Waah.. Ada yang lagi penasaran dengan isi lemari besar dan barang-barang di meja kerja Ayah..
Selama ini adek Zain dan Alif selalu meminta bantuan Ayah dan Bunda saat menginginkan suatu barang yang ada di lemari besar di ruang tamu. Sebenarnya Alif sudah tahu bagaimana memanfaatkan kursi untuk pijakan agar bisa mencapai rak di lemari besar, meski Bunda tidak pernah mengajarinya. Bukan tidak mau mengajari atau memberi tahu, akan tetapi Bunda khawatir soalnya pintu lemarinya terbuat dari kaca, rawan pecah kalau dipukul. Jadi lebih aman jika anak-anak meminta diambilkan barang ke kami, Ayah dan Bunda. Yah, beberapa kali kecolongan sih, karena ternyata dia bisa membuka pintu lemari tersebut.
Hal ini ternyata menular ke adeknya. Zain suka sekali menaiki benda apapun yang kiranya bisa dia jadikan pijakan. Entah itu kursi pendek, meja, sofa, kotak mainan, bahkan keranjang baju, haha. Kemarin akhirnya dia berhasil membuka pintu lemari besar sendiri tanpa dibantu, tentu dengan pengawasan Bunda.
Tak berbeda dengan lemari besar, meja kerja Ayah yang lumayan tingginya juga menjadi sasaran anak-anak. Biasanya mereka berusaha naik ke kursi kerja Ayah untuk mencapai mejanya yang tinggi. Untuk menjaga agar anak-anak tidak berusaha naik ke meja, Bunda atau Ayah menarik kursi agar jauh dari meja saat tidak menggunakan meja. Ternyata anak-anak punya akal tersendiri, yaitu mendorong si kursi agar mendekat ke meja kemudian naik untuk bisa mencapai atas meja.
#Hari10
#Tantangan10hari
#Level9
#KuliahBunSayIIP
#ThinkCreative
Friday, November 17, 2017
Thursday, November 16, 2017
Berpikir Kreatif - 9
Terdengar teriakan dari kamar tempat anak-anak sedang bermain waktu Bunda sedang mencuci piring di dapur. Ternyata Alif dan Zain sedang berebut mainan block bentuk. Ceritanya Zain yang mengambilnya dari tempat mainan, tapi Alif yang sedang asyik bermain yang lain jadi tertarik melihat adiknya. Terjadilah perebutan mainan yang berujung nangis semua, haha.
Awalnya tidak ada yang mau mengalah sampai akhirnya setelah diskusi singkat, Alif dan Zain mau berbagi mainan. Ternyata mereka sedang membuat bentuk menggunakan block tersebut. Dari bentuk segitiga dan persegi panjang, Alif berkreativitas membuat beberapa bentuk, yaitu panah, rumah, perahu. Dari bentuk lainnya juga dibuat bentuk lainnya. Sedangkan Zain lebih tertarik menyatukan beberapa bentuk untuk kemudian dia pisahkan dengan dipotong. Pretend play memotong buah dan sayur ceritanya.
#Tantangan10hari
#Level9
#KuliahBunSayIIP
#ThinkCreative
Berpikir Kreatif - 8
Insya Allah hari Minggu besok kami sekeluarga akan pindah rumah ke rumah yang baru. Jadi beberapa hari terakhir ini kami, terutama Bunda, disibukkan dengan persiapan pindahan. Otomatis banyak kegiatan yang jadinya tidak bisa terlaksana, salah satunya adalah menyiapkan mainan untuk pembelajaran Alif dan Zain.
Untungnya anak-anak ini ada saja idenya untuk bermain. Pernah suatu ketika Bunda terlihat kelelahan setelah melakukan beberapa pekerjaan. Alif datang menghampiri kemudian bertanya,
A: "Bunda sakit? Sakit perut? Sakit kepala?
B : (berpikir Alif mengajak main dokter-dokteran) "Iya, Bunda butuh dokter"
A : "Ok, ambulance" (ceritanya memanggil ambulance)
Kemudian dia pergi mengambil beberapa benda yang kiranya bisa digunakan sebagai alat kedokteran, karena Bunda belum belikan alat bermain pretend play dokter.
Pertama dia periksa perut, kemudian kepala. Kemudian Bunda disuntik dan disuruh minum obat.
Sebenarnya Bunda heran, selama ini dia jarang sekali dibawa ke rumah sakit. Tetapi sepertinya mengamati apa yang dilakukan dokter. Tambahan dia suka bermain games animals doctor.
Disini Adek Zain sebagai asisten yang tugasnya membantu mengambilkan alat dan mengawasi apa yang dilakukan kakaknya.
#Tantangan10hari
#Level9
#KuliahBunSayIIP
#ThinkCreative
Untungnya anak-anak ini ada saja idenya untuk bermain. Pernah suatu ketika Bunda terlihat kelelahan setelah melakukan beberapa pekerjaan. Alif datang menghampiri kemudian bertanya,
A: "Bunda sakit? Sakit perut? Sakit kepala?
B : (berpikir Alif mengajak main dokter-dokteran) "Iya, Bunda butuh dokter"
A : "Ok, ambulance" (ceritanya memanggil ambulance)
Kemudian dia pergi mengambil beberapa benda yang kiranya bisa digunakan sebagai alat kedokteran, karena Bunda belum belikan alat bermain pretend play dokter.
Pertama dia periksa perut, kemudian kepala. Kemudian Bunda disuntik dan disuruh minum obat.
Sebenarnya Bunda heran, selama ini dia jarang sekali dibawa ke rumah sakit. Tetapi sepertinya mengamati apa yang dilakukan dokter. Tambahan dia suka bermain games animals doctor.
Disini Adek Zain sebagai asisten yang tugasnya membantu mengambilkan alat dan mengawasi apa yang dilakukan kakaknya.
#Tantangan10hari
#Level9
#KuliahBunSayIIP
#ThinkCreative
Tuesday, November 14, 2017
Berpikir Kreatif - 7
Memanfaatkan dough bekas bermain kemarin, hari ini kita membuat oobleck.
Caranya dengan menambahkan air sehingga adonan berubah tekstur menjadi oobleck. Tak lupa ditambahkan pewarna dan mencampur semuanya agar menyerupai warna yang diinginkan, kali ini coklat menyerupai lumpur.
Suka sekali dengan oobleck ini, saat disentuh diangkat kerasa padat keras, tapi beberapa saat kemudian akan lumer dingin dan mengalir di sela jari. Bagus untuk menstimulasi anak agar berani kotor dan mengenal tekstur.
#Tantangan10hari
#Level9
#KuliahBunSayIIP
#ThinkCreative
Berpikir Kreatif - 6
Ingin bermain playdough tapi males beli. Sekalian ingin melatih kreativitas anak-anak, jadi mari membuat DIY dough.
Dengan bahan tepung maizena, sabun Sleek baby, air, dan pewarna makanan, kita buat soap dough yang wangi sabun. Caranya mudah. Pertama campurkan semua bahan selain tepung kemudian tuang ke tepung kemudian uleni adonan. Setelah diuleni sampai tidak lengket, adonan DIY soap dough siap dimainkan.
#Tantangan10hari
#Level9
#KuliahBunSayIIP
#ThinkCreative
Monday, November 13, 2017
Berpikir Kreatif - 5
Dinding rumah penuh sekali dengan coretan si kecil. Meski sudah diberi buku, kertas, papan tulis untuk dia coret-coret, entah mengapa dinding rumah selalu tampak menarik untuk dituju. Apalagi saat anak yang kedua lagi seru-serunya belajar jalan, kemanapun dia pergi selalu tak lepas dari bolpen atau spidol. Semua dinding rumah tak luput dari incarannya. Jika ada dinding yang masih terlihat polos, pasti dia datangi dan dicoret-coretnya. Bunda ga melarang, itu wujud dia belajar ekspresi dan ekplorasi.
