Tuesday, February 28, 2017

Bisa karena Biasa

28 Februari 2017
Day 4



Bunda senang karena hari ini nafsu makan anak2 lumayan bagus, alhamdulillah. Sarapan pagi Alif dan Zain tidak dalam waktu bersamaan karena bangun paginya duluan Zain. Zain cenderung lahap makan sendiri sarapan buahnya. Sedangkan oatmilknya cuma dilirik. Akhirnya Bunda bantu suap oatmilknya dengan disiapkan di sendok, masuk mulutnya sama Zain. Alif makan sendiri pancakenya beberapa suap, lanjut minta brownies kukus yang dengan senang hati dia makan sendiri. Buah potong dianggurin, jus buah diminum sendiri. 

Makan siang mau makan sendiri beberapa suap, lanjut minta disuapin baik Alif maupun Zain. Begitu juga makan malam.. Ngemil, minum air putih dan susu ok, mereka mau sendiri.

Peer banget di makan besar. Untuk Alif karena sudah 3 tahun dan sudah banyak maunya jadi harus benar2 dimotivasi agar mau makan sendiri. Untuk Zain semoga karena baru 1 tahun bisa lebih mudah melatihnya. Bisa karena biasa. Pelan-pelan dan kontinu harus dibiasakan, tapi tidak boleh dipaksa agar tidak trauma makan. Semangat, Bunda :*

#Level2
#KuliahBunsayIIP
#MelatihKemandirian

Monday, February 27, 2017

Semua membutuhkan proses

27 Februari 2017
Day 3



Catatan latihan makan sendiri hari ini:

Alif
Hari ini tidak ada kemajuan yang berarti, justru ada kemunduran untuk latihan kemandirian makan besar. Hiks.. Alif menolak makan pagi, hanya mau jus buah. Ngemil dan susu ok, mau minta dan makan minum sendiri. Makan siang dan makan malam mau makan karena disuapin.

Zain
Sama seperti Mas Alif kakaknya, hari ini Zain tidak mau makan besar sendiri. Mau makan karena disuapi. Makan buah, cemilan, jus, dan susu sendiri dan lebih rapi dibanding kemarin. 

Semoga besok ada kemajuan yang berarti. Tetap sabar dan konsisten melatih kemandirian anak-anak. Semua hal membutuhkan proses.

#Level2
#KuliahBunsayIIP
#MelatihKemandirian

Sunday, February 26, 2017

Latihan Makan Sendiri

26 Februari 2017
Day 2



Catatan latihan makan sendiri hari ini:

Alif
Sudah mulai kelihatan ada usaha untuk makan sendiri saat makan besar meskipun ogah-ogahan bersentuhan langsung dengan nasi. Masih perlu usaha ekstra meyakinkan dia untuk makan nasi sendiri. Masih perlu bantuan untuk mengarahkan dia agar fokus menyendok makanan yang akan masuk ke mulut. Perlu disiplin menetapkan waktu makan besar.
Makan cemilan kue, buah, jus, susu, dan air putih ok dan rapi. Dia cenderung meminta sendiri saat mau makan cemilan dan minum, jadi tidak ada kesulitan untuk melakukannya sendiri. 

Zain
Mau makan sendiri saat makan besar tapi hanya berlangsung sebentar, tidak sampai selesai. Akhirnya Bunda bantu arahkan untuk memakan makanannya. Masih perlu sering diingatkan untuk makan duduk tenang di kursinya sendiri.
Makan cemilan kue, buah, jus, susu, dan air putih sudah bisa namun masih agak berantakan. Perlu sering dilatih agar bisa lebih rapi.

Hari ini diingatkan lagi oleh suami agar tidak terlalu memaksakan anak agar bisa makan sendiri, semua hal butuh proses dan perlu dilakukan dengan senang hati. Makan sendiri itu menyenangkan.



#Level2
#KuliahBunsayIIP
#MelatihKemandirian

Saturday, February 25, 2017

Melatih Kemandirian Anak

Alhamdulillah... Minggu ini mendapat tantangan baru lagi dari Kuliah Bunda Sayang IIP. Tantangannya adalah melatih kemandirian anak (bagi saya yang sudah memiliki anak) dan membuat portofolionya selama 10 hari.

