luas.
Me time produktif bisa bermakna menhasilkan karya yang bermanfaat untuk anggota keluarga.
Memilih me time dengan berinovasi dengan resep-resep makanan yang baru, menghasilkan makanan yang berbeda untuk keluarga.
Banyak pilihan me time produktif bagi ibu pekerja misalkan menulis di blog, membuat kue untuk anggota keluarga, merajut, atau kegiatan lainsesuai pasion bunda.
Me time dengan komunitas juga asik lho bunda.
Saya memilih beberapa komunitas menjadi salah satu me time. Setiap jumat saya me time bersama ibu-ibu relawan sedekah nasi. Me time yang dilakukan rutin di hari jumat pagi jam 07.00 sampai jam 08.00 on the road membagikan nasi bungkus kepada duafa di jalanan. Ini sangat menyenangkan sekali, selain bertemu dengan teman-teman juga menikmati senyum bahagia para duafa. Belum lagi mendengar doa-doa yang melangit indah sekali bunda.
Hal-hal yang diperhatikan dengan me time:
Bunda, me time hendaknya jangan sampai menggaggu jam kerja jangan menggaggu kebersamaan bunda dengan anggota keluarga.
Pilih me time yang membuat bunda merasa bahagia dengan waktu yang ada.
Ketika pilihan bunda me time keluar rumah jangan lupa izin dengan suami. karena me time akan menyenangkan jika dengan ridho suami.
/Materi Kulwap "Me Time for Mom"
Oleh @ummuarrahma
Monday, January 1, 2018
Target 2018
2018 TARGET
#Sehat menuju langsing#
Indikator: bb maksimal 50kg
#Homeschool Alif dan Zain
Indikator: indikator depdiknas rumahinspirasi
#Output hobby baking dan bebikinan#
Indikator:
Berhasil bebikinan minimal 52 mainan (1 mainan 1 minggu)
Berhasil mencoba minimal 52 resep masakan baru (1 resep 1 minggu)
#Meningkatkan kemampuan komunikasi dan makin sinergis dengan Mas Ikhsan#
Indikator:
Family project minimal 12 kali (1 kali 1 bulan)
Karya tulisan
#Dekor dan belajar Konmari#
Indikator:
Lulus kelas Konmari
Rumah rapi dan teratur, serta nyaman
#Lulus Bunsay IIP#
Indikator: mendapat bukti kelulusan
#Khatam Al Quran#
Indikator:
Berhasil menyelesaikan baca Al Quran dari QS Al Baqarah sd An Naas minimal 1x dalam setahun
Subscribe to:
Posts (Atom)
Tips Membuatkan Mainan Untuk Anak
Catatan Kulwap *TIPS MENJADI IBU YANG PERCAYA DIRI TERUTAMA DALAM HAL MEMBUATKAN MAINAN UNTUK ANAK* Pemateri: Bunda Irah 1⃣ *Niat yang...
-
4 Maret 2017 Day 8 Yey, Alif sudah bisa memakai celana sendiri sampai selesai. Baju atasan masih kesulitan tapi tidak ada rengeka...
-
Kulwap Parenting Pemateri: Adriano Rusfi Waktu: Jumat, 3 Maret 2017 Semua peristiwa yang terjadi dalam kehidupan ini adalah rencana...
-
Day 2 - 24 Maret 2017 Hari ini mulai membuat list dan menyiapkan kebutuhan untuk family project. Alat dan bahan yang dibutuhkan antara ...