Setelah anak-anak sudah jarang bahkan ga pernah coret-coret dinding lagi, Bunda mulai berpikir untuk mengecat dinding rumah. Akan tetapi hal ini masih belum ada persetujuan dari suami, apalagi rumah yang kami tempati masih rumah kontrak, jadi tidak banyak yang bisa kami lakukan.
Gatel ingin menutupi coretan tersebut, terutama di ruang tamu, akhirnya keidean untuk menempel stiker wallpaper sisa makeover meja kemarin. Asyiknya wallpaper ini, dia akan dengan mudah dikelupas saat sudah tidak suka. Dan akhirnya Ayah setuju, tapi hanya untuk di ruang tamu.
Eksekusi dilakukan, dan pengerjaannya jauh lebih mudah dibanding saat mengerjakan makeover meja. Dalam waktu singkat, selesailah penempelan wallpaper di dinding dengan sisa wallpaper yang ada.
Terlihat dinding tampak lebih bagus tanpa coretan.
#Tantangan10hari
#Level9
#KuliahBunSayIIP
#ThinkCreative
Berpikir Kreatif - 4
Melihat meja kerja Ayah yang sudah mulai terlihat rusak dengan banyaknya coretan dan bagian alas meja yang mulai mengelupas, Bunda ingin merubah tampilannya agar lebih nyaman digunakan. Jika dicat ulang, akan memakan waktu dan biaya yang lumayan karena harus meminta tolong jasa tukang, tidak bisa dilakukan sendiri. Opsi lain yang terpikir adalah menggunakan stiker wallpaper yang sekarang banyak digunakan untuk merubah tampilan dinding rumah tanpa effort berlebih. Hanya perlu mengelupas stiker, menempelkannya ke media yang diinginkan kemudian merapikannya. As simple as that.
Cari-cari di toko online, akhirnya terbelilah stiker wallpaper corak kayu berwarna putih. Setelah stiker datang, langsung eksekusi dilakukan. Bunda ukur masing-masing bagian meja untuk mengetahui seberapa banyak keperluan wallpaper. Kemudian mengguntingnya sesuai kebutuhan tersebut. Setelah stiker untuk masing-masing bagian meja dipotong, langkah selanjutnya adalah menempelkannya. Sebelum ditempel, pastikan meja dalam keadaan bersih dari noda minyak agar stiker mudah menempel. Langkah penempelan ini mungkin yang tersulit, karena perlu kehati-hatian dan kesabaran. Jika salah tempel, maka hasilnya akan kurang bagus.
Ayah cukup surprise dan senang melihat meja kerjanya kembali terlihat bagus seperti tampak baru. Kreativitas sederhana menggunakan stiker wallpaper untuk mengubah barang lama dan jelek menjadi tampak baru dan bagus.
#Tantangan10hari
#Level9
#KuliahBunSayIIP
#ThinkCreative
Cari-cari di toko online, akhirnya terbelilah stiker wallpaper corak kayu berwarna putih. Setelah stiker datang, langsung eksekusi dilakukan. Bunda ukur masing-masing bagian meja untuk mengetahui seberapa banyak keperluan wallpaper. Kemudian mengguntingnya sesuai kebutuhan tersebut. Setelah stiker untuk masing-masing bagian meja dipotong, langkah selanjutnya adalah menempelkannya. Sebelum ditempel, pastikan meja dalam keadaan bersih dari noda minyak agar stiker mudah menempel. Langkah penempelan ini mungkin yang tersulit, karena perlu kehati-hatian dan kesabaran. Jika salah tempel, maka hasilnya akan kurang bagus.
Ayah cukup surprise dan senang melihat meja kerjanya kembali terlihat bagus seperti tampak baru. Kreativitas sederhana menggunakan stiker wallpaper untuk mengubah barang lama dan jelek menjadi tampak baru dan bagus.
#Tantangan10hari
#Level9
#KuliahBunSayIIP
#ThinkCreative
Tuesday, November 7, 2017
Berpikir Kreatif - 3
Ingin mengenalkan mainan kekinian yang sedang banyak diminati anak-anak, yaitu slime, namun Bunda ingin mencoba mengajarkan untuk kreatif memanfaatkan bahan yang ada di Rumah.
Dari bahan yang ada di rumah, hari ini Alif dibantu Bunda membuat DIY slime.
Bahan yang kita gunakan antara lain:
Lem kertas bening
Sabun sleek
Baking powder
Pewarna makanan warna biru
Tetes mata
Minyak
Cara membuat :
Masukkan lem kertas 75ml, campurkan dengan 1 sdm sleek baby dan 2 tetes pewarna makanan. Tambahkan 1sdm baking powder dan 10 tetes tetes mata. Aduk rata sampai kental. Tambahkan minyak sampai tidak lengket.
Alif senang sekali selama proses pembuatan. Setelah jadi langsung penasaran ingin memainkannya. Sempat khawatir Alif bakal geli dan tidak mau menyentuh slime nya, karena ini pertama kalinya dia tahu slime. Ternyata kekhawatiran Bunda salah. Dia betah banget main slimenya.
#Tantangan10hari
#Level9
#KuliahBunSayIIP
#ThinkCreative
Monday, November 6, 2017
Berpikir Kreatif - 2
Dengan bahan air, pewarna makanan dan sabun Sleek, Alif dan Zain berkreasi melukis dengan busa gelembung sabun (bubble painting).
Dari hasil bubble painting, kita manfaatkan untuk membuat DIY kartu ucapan ulang tahun. Buat pola lingkaran kemudian gunting tempel di kertas karton putih. Tinggal beri garis dan tulisan. Simple kan.
Sunday, November 5, 2017
Berpikir Kreatif -1
Hari ini Bunda ingin membuat bahan ajar pengenalan buah-buahan yang sempat tertunda yaitu printable buah dalam bahasa Indonesia. Dengan alasan penghematan, Bunda berencana membuat DIY kartu buah tersebut dari printable yang tersedia gratis di internet. Printable yang Bunda gunakan diunduh di website indonesiamontessori.com.
Sayangnya ada beberapa kendala terutama dalam hal mencetak/mengeprint printable dan melapisi kartu printable agar tidak mudah rusak.
Penyebab kendala pertama adalah laptop Bunda yang biasa digunakan untuk mengeprint sedang bermasalah. Laptopnya bisa menyala, akan tetapi tidak bisa digunakan untuk menjalankan aplikasi apapun. Ada laptop lain, yaitu laptop Ayah, tetapi digunakan untuk kerja Ayah dan belum diinstall driver printer yang digunakan ngeprint.
Alhamdulillah kendala pertama bisa teratasi setelah Bunda mengobrol dengan Ayah. Dengan kerelaan, Ayah membantu mencarikan driver printer yang sesuai di internet, mendownload dan menginstallnya di laptop, kemudian membantu mendownload dan mencetak printable kartu buah yang Bunda inginkan.
Kendala kedua, yaitu melapisi kartu printable agar tidak mudah rusak. Jadi setelah printable diprint, kartu buah digunting kemudian sebaiknya dilapisi.
Ada beberapa solusi yang Bunda pikirkan dan bisa digunakan, yaitu antara lain:
1. Melapisi dengan selotip/ lakban bening
2. Melapisi dengan stiker laminasi
3. Melaminating
1. Melapisi dengan selotip/ lakban bening
2. Melapisi dengan stiker laminasi
3. Melaminating
Di antara ketiga opsi, Bunda paling suka dengan opsi ketiga yaitu melaminating kartu buah dengan plastik laminasi. Hal ini dikarenakan hasilnya paling kuat dan tidak perlu menempelkannya ke kardus atau kertas tebal agar kokoh.