Saya dikaruniai 2 orang anak laki-laki Alif (37 bulan) dan Zain (16 bulan) yang masih banyak peer kemandirian. Salah saya yang belum bisa konsisten melatih kemandirian mereka. Semoga dengan tantangan ini saya bisa lebih konsisten melatih mereka sehingga menjadi lebih mandiri.

Hal pertama yang saya ingin mereka latih adalah makan sendiri. Alif sebenarnya sudah coba saya latih makan sendiri sejak awal MPASI, tapi karena saya yang belum bisa konsisten serta mengejar bb dia yang iriiiiit banget sehingga dia sering saya suapin dan dia jadi terbiasa begitu. My bad... Kalau Zain lebih tertarik makan sendiri, tapi masih suka saya suapin juga karena saya yang kurang sabar liat berantakan. My bad, again... Bismillah..
-----
25 Februari 2017
Day 1


Beberapa hal yang saya coba terapkan dalam melatih anak-anak makan sendiri antara lain:
- Makan minum HARUS duduk
- Batas waktu makan maksimal 30 menit
- Cuci tangan sebelum dan sesudah makan
- Mengucap basmallah sebelum makan dan hamdallah sesudah makan
- Makan dengan tangan kanan

Latihan makan sendiri hari ini saya coba lakukan untuk setiap waktu makan. Butuh usaha ekstra untuk meyakinkan Alif agar mau makan sendiri, saya tunggu, ingatkan dan arahkan agar dia mau fokus memakan makanannya. Dan akhirnya dia mau makan sendiri beberapa suap waktu makan pagi dan siang, lanjut mogok makan, sampai akhirnya saya bantu suapin. Cemilan kue dan buah ok, mau makan sendiri sampai selesai. Makan malam gagal, dia lebih tertarik minum sendiri dibanding makan, haha, jadi akhirnya disuapin agar mau makan.

Untuk Zain lebih lancar, dia antusias memakan makanannya sampai selesai saat makan malam. Makan pagi dan siang masih ogah-ogahan, cuma mau makan sedikit. Cemilan kue dan buah ok. Saya masih menunggu dan membantu selama waktu makan.

Semoga besok lebih baik lagi. Sering2 mengingatkan diri bahwa hal ini tidak bisa instan, tapi membutuhkan proses yang berkesinambungan. Tetap berlatih dan gunakan komunikasi produktif yang membangun motivasi agar anak mau berusaha bersama menjadi lebih mandiri.

#Level2
#KuliahBunSayIIP
#melatihkemandirian

Saturday, February 18, 2017

Energi Cinta Ayah Bunda untuk Buah Hati

Kuliah online whatsapp
Sharing Parenting Online
Narasumber: R. Ela Layla Mardiyah
Hari/Tanggal: Jumat/ 17 Februari 2017
Pukul 19.00 sd 21.00 WIB

*๐Ÿ’•ENERGI CINTA AYAH BUNDA UNTUK BUAH HATI๐Ÿ’•*

Ayah Bunda, Saudaraku semua... Ketika seseorang merasakan, menyelami dan memaknai sesuatu, anugerah cintalah yang akan ia rasakan. _*Ketika kita sedang dilanda cinta, segala sesuatu menjadi lebih menyentuh perasaan*_. Ini bagi segenap cinta. Cinta kepada anak-anak dan pasangan (suami-istri), Cinta kepada perjuangan bagi kebenaran dan keadilan. Dan cinta kepada Yang Maha Mencintai, yang dengan mencintaiNya menjadi indah dan sempurnalah segala cinta. “My mercy encompasses all things …”. Kasih sayangKu meliputi segala sesuatu … (QS 7:156).

Oleh karena itu, hanya dengan cinta lah segala sesuatu akan terasa lebih ringan, lebih mudah, lebih tenang dalam menjalani kehidupan. Dan sumber enegi Cinta yang pertama dan Utama adalah Allah SWT Mang Maha Mencintai, yang menanamkan cinta ke dalam jiwa-jiwa manusia sesuai dengan yang Allah kehendaki.