Lagi-lagi dengan alasan penghematan, Bunda tidak pergi ke tempat fotokopi untuk melaminating. Jadi, proses laminating ini Bunda lakukan sendiri tanpa mesin laminating seperti yang ada di tempat fotokopi. Untuk proses laminating, Bunda beli plastik laminasi dan menggunakan setrika baju untuk memanaskannya. Hasilnya memang tidak sebagus dan serapi kalau dikerjakan tukang fotokopi, tapi Bunda cukup puas dengan hasilnya.
Yak, inilah kartu buah hasil DIY kali ini. Siap digunakan untuk anak-anak bermain dan belajar.
#Tantangan10hari
#Level9
#KuliahBunSayIIP
#ThinkCreative
#Tantangan10hari
#Level9
#KuliahBunSayIIP
#ThinkCreative
Thursday, November 2, 2017
Sunday, August 20, 2017
Semua Anak Adalah Bintang #2
Kegiatan Alif dan Zain hari ini berkaitan dengan practical life skill dari buku Montessori di Rumah antara lain:
1. Menuang air dari botol ke dua gelas yang identik
2. Menuang air menggunakan dua gelas yang identik
3. Menuang air menggunakan corong
4. Membersihkan tumpahan air
5. Memindahkan air menggunakan Kain/spons
Selama kegiatan ini, Alif dan Zain berlatih berhati-hati saat melakukan kegiatan karena tahu gelas kaca itu rapuh mudah pecah. Dia juga berusaha agar air tidak banyak yang tumpah. Mereka tampak berbinar dan semangat melakukan kegiatan ini. Meskipun sederhana, kegiatan ini banyak manfaatnya, terutama melatih motorik halus.
1. Menuang air dari botol ke dua gelas yang identik
2. Menuang air menggunakan dua gelas yang identik
3. Menuang air menggunakan corong
4. Membersihkan tumpahan air
5. Memindahkan air menggunakan Kain/spons
Selama kegiatan ini, Alif dan Zain berlatih berhati-hati saat melakukan kegiatan karena tahu gelas kaca itu rapuh mudah pecah. Dia juga berusaha agar air tidak banyak yang tumpah. Mereka tampak berbinar dan semangat melakukan kegiatan ini. Meskipun sederhana, kegiatan ini banyak manfaatnya, terutama melatih motorik halus.
Saturday, August 19, 2017
Semua Anak Adalah Bintang #1
Bangun tidur, mainan yang diambil Alif (3,5 tahun) dan Zain (22 bulan) adalah puzzle. Kali ini yang mereka otak atik adalah puzzle bentuk yang merupakan bonus dari waterdoodle board. Puas bermain puzzle, keduanya lalu asyik coret-coret di waterdoodle board.
Bermain puzzle adalah kegiatan yang sepertinya selalu membuat Alif bersemangar. Tiada hari tanpa puzzle, mungkin itu semboyannya dia, hehe. Banyak kegiatan pembelajaran Alif yang akhirnya menggunakan alat peraga berupa puzzle.
Kegiatan coret-coret ini adalah favoritnya Zain. Seluruh tembok di rumah sudah dia beri hiasan coretan. Setiap melihat Ayah, Bunda, atau Alif memegang alat tulis, langsung heboh minta kemudian menggunakannya untuk coret-coret di tembok yang belum terjamah. Sebenarnya sudah diberi kertas buku, dan papan tulis, tapi dia tetap akan kekeuh coret-coret di tembok. Baru kemarin Bunda menemukan mainan waterdoodle board ini dan Zain suka, jadi adek Zain bisa tetap coret-coret sedang Bunda tenang tembok ga tambah ruwet dengan coretan.
Bermain puzzle adalah kegiatan yang sepertinya selalu membuat Alif bersemangar. Tiada hari tanpa puzzle, mungkin itu semboyannya dia, hehe. Banyak kegiatan pembelajaran Alif yang akhirnya menggunakan alat peraga berupa puzzle.
Kegiatan coret-coret ini adalah favoritnya Zain. Seluruh tembok di rumah sudah dia beri hiasan coretan. Setiap melihat Ayah, Bunda, atau Alif memegang alat tulis, langsung heboh minta kemudian menggunakannya untuk coret-coret di tembok yang belum terjamah. Sebenarnya sudah diberi kertas buku, dan papan tulis, tapi dia tetap akan kekeuh coret-coret di tembok. Baru kemarin Bunda menemukan mainan waterdoodle board ini dan Zain suka, jadi adek Zain bisa tetap coret-coret sedang Bunda tenang tembok ga tambah ruwet dengan coretan.
Thursday, August 17, 2017
Materi 7 Semua Anak Adalah Bintang
_Institut Ibu Profesional_
_Kelas Bunda Sayang sesi #7_
*SEMUA ANAK ADALAH BINTANG*
Anak-anak yang terlahir ke dunia merupakan anak-anak pilihan, para juara yang membawa bintangnya masing-masing sejak lahir. Namun setelah mereka lahir, kita, orang dewasa yang diamanahi menjaganya, justru lebih sering “membanding-bandingkan” pribadi anak ini dengan pribadi anak yang lain.
*BANDINGKANLAH ANAK-ANAK KITA DENGAN DIRINYA SENDIRI, BUKAN DENGAN ANAK ORANG LAIN*
Jadi kalimat yang harus sering anda keluarkan adalah,
✅ “ *Apa bedanya kakak 1 tahun yang lalu dengan kakak yang sekarang?*"
bukan dengan kalimat
❌ “Mengapa kamu tidak seperti si A, yang nilai raportnya selalu bagus?”
❌ ”Mengapa kamu tidak seperti adikmu?”
Kita, orang dewasa yang dipercaya untuk melejitkan “ _mental jawara_” anak, justru lebih sering memperlakukan mereka menjadi anak rata-rata, yang harus sama dengan yang lainnya.
*MEMBUAT GUNUNG, BUKAN MERATAKAN LEMBAH*
_Ikan itu jago berenang, jangan habiskan hari-harinya dengan belajar terbang dan berharap terbangnya sepintar burung_
Seringkali kalau ada anak-anak yang tidak menyukai matematika, kita paksakan anak untuk ikut pelajaran tambahan matematika agar nilainya sama dengan anak-anak yang sangat menyukai matematika. Ini namanya meratakan lembah. Anak akan menjadi anak yang rata-rata.
_Burung itu jago terbang, apabila sebagian besar waktunya habis untuk belajar terbang, maka dalam beberapa waktu ia akan menjadi maestro terbang_
Anak yang terlihat berbinar-binar mempelajari sesuatu, kemudian orangtuanya mengijinkan anak tersebut menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mempelajari hal tersebut, maka kita sedang mengijinkan lahirnya maestro baru. Ini namanya membuat gunung. Anak akan memahami misi spesifiknya untuk hidup di muka bumi ini.
*ENJOY, EASY, EXCELLENT, EARN*
Kita sebagai orangtua harus sering melakukan “ *_discovering ability_*” agar anak menemukan dirinya, dengan cara mengajak anak kaya akan wawasan, kaya akan gagasan, dan kaya akan aktivitas.
Sehingga anak dengan cepat menemukan aktivitas yang membuat matanya berbinar-binar(enjoy) tak pernah berhenti untuk mengejar kesempurnaan ilmu seberapapun beratnya (easy)dan menjadi hebat di bidangnya (Excellent).
Setelah ketiga hal tersebut di atas tercapai pasti akan muncul produktivitas dan apreasiasi karya di bidangnya (earn).
*ALLAH TIDAK PERNAH MEMBUAT PRODUK GAGAL*
Tidak ada anak yang bodoh di muka bumi ini, yang ada hanya anak yang tidak mendapatkan kesempatan belajar dari orangtua/guru yang baik, yang senantiasa tak pernah berhenti menuntut ilmu demi anak-anaknya, dan memahami metode yang tepat sesuai dengan gaya belajar anaknya.