Dalam hal ini, mari kita selami, kita maknai, kita rasakan bersama bagaimana kehadiran buah hati kita dengan mengenali, siapakah Anak kita?...

*Mengenali Buah Hati kita*

๐Ÿ‘ถ๐Ÿป Anak adalah Anugrah atau penghargaan yang Allah berikan kepada pasangan yang dikehendaki-Nya.
๐Ÿ‘ถ๐Ÿป Anak adalah Amanah atau titipan dari Allah SWT untuk kita asuh dan didik sesuai yang Allah kehendaki.
Apa yg Allah kehendaki?
๐Ÿ‘ถ๐Ÿป Apa yang terdapat pada diri Anak?
Pertama kali yang Allah bentuk pada penciptaan manusia adalah 'Otak', yang terdiri dari ribuan trilyun sambungan syaraf yang akan mempengaruhi tumbuh kembang fisik, pikir, dan mentalnya.

*Bagaimana dengan pertumbuhan otak tersebut?*

*Keajaiban Otak*๐Ÿ‘‡๐Ÿผ

* pada usia 8 bulan, otak bayi memiliki sekitar 1000 trilyun sambungan saraf.
*pada usia 10 tahun, jumlah itu berkurang menjadi hanya 500 trilyun atau kurang dari itu
*pengalaman2 oada usia dini berdampak terhadap penurunan jumlah sambungan syaraf. Otak bekerja atas dasar "Gunakan! Kalau tidak, hilang!"
* anak-anak yang terabaikan , jarang disentuh atau diajak bicara, sedikit berkesempatan menjelajah atau bereksperimen denga mainan, memiliki otang yang ukurannya 20%-30% lebih becil dari abak seusianya oada umumnya.
* para ahli ilmu syaraf telah menegaskan bahwa derap pertumbuhan terbesar otak mencapai 'akhirnya' sekitar usia 10 tahun. (A Child Brain-Majalah Time)
* 50% kemampuan belajar dikembangkan dalam 4 tahun pertama kehidupan, 30% lagi sampai usia 8 tahun. Dan 20% sisanya pada usia 18 tahun.
*setelah usia 18 tahun, segala yang kita pelajari kemuadian berkembang dari pola-pola yang dibakukan pada tahun-tahun sebelumnya (4 tahun pertama, 4 tahun kedua, hingga usia 18 tahun).

Oleh karena itu jika saat ini di antara Ayah Bunda yang masih memiliki putra/putri yang masih dalam kandungan atau masih balita, mulailah dengan menjaganya. Hati-hatilah dengan suara keras yang mengejutkan, ia akan memutus banyak sambungan saraf otak, dan bagaimana jika itu adalah suara bentakan dari orang tua? Selain banyak sambungan saraf yg terputus, tapi bentakan itu akan melukai hatinya, sehingga membutuhkan waktu yg sangat panjang utk menyambungkannya kembali.

๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ

*Sumber Energi dalam keluarga :*

1. Melibatkan Allah

2. Komunikasi yang harmonis dalam keluaraga.

3. Menghadirkan tokoh dalam mendidik Anak sebagai teladan bagi kehidupannya.

* tokoh pemimpin-pemimpin Khalifah
* tokoh Shahabiyah
* tokoh Ulama
* tokoh Pertama Utama Rasulullah SAW
๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ

*1. Melibatkan Allah dalam pendidikan keluarga*

Melibatkan Allah atau menghadirkan Allah adalah sumber energi Utama yang harus ada dalam pendidikan keluarga. Karena Allah-lah sumber energi Cinta. Cinta Allah meliputi Rahmat (Kasih sayang)Nya. Dan karena Rahmat-Nya lah hamba-hamba terpilih dapat menempati surga-Nya yang penuh dgn kenikmatan.