*ANAK-ANAK TERLAHIR HEBAT, KITALAH YANG HARUS SELALU MEMANTASKAN DIRI AGAR SELALU LAYAK DI MATA ALLAH, MEMEGANG AMANAH ANAK-ANAK YANG LUAR BIASA*
Salam Ibu Profesional,
/Tim Fasilitator Bunda Sayang/
📚Sumber bacaan
_Septi Peni Wulandani, Semua Anak adalah Bintang, artikel IIP, 2016_
_Abah Rama, Talents Mapping, Jakarta, 2016_
_Dodik Mariyanto, Belajar Cara Belajar, paparan seminar, 2016_
Friday, August 11, 2017
Aliran Rasa Stimulasi Matematika Logis
Sebelum tantangan ini dimulai, anak-anak sudah terlihat cenderung suka dengan kegiatan stimulasi Matematika Logis. Hampir setiap hari mereka minta Bunda menemani atau memfasilitasi keingintahuan mereka, terutama kegiatan yang berkaitan dengan angka dan problem solving puzzle. Dengan adanya tantangan ini Bunda jadi tambah mengerti cara untuk memfasilitasi stimulasi Matematika Logis Dan semangat melakukannya.
Semoga kegiatan stimulasi untuk anak-anak baik stimulasi Bahasa maupun Matematika Logis bisa lebih terarah Dan konsisten ke depannya
Semoga kegiatan stimulasi untuk anak-anak baik stimulasi Bahasa maupun Matematika Logis bisa lebih terarah Dan konsisten ke depannya
Saturday, July 29, 2017
Stimulasi Matematika Logis -10
Kegiatan stimulasi Matematika Logis kali ini antara lain:
1. Bermain bombix, dimana diperlukan kreativitas dan imajinasi untuk menyusun kepingan bombix menjadi sebuah bentuk yang berarti. Kegiatan ini untuk Zain Dan Alif
2. Bermain DIY Hundred board untuk berlatih berhitung 1-100. Board ini hasil diy Bunda yang dibuat dari kardus bekas.
Friday, July 28, 2017
Stimulasi Matematika Logis -9
Kegiatan Alif hari ini adalah latihan menggunting mengikuti pola, mengerjakan maze mencari jalan dan membuat kreasi bentuk akuarium dari kertas.
Untuk latihan menggunting, Bunda siapkan pola gambar dengan pola untuk digunting. Alif lancar untuk pola garis lurus dan bergelombang, sedang untuk pola lancip naik turun dia masih kesulitan.
Alif sukaaa sekali mengerjakan maze mencari jalan. Saat liat gambar maze dia bisa langsung teriak kegirangan dan minta alat tulis. Bahkan jalan ke kamar mandi atau kemanapun dia suka anggap maze. Berbagai pola yang Bunda kerjakan dia bisa dengan mudah kerjakan. Lagi dan lagi.
Awalnya dia kurang semangat membuat akuarium, yang sebenarnya sudah dari kemarin ditawarkan. Tapi saat Bunda ajak menggunting dan menempel dia mau. Printable dan dus Bunda sediakan. Setelah jadi, kami berhitung berapa jumlah ikan, tumbuhan air, mencari ikan mana yang paling besar kecil, warna2nya.
Setelah jadi, akuariumnya dikasih ke adek Zain. Dia suka akuariumnya, langsung dia acak2, hehe. Diambilnya ikan2 dan dilepasnya dari kertas penyangga. Mulai dimainkan dan dihitung.
Kegiatan untuk adek Zain tak banyak terencana, masih suka2 anaknya. Kali ini dia mengambil puzzle shapes kemudian menyusunnya sendiri. Setelahnya mengambil tangram kemudian menumpuknya seperti piramid.
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs
Thursday, July 27, 2017
Stimulasi Matematika Logis -8
Kemarin beli susu pasteurisasi di supermarket, tapi pas dicoba ternyata rasanya sudah asem, basi. Kecewa berat, padahal kemasan masih bagus. Huhu..
Sebelum dibuang, si susu dibuat main dulu aja. Niatnya mau eksperimen susu ajaib. Bahannya susu, pewarna makanan dan sabun cuci piring. Susu dituang di wadah, beri pewarna makanan, kemudian pelan2 sentuhkan cottonbud yang ujungnya diberi sabun ke tetesan pewarna.
Pewarna akan "menyebar" saat disentuh cottonbud. Tadi ada yang rusuh mengaduk pewarnanya, jadi nyampur2 warnanya. Betah main ini sampai warnanya tercampur semua. Anak2 happy
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs
Sebelum dibuang, si susu dibuat main dulu aja. Niatnya mau eksperimen susu ajaib. Bahannya susu, pewarna makanan dan sabun cuci piring. Susu dituang di wadah, beri pewarna makanan, kemudian pelan2 sentuhkan cottonbud yang ujungnya diberi sabun ke tetesan pewarna.
Pewarna akan "menyebar" saat disentuh cottonbud. Tadi ada yang rusuh mengaduk pewarnanya, jadi nyampur2 warnanya. Betah main ini sampai warnanya tercampur semua. Anak2 happy
Kegiatan ini mengenalkan warna Dan urutan dalam melakukannya dalam kaitannya dengan stimulasi Matematika.
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs
Wednesday, July 26, 2017
Stimulasi Matematika Logis -7
Hari ini adek Zain yang masih penasaran dengan puzzle geometri mencoba memainkannya lagi. Alhamdulillah mulai lancar, dia bisa mengenali bentuk dan posisinya dengan tepat.
Alif minta perhatian Bunda, dia mau memperlihatkan kebisaan memasang tangram. Alhamdulillah berhasil, meski sempat kebingungan waktu ada bagian yang salah tempat tapi dia berhasil mengatasi sendiri kebingunganya dan mencari solusinya.
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs
Tuesday, July 25, 2017
Stimulasi Matematika Logis -6
Ada yang belum bisa move on dari puzzle. Alif tetap saja suka minta diambilkan puzzle di lemari rak meskipun setiap hari memainkannya. Jadi semua koleksi puzzle hari ini keluar semua, dimainkan satu persatu.
Alif juga mulai berimajinasi menggunakan Tangram. Pagi ini dia menyusun mobil dengan roda katanya.
Zain mulai sering menunjuk dan menyebutkan angka yang ada di poster dinding.
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs
Alif juga mulai berimajinasi menggunakan Tangram. Pagi ini dia menyusun mobil dengan roda katanya.
Zain mulai sering menunjuk dan menyebutkan angka yang ada di poster dinding.
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs
Monday, July 24, 2017
Stimulasi Matematika Logis -5
Hari ini Alif Zain bermain lempar bola ke dalam keranjang. Keranjang dan tempat melempar bola diberi batas jarak. Rame bener mainnya, banyak bola yang ga masuk keranjang. Selesai lempar bola, kita hitting bola yang berhasil masuk keranjang. Kegiatan bermain in kita lakukan beberapa kali.
Setelah itu kami bermain "kelinci mengambil wortel". Bunda siapkan printable wortel yang dilaminating kemudian ditaruh di lantai. Alif berperan sebagai kelinci, melompat2 kemudian mengambil wortelnya. Setelah selesai kita hitting berapa banyak wortel yang terkumpul. Zain ikut bermain mengambil wortel.
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs
Sunday, July 23, 2017
Stimulasi Matematika Logis -4
Hari ini Bunda siapkan sensori bin dengan tema taman bungaku. Tanah dari beras yang diberi pewarna makanan warna hijau tua dihias dengan gambar printable bunga dan binatang yang biasa hidup di taman. Sebagai aksesoris, Bunda tambahkan tanaman buatan.
Alif dan Zain belajar mengenali apa yang sering dijumpai di taman bunga. Sambil bernyanyi lihat kebunku, kegiatan menjadi lebih seru. Setelah itu, mereka bermain menyendoki beras ke wadah gelas dan mangkok.