*๐Ÿ•Œ1. Bangunlah mesjid dalam rumah*

Dalam hal ini, khususkan tempat untuk bermunajat kepada Allah SWT yang bisa digunakan untuk sholat berjamaah bersama seluruh keluarga.
Setiap kali Rasulullah SAW berkunjung ke rumah para sahabat, beliau selalu bertanya, "Di manakah tempat sholatmu? Aku ingin duduk di sana...."
Ayah Bunda,.... sudah siapkah jika kita suatu saat dikunjungi oleh Rasulullah SAW? ....sudah disiapkan tempatnya๐Ÿ˜

*๐Ÿ“–2. Berinteraksi dengan Al Qur'an.*

Libatkan buah hati kita dalam aktifitas kebersamaan dalam tilawah, tadabur, maupun kegiatan menghafal ayat/surah. Karena al Qur'an adalah ruh bagi orang-orang yang beriman dalam meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.
*Sangat dianjurkan untuk sennatiasa menjaga wudlu. Karena itu sangat disukai Allah SWT (Innallaaha yuhibbul mutathohhiriin)*

*2. Komunikasi yang harmonis dalam keluarga*

Diawali dgn komunikasi yg harmonis pasangan Ayah dan Bunda, maka akan berdampak pada komunikasi Empatik dan Efektif dengan buah hati.
Keharmonisan Ayah Bunda akan dirasakan oleh buah hati yg berdampak pada ketenangan jiwanya.

*3. Menghadirkan tokoh dalam mendidik Anak sebagai teladan bagi kehidupannya*

Dalam hal ini akan kita bahas 2 tokoh saja ya๐Ÿ˜Š

*1. Tokoh Ulama*

*ULAMA*...Mereka bukan nabi, bukan sahabat, tapi punya kedudukan yang spesial di mata Allah dan RasulNya.

* Ulama adalah kelompok manusia yg paling punya rasa takut hanya kpd Allah SWT
*Allah juga menjanjikan akan mengangkat derajat kaum alim ini lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok manusia yang lain
* Sabda Rasulullah SAW bahwa perbandingan ulama dengan manusia lain adalah ibarat bulan purnama dengan bintang gemintang yang kecil cahayanya di malam nan cerah.
*Ulama juga ditahbiskan oleh Rasulullah SAW. sebagai pewaris para Nabi.
*Ulama yang taat pada Allah kelak juga diberikan ‘fasilitas’ istimewa di Hari Kiamat, bisa memberikan syafaat.

Berikut ini adalah lima habit yang luar biasa dari Ulama yang patut dijadikan cermin bagi kita semua dan generasi kita.

*1. Pemburu Ilmu*

Mereka memahami bahwa ilmu adalah pilar dien ini. Ilmu adalah syarat untuk mendapatkan kesuksesan dunia apalagi akhirat. Imam an-Nawawi berucap, “Siapa yang ingin mendapatkan bagian dunia maka wajib atasnya ilmu, siapa yang ingin mendapatkan akhirat maka wajib atasnya ilmu, dan siapa yang menginginkan keduanya wajib atasnya ilmu.”

Inilah contoh kesungguhan para ulama dalam memburu ilmu.

Seorang alim bernama Ibnu Thahir al-Maqdisy? Beliau berkata : "Aku dua kali kencing darah dalam menuntut ilmu hadits, sekali di Baghdad dan sekali di Mekkah. Aku berjalan bertelanjang kaki di panas terik matahari dan tidak berkendaraan dalam menuntut ilmu hadits sambil memanggul kitab-kitab di punggungku."


Mengantuk di majlis ilmu? Bagaimana dengan resep Ibnu Jahm dlm mengatasi rasa kantuknya? ...beliau justru membaca buku manakala merasakan kantuk, dan itu kemudian menghilangkan rasa kantuknya sama sekali.

Ketika kita malas mengeluarkan uang untuk meraih ilmu, atau Malas membeli buku, atau enggan keluar uang untuk ongkos berangkat ke majlis ilmu.....ingatlah seorang alim bernama Al-Hafidz Abul ‘Alaa a-Hamadzaaniy menjual rumahnya seharga 60 dinar untuk ‘hanya’ untuk membeli kitab-kitab Ibnul Jawaaliiqy.

Dan salah satu Ulama kita, beliau selalu mendawamkan setiap kali sebelum berinteraksi dengan buku-buku atau kitab-kitab, beliau selalu mandi atau berwudlu terlebih dahulu dengan menggunakan pakaian yg rapi dan wangi, sebagai wujud penghormatan kepada penulis dari kitab yang akan beliau pelajari.


*2. Giat Dalam Beribadah*

Para ulama adalah sosok yang begitu lekat dengan amal ibadah, baik yang fardhu maupun yang sunnah. Misalnya dalam kewajiban yang sederhana, *shalat berjamaah*:

๐Ÿ”นSeorang ulama bernama Said bin Abdul Aziz selalu menangis jika ketinggalan shalat berjama’ah.
๐Ÿ”นSeorang ulama bernama Sa’id ibn al-Musayyab selama empat puluh tahun selalu mengerjakan shalat di masjid.
๐Ÿ”นSeorang ulama bernama Al-A’masy selama hampir tujuh puluh tahun tidak pernah tertinggal takbiratul ihram ketika shalat berjamaah.

*3. Tidak Bersekutu Dengan Kemungkaran*

Ulama bukanlah orang yang bersembunyi di balik kitab atau majlis mereka dalam menyuarakan kebenaran. Ulama bahkan sosok yang berada di garda terdepan menyuarakan kebenaran dan menentang kemungkaran. Hal itu mereka lakukan tidak secara sembunyi-sembunyi, tapi justru terbuka di hadapan umat.

Abu Hanifah pernah menolak jabatan yang ditawarkan Abu Ja’far al-Manshur dan menolak uang 10 ribu dirham yang akan diberikan kepadanya, yg kemudian dipenjara dan disiksa pd usianya yg sdh lanjut.

*4. Rendah Hati Di Hadapan Kebenaran*

Suatu ketika Imam Abu Hanifah menasihati seorang anak kecil yang sedang bermain tanah, “Hati-hati, Nak, engkau bisa tergelincir.”

Tapi sang anak yang tahu bahwa ia berhadapan dengan Imam Abu Hanifah justru balas memberikan nasihat yang tajam kepadanya:

ุฅِูŠَّุงูƒَ ุฃَู†ْุชَ ู…ِู†َ ุงู„ุณُّู‚ُูˆุท، ู„ِุฃَู†َّ ุณُู‚ُูˆุทَ ุงู„ْุนَุงู„ِู…ِ ุณُู‚ُูˆุทُ ุงู„ْุนَุงู„َู…ِ

“Andalah yang harus berhati-hati dari kejatuhan, karena jatuhnya seorang alim adalah kejatuhan bagi dunia!”

Semenjak mendapatkan nasihat dari anak tersebut Imam Abu Hanifah dikabarkan selalu berhati-hati bila memberikan fatwa.

Maasya Allah! Ulama adalah hamba Allah yang paham bahwa tinggi hati adalah musuh ilmu dan kebenaran, seperti air bermusuhan dengan dataran tinggi tak mungkin air menuju ke sana.

*5. Rasa Takutnya Hanya Kepada Allah*

Para ulama bisa menangis kapan saja dan dimana saja bila sudah mengingat Allah SWT, surga dan neraka. Abu Musa al-Asya’ri radhyallahu’anhu suatu ketika memberikan khutbah di Bashrah, dan di dalam khutbahnya dia bercerita tentang neraka. Maka beliau pun menangis sampai-sampai air matanya membasahi mimbar! Dan pada hari itu orang-orang (yang mendengarkan) pun menangis dengan tangisan yang amat dalam.

Ayah Bunda, Ini baru sekelumit karakter para ulama. Belum lagi soal hidup sederhana, pemurah, ramah, bersahabat, menghormati yang lebih tua, dsb.
Dan hadirkanlah buku-buku biografi Ulama mulai dari Ulama yg cukup kita kenal yg akan kita perkenalkan kepada putra-putri kita.

*2. Tokoh Pertama dan Utama Rasulullah SAW*

"Membicarakan sosok Rasulullah SAW.... selalu ada getaran merdu yang harmoni, mengalun indah bagai melodi cinta yang menyejukkan telinga saat didengar, meski mata tak dapat membayangkan wajahnya yang teduh penuh kearifan, namun kehadirannya sangat dirasakan berada dalam ruang lingkup kehidupan yang selalu merinduinya...."
Ialah Rasulullah SAW, ketika mengenalnya dengan utuh, ada tumbuh rasa cinta....cinta yg senantiasa tumbuh saat mengikuti jejak langkahnya, saat meniru sikap dan tutur katanya....dan semakin besar rasa ingin bertemu.