Kegiatan ini berguna untuk menstimulasi kemampuan matematika logis, anak-anak berlatih menakar beras dalam sendok, gelas dan mangkok. Selain itu mereka juga melatih kemampuan motorik halus untuk menyendok dan menuang.
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs
Saturday, July 22, 2017
Stimulasi Matematika Logis -3
Kegiatan untuk stimulasi matematika logis anak yang dilakukan hari ini adalah bermain puzzle dan tangram. Puzzle yang dimainkan yaitu puzzle shapes/bentuk bangun datar/geometri serta puzzle numbers/angka 1-10.
Alif dan Zain bergantian memainkannya. Sambil bermain mencocokkan puzzle, Alif menyebutkan apa nama geometri dan angkanya, sedangkan adek Zain berlatih mengenali dan menyebutkannya dengan arahan Bunda.
Alif suka sekali dengan tangram ini. Awalnya Bunda kenalkan dengan tangram DIY yang Bunda buat dari kardus bekas kemudian diwarnai. Sayangnya tangram DIY ini tidak bertahan lama karena sering dimainkan, jadi akhirnya Bunda beli yang dari kayu.
Untuk kali ini, tangram ini dimainkan seperti puzzle. Alif mencoba menyusun tangram sehingga bisa pas mengisi kotaknya. Dari hal ini, Alif belajar mengenai urutan letak dan bentuk-bentuk.
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs
Friday, July 21, 2017
Stimulasi Matematika Logis -2
Untuk kegiatan hari ini Bunda buatkan DIY sorting box untuk Alif dan Zain. Bahannya dari bahan kardus bekas sepatu buat box dan kardus bekas wadah cake buat kartu. Alatnya hanya spidol, cutter dan penggaris. Caranya buatnya mudah. Box sepatu diukur untuk kemudian diberi garis lubang dengan jarak yang sama untuk memasukkan kartu. Bunda buat 11 lubang (kelebihan, harusnya10 lubang). Setelah itu potong2 kardus untuk kartu ukuran 3x3, kemudian beri tulisan dengan spidol permanent. Kali ini temanya number dan shapes jadi Bunda buat kartu angka 1-10 dan berbagai macam bentuk bangun datar.
Saat baru jadi, Zain yang memainkannya. Sekarang2 dia lagi suka mengenali angka 1-10 dan mencoba menyebutkannya. Alhamdulillah sudah bisa meski untuk beberapa angka masih belum jelas pengucapannya. Untuk shapes nya dia belum begitu tertarik, lebih tertarik main puzzle shapes.
Berbeda dengan Alif yang langsung minta shapes lebih dulu baru kemudian setelah bosan minta berbarengan dengan numbers. Tingkat kesulitannya mungkin perlu ditambah untuk Alif.
Berbeda dengan Alif yang langsung minta shapes lebih dulu baru kemudian setelah bosan minta berbarengan dengan numbers. Tingkat kesulitannya mungkin perlu ditambah untuk Alif.
Selanjutnya, kartu klasifikasinya bisa divariasi lagi, jadi sorting warna, gambar-gambar dan huruf.
Kegiatan ini melatih/menstimulasi matematika logis dalam kemampuan mengklasifikasikan benda dan mengenali angka dan bentuk geometri.
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs
Thursday, July 20, 2017
Stimulasi Matematika Logis -1
Hari ini Alif dan Zain membuat kreasi bulan bintang dengan gunting tempel. Bunda siapkan printable gambar domba di bulan yang nantinya akan ditempeli gambar bintang-bintang yang digunting. Untuk Alif bunda persilakan menggunting sendiri gambar bintangnya, sekalian melatih kekuatan jari dan koordinasi otak tangan. Sedangkan untuk Zain, Bunda siapkan gambar bintang-bintang yang sudah digunting dan tinggal ditempelkan.
Setelah selesai menggunting, saatnya menempel. Beri lem yang sudah disiapkan di piring kecil pada gambar kemudian tempel. Tepuk2 sedikit biar nempel, haha. Alif yang biasanya jijik pada cairan lengket kental kali ini terlihat menikmati kegiatan ini. Zain masih suka2 mengelemnya, kadang terbalik memberi lem, dan hampir semua benda yang dia lihat di meja diberi lem. Hadeuh..
Setelah selesai menempelkan semua bintang, Bunda tanya berapa banyak bintang yang tertempel untuk mereka hitung. Alif dapat 13 dan Zain dapat 5. Yey.. Mereka suka memperlihatkan hasil kreasi mereka.
Kegiatan sederhana ini menstimulasi matematika logis untuk mengenali warna, bentuk bintang dan bulan, serta berhitung banyaknya gambar. Mereka juga mengeksplor benda-benda yang mereka sentuh. Selain itu juga melatih kreativitas serta koordinasi tangan dan otak.
Kegiatan selanjutnya adalah matching gambar. Bunda siapkan beberapa printable dan gambar untuk anak-anak gunakan. Untuk Zain Bunda siapkan matching gambar binatang dan bayangannya serta binatang dan "rumah"nya yang sudah diberi garis putus-putus untuk tracing. Untuk Alif juga sama tetapi dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi dimana jumlah binatang lebih banyak dan garis penghubungnya berkelok-kelok. Di sela-sela bermain Bunda bertanya tentang apa nama binatang yang mereka lihat dan berapa banyak jumlah binatangnya.
Kegiatan ini melatih kemampuan matematika logis untuk mengklasifikasikan benda dan berhitung. Kegiatan ini juga melatih koordinasi otak tangan untuk latihan menulis.
Selain kegiatan yang sudah Bunda siapkan, anak-anak juga banyak mengeksplor sekelilingnya. Saat melihat benda maka Alif akan menyebutkan apa bentuk geometrinya. Saat melihat tulisan angka maka Zain akan berusaha menyebutkan angkanya. Saat melihat sejumlah benda maka mereka akan coba menghitungnya.
#Tantangan10Hari#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs
Sunday, July 16, 2017
Materi Stimulasi Matematika Logis
Alhamdulillah. Yeyeye.. Kuliah Bunda Sayang IIP dimulai kembali dengan materi baru.
........
*MENSTIMULUS MATEMATIKA LOGIS PADA ANAK*
Semua anak lahir cerdas, masing-masing diberikan potensi dan keunikan yang menjadi jalan mereka untuk cerdas di bidangnya masing-masing. Dua macam kecerdasan dasar yang memicu munculnya kecerdasan yang lain adalah kecerdasan bahasa dan kecerdasan matematis logis. Dimana di dua kecerdasan ini banyak orangtua yang salah menstimulus, tidak paham tujuannya untuk apa, ingin anak-anaknya segera cepat menguasai dua hal tersebut, sehingga banyak diantara anak-anak BISA menguasai dua kecerdasan tersebut tetapi mereka TIDAK SUKA. Sebagaimana kita ketahui di materi sebelumnya bahwa
" *Membuat anak BISA itu mudah, membuatnya SUKA baru tantangan* "
*MATEMATIKA LOGIS*
Pada dasarnya setiap anak dianugerahi kecerdasan matematika logis. Gardner mendefinisikan kecerdasan matematis logis sebagai _kemampuan penalaran ilmiah, perhitungan secara matematis, berpikir logis, penalaran induktif/deduktif, dan ketajaman pola-pola abstrak serta hubungan-hubungan_.
Dapat diartikan juga sebagai *_kemampuan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kebutuhan matematika sebagai solusinya_*
Menurut Gardner ada kaitan antara kecerdasan matematika logis dan kecerdasan bahasa. Pada kemampuan matematika, anak menganalisa atau menjabarkan alasan logis, serta kemampuan mengkonstruksi solusi dari persoalan yang timbul. Kecerdasan bahasa diperlukan untuk merunutkan dan menjabarkannya dalam bentuk bahasa.
*CIRI-CIRI ANAK DENGAN KECERDASAN MATEMATIKA LOGIS*
a. Anak gemar bereksplorasi untuk memenuhi rasa ingin tahunya seperti menjelajah setiap sudut
b. Mengamati benda-benda yang unik baginya
c. Hobi mengutak-atik benda serta melakukan uji coba
d. Sering bertanya tentang berbagai fenomena dan menuntut penjelasan logis dari tiap pertanyaan yang diajukan.
e. Suka mengklasifikasikan berbagai benda berdasarkan warna, ukuran, jenis dan lain-lain serta gemar berhitung
Yang sering salah kaprah di dunia pendidikan dan keluarga saat ini adalah buru-buru menstimulus matematika logis anak dengan cara memberikan pelajaran berhitung sejak dini. Padahal berhitung adalah bagian kecil dari sekian banyak stimulus yang harus kita berikan ke anak untuk merangsang kecerdasan matematika logisnya.Dan harus diawali dengan berbagai macam tahapan pijakan sebelumnya.
Yang perlu kita pelajari di Ibu Profesional adalah Bagaimana kita merangsang kecerdasan matematis logis anak sejak usia dini? Bagaimana kita menanamkan konsep matematis logis sejak dini? bukan buru-buru mengajarkan kemampuan berhitung ke anak.
*STIMULASI MATEMATIKA LOGIS DI SEKITAR KITA*
*Bermain Pasir*
Dengan bermain pasir anak sesungguhnya belajar estimasi dengan menuang atau menakar yang kelak semua itu ada dalam matematika.
*Bermain di Dapur*
a.Saat berada di dapur, kita bisa mengenalkan konsep klasifikasi dan pengelompokan yang berkaitan dengan konsep logika matematika, misalnya dengan cara anak diminta mengelompokkan sayuran berdasarkan warna.
b. Mengasah kemampuan berhitung dalam pengoperasian bilangan sederhana, misalnya ketika tiga buah apel dimakan satu buah maka sisanya berapa.
c. Membuat bentuk-bentuk geometri melalui potongan sayuran.
d. Membuat kue bersama, selain dapat menambah keakraban dan kehangatan keluarga, anak-anak juga dapat belajar matematika melalui kegiatan menimbang, menakar, menghitung waktu.
*Belajar di Meja Makan*
Saat dimeja makan pun kita bisa mengajarkan pembagian dengan bertanya pada anak, misalnya supaya kita sekeluarga kebagian semua, roti ini kita potong jadi berapa ya? Lalu bila roti sudah dipotong-potong, angkat satu bagian dan tanyakan seberapa bagiankah itu? Hal ini terkait dengan konsep pecahan.
*Belajar Memahami Kuantitas*
a. ketika melihat akuarium, tanyakan berapa jumlah ikan hias di akuarium tersebut?
b.Ketika duduk di depan ruma atau sedang jalan-jalan, tanyakan berapa jumlah sepeda motor yang lewat dalam jangka waktu 1 menit?
*Belajar mengenalkan konsep perbandingan, kecepatan, konsep panjang dan berat*
a. Menanyakan pada anak roti mana yang ukurannya lebih besar, roti bolu atau donat?
b. Mengenalkan dan menanyakan pada anak, mana yang lebih cepat, mobil atau motor?
c. Mengenalkan dan menanyakan ke anak mana yang lebih tinggi pohon kelapa atau pohon jambu?
d. Menanyakan ke anak mana yang lebih berat, tas kakak atau tas adik?
*Kegiatan di Luar Rumah*
a.Mengajak anak berbelanja
ketika kita mengajak anak berbelanja, libatkan ia dalam transaksi sehingga semakin melatih keterampilan pengoperasian seperti penjumlahan dan pengurangan.
b. Bisa juga dengan permainan toko-tokoan atau pasar-pasaran dengan teman-temannya.
c. Kita juga dapat memberikan anak mainan-mainan yang edukatif seperti balok-balok, tiruan bentuk-bentuk geometri dengan dihubungkan dengan benda-benda disekitar mereka Ada bentuk-bentuk geometri seperti segitiga, segiempat, lingkaran, persegi panjang dan lain-lain. Pengenalan bentuk geometri yang baik, akan membuat anak lebih memahami lingkungannya dengan baik. Saat melihat roda mobil misalnya anak akan tahu kalau bentuknya lingkaran, meja bentuknya segiempat, atap rumah segitiga dan sebagainya.
d. Permainan Tradisional
Permainan-permainan tradisional pun dapat merangsang dan meningkatkan kecerdasan matematis logis anak seperti permainan congklak atau dakon sebagai sarana belajar berhitung, permainan patil lele, permainan lompat tali, permainan engklek dll.
e.Belajar Memecahkan Masalah ( problem solving) melalui mainan
Menyusun lego atau bermain puzzle adalah cara agar anak berlatih menghadapi masalah, tetapi bukan masalah sebenarnya, melainkan sebuah permainan yang harus dikerjakan anak. Masalah yang mengasyikkan yang membuat anak tanpa sadar dilatih untuk memecahkan sebuah masalah. Hal ini akan memperkuat kemampuan anak keluar dari masalah. Misalnya ketika sedang menalikan sepatu, anak akan berusaha menggunakan seluruh kemampuannya untuk menyelesaikan hingga tuntas.
Dengan memberikan stimulus-stimulus tersebut diharapkan anak akan menyukai pelajaran matematika karena matematika ternyata ada disekitar mereka dan mereka mengetahui tujuan belajar matematika. Dengan model stimulus ini anak-anak akan paham makna kabataku (kali, bagi, tambah, kurang) sebagai sebuah proses alamiah sehari-hari, bukan deretan angka yang bikin pusing. Mereka jadi paham bahwa :
Menambah ➡ proses menggabungkan
Mengurangi ➡ proses memisahkan
Mengalikan ➡ proses menambah/menjumlahkan secara berulang.
Membagi ➡ proses mengurangi secara berulang.
Tentu hal ini harus didukung dengan pola pengajaran matematika di rumah dan di sekolah yang menyenangkan, kreatif, kontekstual, realistik, menekankan pada proses dan pemahaman anak dan problem solving (pemecahan masalah).
Kreatif dalam mengenalkan dan mengajarkan konsep matematika serta dengan berbagai macam permainan dan alat peraga yang menarik.
Dengan demikian matematika akan menjadi pelajaran yang menyenangkan dan ditunggu-tunggu.
_Salam Ibu Profesional_
/ _Tim Fasilitator Bunda Sayang_/
📚Sumber bacaan:
_Hernowo, Menjadi Guru yang Mampu dan Mau Mengajar dengan Menyenangkan, MLC, 2005_
_Howard Gardner, Multiple Intelligence, Gramedia, 2000_
_Septi Peni Wulandani, Jarimatika, Mudah dan Mneyenangkan, Kawan Pustaka, Agromedia, 2009_
........
*MENSTIMULUS MATEMATIKA LOGIS PADA ANAK*
Semua anak lahir cerdas, masing-masing diberikan potensi dan keunikan yang menjadi jalan mereka untuk cerdas di bidangnya masing-masing. Dua macam kecerdasan dasar yang memicu munculnya kecerdasan yang lain adalah kecerdasan bahasa dan kecerdasan matematis logis. Dimana di dua kecerdasan ini banyak orangtua yang salah menstimulus, tidak paham tujuannya untuk apa, ingin anak-anaknya segera cepat menguasai dua hal tersebut, sehingga banyak diantara anak-anak BISA menguasai dua kecerdasan tersebut tetapi mereka TIDAK SUKA. Sebagaimana kita ketahui di materi sebelumnya bahwa
" *Membuat anak BISA itu mudah, membuatnya SUKA baru tantangan* "
*MATEMATIKA LOGIS*
Pada dasarnya setiap anak dianugerahi kecerdasan matematika logis. Gardner mendefinisikan kecerdasan matematis logis sebagai _kemampuan penalaran ilmiah, perhitungan secara matematis, berpikir logis, penalaran induktif/deduktif, dan ketajaman pola-pola abstrak serta hubungan-hubungan_.