Bagaimana dengan buah hati yang sudah mengenal Rasulullah SAW dengan baik? Inilah mereka ;

2009. Putri(bukan nama asli), kelas 4 SD menulis surat cinta kpd Nabi SAW, 3 halaman folio. Di awal suratnya Putri mengungkapkan: "wahai Rasulullah, aku sudah merasa sangat dekaaat sekali denganmu, bolehkah aku memanggilmu 'kakak'?"

2011. Muthi, kelas 2 SD menghafal hadits2 Nabi SAW dengan mudah dan langsung mengamalkannya serta istiqomah utk berjilbab. Ketika mendapat apresiasi dari kepala sekolah, muthi pun berkata " iya bu, kan biar bisa duduk berdampingan dengan Rasulullah nanti di Syurga"

2012. Izzati, usia 6 tahun. Ketika berziarah Umroh ke Tanah Suci Makkah, begitu tiba di Masjidilharam..,"Bunda, di mana letak Rasulullah ketika dilempari kotoran oleh Ummu Jamil?"
Ketika di Uhud..,"Bunda, di mana letak Hamzah ketika syahid dan tubuhnya dirusak oleh Hindun?"
Ketika di hadapan makam Rasulullah SAW, Izzati pun berbincang seolah sosok Rasulullah terkasih berada dihadapannya, Bundanya memperhatikan putrinya dari jauh. Ketika selesai Bunda pun bertanya "apa yang kau bicarakan dengan Rasulullah nak?" Izzati pun menjawab "itu rahasia aku dengan Rasulullah, bunda..."

Tentu kita semua ingin memiliki putra/putri yang mengenal, mencintai dan menjadikan Rasulullah SAW satu-satunya yang diidolakan. Sehingga seluruh kehidupannya terwarnai oleh akhlaq mulia Rasulullah SAW. Yang dijamin keselamatan dan kebahagian hidup dunia dan akhiratnya...

Ayah Bunda, saudaraku semua....
Ketika kita mengenal sosok Rasulullah SAW, artinya kita mempelajari sejarah Islam, agama yang dibawanya, dan tentulah kita akan lebih mudah mengenal hakikat Tuhan kita. Sangat penting bagi kita dan buah hati kita untuk mengenalnya dengan baik dan utuh. Karena pada hakikatnya hidup kita memang untuk menta'ati Allah dan Rasul-Nya.

Ayah Bunda, saudaraku semua.... inilah energi Cinta kita untuk buah hati kita.... ingat Allah sbg sumber energi Utama, ciptakan komunikasi yg harmonis dengan pasangan kita, dan kenalkanlah tokoh2 ulama agar kelak buah hati kita menjadi ulama, apapun profesinya. Dan menjadikan Rasulullah SAW sbg teladan utama dlm kehidupannya...
Akhir kata saya mohon maaf yg sebesarnya jk ada kesalahn. Wassalamu'alaikum๐Ÿ˜Š๐Ÿ™๐Ÿผ

Thursday, February 16, 2017

Aliran Rasa Komunikasi Produktif

Tantangan pertama kuliah Bunda Sayang IIP tentang Komunikasi Produktif sudah alhamdulillah sudah selesai. Banyak sekali pelajaran baru yang saya coba terapkan dalam keseharian. Feelnya beda saat tantangan 10 hari berlangsung dan sesudahnya. Perlu pembiasaan dan latihan komunikasi produktif setiap saat sepertinya.

Catatan penting saya tentang komunikasi produktif antara lain:
- Pemilihan kata/kalimat yang positif dan membangun sangat penting untuk membuat komunikasi yang positif dan produktif.
- KISS (keep information short and simple), gunakan intonasi ramah, ganti perintah dengan pilihan untuk berkomunikasi dengan anak.
- Clear and clarity, choose the right time, dan gunakan kaidah 7-38-55 untuk berkomunikasi dengan suami dan orang dewasa lain.
- Belajar melakukan transaksi komplementer dalam komunikasi dengan pasangan. 
- Pelajari dan amati bahasa cinta yang diinginkan anak agar dapat menentukan gaya komunikasi yang tepat.
- Belajar mengatur emosi agar komunikasi produktif dapat dilakukan dengan baik.



Bismillah... be better everytime.

#komunikasiproduktif #kuliahbunsayiip

Wednesday, February 8, 2017

Badge Komunikasi Produktif

Alhamdulillah... 1 tantangan sudah berhasil diselesaikan. Masih banyak yang harus dilakukan dan diperbaiki. Tetap konsisten dalam melakukan komunikasi produktif setiap saat.

One badge is achieved. Terima kasih teteh2 fasilitator kelas Bunda Sayang IIP

Thursday, February 2, 2017

Day 10- Final day

Kamis, 2 Februari 2017

Pagi ini anak-anak tiba-tiba teriak nangis di saat tidur. Bergantian dari adek Zain, trus mas Alif. Bunda hanya bisa memeluk sambil bicara menenangkan karena mereka masih merem sambil nangis. Cukup lama mereka seperti itu sampai akhirnya tenang tidur lagi. Tantrum kah? Atau mimpi buruk? Entahlah, mereka juga sepertinya tidak ingat saat bangun. Tapi satu hal yang saya tahu, kalau mereka seperti itu cukup peluk tenangkan, agar mereka nyaman dan merasakan kehadiran orang tersayang. Bahasa tubuh paling efektif.

Sore hari, Bunda mengajak Alif dan Zain mencuci sepeda mainan mereka. Bunda siapkan ember, lap, spon, air, dan sabun. Mereka bersenang-senang saat mencuci sepeda. Bunda membantu mengawasi, memberi pujian agar mereka termotivasi melakukannya. Mereka senang karena berhasil melakukannya. Disini Bunda berlatih menggunakan komunikasi produktif.

Ayah sesorean terlihat suntuk dan tidak mood, jadi Bunda tidak terlalu banyak ngobrol dengan Ayah. Hanya banyak memberi perhatian, agar mood Ayah kembali baik. Alhamdulillah, malam hari kami bisa ngobrol asyik lagi.

Kami keluarga, yang masih banyak belajar untuk lebih baik. Berusaha menggunakan komunikasi produktif agar hari-hari kami lebih positif dan produktif.

#hari10 #tantangan10hari #komunikasiproduktif #kuliahbunsayiip

Wednesday, February 1, 2017

Day 9 - Komunikasiku

Rabu, 1 Februari 2017

Keseharian saya sebagai ibu, jadi sebagian besar waktu saya adalah bersama anak-anak saya. Standby 24/7 untuk anak, hehe. Komunikasi produktif bersama anak yang masih belajar berbicara menjadi tantangan saya setiap saat.

Hari ini saya merasa tersentil di grup wa bunsay iip diingatkan tentang gaya populer penghambat komunikasi saya terhadap anak yang sebagian besar masih perlu saya perbaiki. Memerintah, menyalahkan, meremehkan, membandingkan, memberi cap, mengancam, menasehati, membohongi, menghibur, mengeritik, menyindir, dan menganalisa. 12 gaya yang harus saya perbaiki agar tidak saya lakukan lagi.

Hari demi hari, alhamdulillah anak-anak makin mudah diingatkan, terutama Alif. Saya masih mencoba praktek komunikasi produktif terhadap anak, terutama KISS (keep information short and simple), kendalikan intonasi suara dan gunakan suara ramah, ganti perintah dengan pilihan.

Komunikasi dengan suami juga terasa lebih baik terjalin. Masih mencoba praktek komunikasi terhadap orang dewasa kepada suami, terutama clear and clarity, choose the right time, dan kaidah 7-38-55.

Masih semangat untuk tantangan 10 hari komunikasi produktif.

#hari9 #tantangan10hari #komunikasiproduktif #kuliahbunsayiip

Tips Membuatkan Mainan Untuk Anak

Catatan Kulwap *TIPS MENJADI IBU YANG PERCAYA DIRI TERUTAMA DALAM HAL MEMBUATKAN MAINAN UNTUK ANAK* Pemateri: Bunda Irah 1⃣ *Niat yang...