Dapat diartikan juga sebagai *_kemampuan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kebutuhan matematika sebagai solusinya_*
Menurut Gardner ada kaitan antara kecerdasan matematika logis dan kecerdasan bahasa. Pada kemampuan matematika, anak menganalisa atau menjabarkan alasan logis, serta kemampuan mengkonstruksi solusi dari persoalan yang timbul. Kecerdasan bahasa diperlukan untuk merunutkan dan menjabarkannya dalam bentuk bahasa.
*CIRI-CIRI ANAK DENGAN KECERDASAN MATEMATIKA LOGIS*
a. Anak gemar bereksplorasi untuk memenuhi rasa ingin tahunya seperti menjelajah setiap sudut
b. Mengamati benda-benda yang unik baginya
c. Hobi mengutak-atik benda serta melakukan uji coba
d. Sering bertanya tentang berbagai fenomena dan menuntut penjelasan logis dari tiap pertanyaan yang diajukan.
e. Suka mengklasifikasikan berbagai benda berdasarkan warna, ukuran, jenis dan lain-lain serta gemar berhitung
Yang sering salah kaprah di dunia pendidikan dan keluarga saat ini adalah buru-buru menstimulus matematika logis anak dengan cara memberikan pelajaran berhitung sejak dini. Padahal berhitung adalah bagian kecil dari sekian banyak stimulus yang harus kita berikan ke anak untuk merangsang kecerdasan matematika logisnya.Dan harus diawali dengan berbagai macam tahapan pijakan sebelumnya.
Yang perlu kita pelajari di Ibu Profesional adalah Bagaimana kita merangsang kecerdasan matematis logis anak sejak usia dini? Bagaimana kita menanamkan konsep matematis logis sejak dini? bukan buru-buru mengajarkan kemampuan berhitung ke anak.
*STIMULASI MATEMATIKA LOGIS DI SEKITAR KITA*
*Bermain Pasir*
Dengan bermain pasir anak sesungguhnya belajar estimasi dengan menuang atau menakar yang kelak semua itu ada dalam matematika.
*Bermain di Dapur*
a.Saat berada di dapur, kita bisa mengenalkan konsep klasifikasi dan pengelompokan yang berkaitan dengan konsep logika matematika, misalnya dengan cara anak diminta mengelompokkan sayuran berdasarkan warna.
b. Mengasah kemampuan berhitung dalam pengoperasian bilangan sederhana, misalnya ketika tiga buah apel dimakan satu buah maka sisanya berapa.
c. Membuat bentuk-bentuk geometri melalui potongan sayuran.
d. Membuat kue bersama, selain dapat menambah keakraban dan kehangatan keluarga, anak-anak juga dapat belajar matematika melalui kegiatan menimbang, menakar, menghitung waktu.
*Belajar di Meja Makan*
Saat dimeja makan pun kita bisa mengajarkan pembagian dengan bertanya pada anak, misalnya supaya kita sekeluarga kebagian semua, roti ini kita potong jadi berapa ya? Lalu bila roti sudah dipotong-potong, angkat satu bagian dan tanyakan seberapa bagiankah itu? Hal ini terkait dengan konsep pecahan.
*Belajar Memahami Kuantitas*
a. ketika melihat akuarium, tanyakan berapa jumlah ikan hias di akuarium tersebut?
b.Ketika duduk di depan ruma atau sedang jalan-jalan, tanyakan berapa jumlah sepeda motor yang lewat dalam jangka waktu 1 menit?
*Belajar mengenalkan konsep perbandingan, kecepatan, konsep panjang dan berat*
a. Menanyakan pada anak roti mana yang ukurannya lebih besar, roti bolu atau donat?
b. Mengenalkan dan menanyakan pada anak, mana yang lebih cepat, mobil atau motor?
c. Mengenalkan dan menanyakan ke anak mana yang lebih tinggi pohon kelapa atau pohon jambu?
d. Menanyakan ke anak mana yang lebih berat, tas kakak atau tas adik?
*Kegiatan di Luar Rumah*
a.Mengajak anak berbelanja
ketika kita mengajak anak berbelanja, libatkan ia dalam transaksi sehingga semakin melatih keterampilan pengoperasian seperti penjumlahan dan pengurangan.
b. Bisa juga dengan permainan toko-tokoan atau pasar-pasaran dengan teman-temannya.
c. Kita juga dapat memberikan anak mainan-mainan yang edukatif seperti balok-balok, tiruan bentuk-bentuk geometri dengan dihubungkan dengan benda-benda disekitar mereka Ada bentuk-bentuk geometri seperti segitiga, segiempat, lingkaran, persegi panjang dan lain-lain. Pengenalan bentuk geometri yang baik, akan membuat anak lebih memahami lingkungannya dengan baik. Saat melihat roda mobil misalnya anak akan tahu kalau bentuknya lingkaran, meja bentuknya segiempat, atap rumah segitiga dan sebagainya.
d. Permainan Tradisional
Permainan-permainan tradisional pun dapat merangsang dan meningkatkan kecerdasan matematis logis anak seperti permainan congklak atau dakon sebagai sarana belajar berhitung, permainan patil lele, permainan lompat tali, permainan engklek dll.
e.Belajar Memecahkan Masalah ( problem solving) melalui mainan
Menyusun lego atau bermain puzzle adalah cara agar anak berlatih menghadapi masalah, tetapi bukan masalah sebenarnya, melainkan sebuah permainan yang harus dikerjakan anak. Masalah yang mengasyikkan yang membuat anak tanpa sadar dilatih untuk memecahkan sebuah masalah. Hal ini akan memperkuat kemampuan anak keluar dari masalah. Misalnya ketika sedang menalikan sepatu, anak akan berusaha menggunakan seluruh kemampuannya untuk menyelesaikan hingga tuntas.
Dengan memberikan stimulus-stimulus tersebut diharapkan anak akan menyukai pelajaran matematika karena matematika ternyata ada disekitar mereka dan mereka mengetahui tujuan belajar matematika. Dengan model stimulus ini anak-anak akan paham makna kabataku (kali, bagi, tambah, kurang) sebagai sebuah proses alamiah sehari-hari, bukan deretan angka yang bikin pusing. Mereka jadi paham bahwa :
Menambah ➡ proses menggabungkan
Mengurangi ➡ proses memisahkan
Mengalikan ➡ proses menambah/menjumlahkan secara berulang.
Membagi ➡ proses mengurangi secara berulang.
Tentu hal ini harus didukung dengan pola pengajaran matematika di rumah dan di sekolah yang menyenangkan, kreatif, kontekstual, realistik, menekankan pada proses dan pemahaman anak dan problem solving (pemecahan masalah).
Kreatif dalam mengenalkan dan mengajarkan konsep matematika serta dengan berbagai macam permainan dan alat peraga yang menarik.
Dengan demikian matematika akan menjadi pelajaran yang menyenangkan dan ditunggu-tunggu.
_Salam Ibu Profesional_
/ _Tim Fasilitator Bunda Sayang_/
📚Sumber bacaan:
_Hernowo, Menjadi Guru yang Mampu dan Mau Mengajar dengan Menyenangkan, MLC, 2005_
_Howard Gardner, Multiple Intelligence, Gramedia, 2000_
_Septi Peni Wulandani, Jarimatika, Mudah dan Mneyenangkan, Kawan Pustaka, Agromedia, 2009_
Aliran Rasa Stimulasi Membaca
Dulu, saat ditanya apa hobi saya, maka saya akan dengan cepat menjawab "membaca". Buku yang katanya gudang ilmu, jendela dunia, membuat saya jadi mengetahui dan belajar banyak hal. Rasa terpuaskan keingintahuan membuat saya menyukai melakukan aktivitas membaca ini.Tapi entah mengapa sekarang2 ini susah sekali meluangkan waktu untuk melakukan hal yang dulu saya sukai ini. Berbeda dengan suami yang masih suka membaca karena kebutuhan pekerjaan. Kebanyakan yang dibaca yang ada kaitannya dengan bidangnya yaitu IT.
Anak-anak, sejak Alif masih bayi sudah coba saya kenalkan dengan buku. Saya ingin dia menyukai kegiatan membaca buku. Tapi karena sepertinya dia tidak tertarik, kegiatan membaca buku ini tidak saya jadikan kegiatan harian dia. Dan saya akhirnya sadar bahwa saya salah.
Alif tumbuh dengan kemampuan bahasa yang kurang sesuai umurnya, spech delay. Di umurnya yang 3 tahun, belum banyak kata yang keluar darinya. Memang dia termasuk anak yang perkembangannya lambat, terutama motorik kasarnya, misalnya dia baru bisa berjalan sendiri di usia 20 bulan. Banyak hal yang salah dengan pola asuh saya. Selain jarang membacakan buku untuk dia, saya juga bukan tipe orang yang suka ngobrol banyak hal dengan dia, sehingga menambah alasan kekurangannya itu.
Alif banyak belajar bahasa salah satunya berkat gadget. Pengaruh gadget bagi saya bagai 2 mata pisau. Di satu sisi, membantu dia mengembangkan bahasanya dengan tontonan dan aplikasi yang bisa kita saring. Tapi di sisi lain saya khawatir dia "kecanduan" gadget. Saya membutuhkan alat pembelajaran lain, yaitu buku.
Sejak sebelum tantangan ini dimulai, saya sudah mencoba mengenalkan buku, alhamdulillah mereka suka. Tapi saya terbantu sekali dengan adanya tantangan ini. Saya jadi termotivasi untuk lebih banyak menyediakan variasi buku untuk mereka baca. Suami jadi lebih memaklumi kalau istrinya beli buku-buku untuk menambah koleksi. Dengan tantangan ini, jadi ada waktu tertentu untuk membaca buku, meski akhirnya kebanyakan waktu adalah untuk membacakan buku anak-anak.
Semoga kedepannya kami sekeluarga bisa menjadikan buku teman kami, membuka pintu untuk ilmu yang bermanfaat bagi kami di dunia dan akhirat.
Sunday, June 18, 2017
Stimulasi Membaca (10)
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThisChangeIMustChangeFirst
Saturday, June 17, 2017
Stimulasi Membaca (9)
Hari ini yang berhasil selesai membaca buku baru hanya Alif, dibantu Bunda. Dia membaca 2 buku yaitu Rusty's Train Ride dari seri Farmyard Tales dan S-Z Picture Dictionary.
Di antara kami berempat, cabang punya Alif lah yang paling rimbun. Disusul Zain, sedang Ayah dan Bunda baru 1-2 buku yang selesai dibaca. Meski Ayah dan Bunda masih banyak kekurangan, tapi kami senang anak2 mulai menyukai membaca buku. Dari yang awalnya mereka tak begitu tertarik melihat tumpukan buku yang kami sediakan, sekarang mereka suka tiba2 membawa buku dan meminta kami membacakannya.
Di antara kami berempat, cabang punya Alif lah yang paling rimbun. Disusul Zain, sedang Ayah dan Bunda baru 1-2 buku yang selesai dibaca. Meski Ayah dan Bunda masih banyak kekurangan, tapi kami senang anak2 mulai menyukai membaca buku. Dari yang awalnya mereka tak begitu tertarik melihat tumpukan buku yang kami sediakan, sekarang mereka suka tiba2 membawa buku dan meminta kami membacakannya.
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst
Friday, June 16, 2017
Stimulasi Membaca (8)
Hari ini anak2 tidur dari pagi sampai aore, karena tadi malam kebangun jam 12 malam sampai subuh. Alif ikutan puasa katanya.
Buku yang dibaca hari ini yaitu:
- Good habbit, board book berisi gambar2 kebiasaan baik yang sebaiknya dimiliki setiap orang
- Busy book Alif Naufal, hasil diy Bunda waktu Alif usia 1,5 tahun. Isinya pengenalan binatang dengan pengenalan practical life.
- Bunda Sayang, tentang ilmu dasar mendidik anak dari IIP
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst
Thursday, June 15, 2017
Stimulasi Membaca (7)
Hari ini nambah 1 buku yang dibaca oleh Alif dan Zain yaitu, Seri Anak Hebat- Aku Bilang Assalamualaikum. Selain itu mereka juga mengulang membaca Seri Anak Hebat yang lain, Aku Bilang Alhamdulillah dan Aku Bilang Masya Allah.
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst
Tuesday, June 13, 2017
Stimulasi Membaca (6)
Update kegiatan membaca hari ini:
Untuk anak2, Alif dan Zaini, ada 2 buku dari seri anak hebat yaitu Aku Bilang Alhamdulillah dan Aku bilang Masya Allah yang Bunda bacakan untuk mereka.
Untuk Bunda, sedang membaca buku Bunda Sayang dari IIP, namun belum selesai.
Monday, June 12, 2017
Stimulasi Membaca (5)
Semua orang rumah sedang tidak enak badan, jadi hari ini tidak banyak aktivitas yang dilakukan. Hampir seharian kami beristirahat di tenpat tidur. Hal ini juga berpengaruh ke aktivitas membaca buku.
Hari ini tidak ada buku yang kami baca baik bersama maupun sendiri. Semoga besok kami bisa kembali fit dan kembali beraktivitas seperti biasa.
Hari ini tidak ada buku yang kami baca baik bersama maupun sendiri. Semoga besok kami bisa kembali fit dan kembali beraktivitas seperti biasa.
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst
Sunday, June 11, 2017
Stimulasi Membaca (4)
Senang liat Alif dan Zain mulai suka membaca buku. Saat mereka memegang buku, mereka akan asyik pura2 "membaca". Paling suka dengan boardbook yang gambarnya mereka kenali, hehe.
Hari ini ada beberapa buku yang selesai kami baca, yaitu antara lain:
#Alif
1. The Alphabet, board book tentang alfabet A-Z
2. Liburan Terbaik dari Rabbit Hole, bercerita tentang liburan di Indonesia, yaitu ke Jailolo dan Toraja.
3. Hmmm dari Rabbit Hole, sebuah sensory book tentang emosi
4. Bella dan Balon Merah dari Rabbit Hole, bercerita tentang Bella yang diberi hadiah balon saat ulang tahunnya.
#Zain
1. The Alphabet
2. Hmmm
#Ayah
1. SASS, tentang CSS
#Bunda
1. Rumah Main Anak oleh Julia Sarah Rangkuti, berisi ide2 bermain bersama anak untuk usia 0-3 tahun
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst
Subscribe to:
Posts (Atom)
Tips Membuatkan Mainan Untuk Anak
Catatan Kulwap *TIPS MENJADI IBU YANG PERCAYA DIRI TERUTAMA DALAM HAL MEMBUATKAN MAINAN UNTUK ANAK* Pemateri: Bunda Irah 1⃣ *Niat yang...
-
4 Maret 2017 Day 8 Yey, Alif sudah bisa memakai celana sendiri sampai selesai. Baju atasan masih kesulitan tapi tidak ada rengeka...
-
Kulwap Parenting Pemateri: Adriano Rusfi Waktu: Jumat, 3 Maret 2017 Semua peristiwa yang terjadi dalam kehidupan ini adalah rencana...
-
Day 2 - 24 Maret 2017 Hari ini mulai membuat list dan menyiapkan kebutuhan untuk family project. Alat dan bahan yang dibutuhkan antara ...

















































