Friday, November 17, 2017

Berpikir Kreatif -10

Waah.. Ada yang lagi penasaran dengan isi lemari besar dan barang-barang di meja kerja Ayah..

Selama ini adek Zain dan Alif selalu meminta bantuan Ayah dan Bunda saat menginginkan suatu barang yang ada di lemari besar di ruang tamu. Sebenarnya Alif sudah tahu bagaimana memanfaatkan kursi untuk pijakan agar bisa mencapai rak di lemari besar, meski Bunda tidak pernah mengajarinya. Bukan tidak mau mengajari atau memberi tahu, akan tetapi Bunda khawatir soalnya pintu lemarinya terbuat dari kaca, rawan pecah kalau dipukul. Jadi lebih aman jika anak-anak meminta diambilkan barang ke kami, Ayah dan Bunda. Yah, beberapa kali kecolongan sih, karena ternyata dia bisa membuka pintu lemari tersebut.

Hal ini ternyata menular ke adeknya. Zain suka sekali menaiki benda apapun yang kiranya bisa dia jadikan pijakan. Entah itu kursi pendek, meja, sofa, kotak mainan, bahkan keranjang baju, haha. Kemarin akhirnya dia berhasil membuka pintu lemari besar sendiri tanpa dibantu, tentu dengan pengawasan Bunda.

Tak berbeda dengan lemari besar, meja kerja Ayah yang lumayan tingginya juga menjadi sasaran anak-anak. Biasanya mereka berusaha naik ke kursi kerja Ayah untuk mencapai mejanya yang tinggi. Untuk menjaga agar anak-anak tidak berusaha naik ke meja, Bunda atau Ayah menarik kursi agar jauh dari meja saat tidak menggunakan meja. Ternyata anak-anak punya akal tersendiri, yaitu mendorong si kursi agar mendekat ke meja kemudian naik untuk bisa mencapai atas meja.

#Hari10
#Tantangan10hari
#Level9
#KuliahBunSayIIP
#ThinkCreative

Thursday, November 16, 2017

Berpikir Kreatif - 9



Terdengar teriakan dari kamar tempat anak-anak sedang bermain waktu Bunda sedang mencuci piring di dapur. Ternyata Alif dan Zain sedang berebut mainan block bentuk. Ceritanya Zain yang mengambilnya dari tempat mainan, tapi Alif yang sedang asyik bermain yang lain jadi tertarik melihat adiknya. Terjadilah perebutan mainan yang berujung nangis semua, haha.

Awalnya tidak ada yang mau mengalah sampai akhirnya setelah diskusi singkat, Alif dan Zain mau berbagi mainan. Ternyata mereka sedang membuat bentuk menggunakan block tersebut. Dari bentuk segitiga dan persegi panjang, Alif berkreativitas membuat beberapa bentuk, yaitu panah, rumah, perahu. Dari bentuk lainnya juga dibuat bentuk lainnya. Sedangkan Zain lebih tertarik menyatukan beberapa bentuk untuk kemudian dia pisahkan dengan dipotong. Pretend play memotong buah dan sayur ceritanya.


#Tantangan10hari
#Level9
#KuliahBunSayIIP
#ThinkCreative

Berpikir Kreatif - 8

Insya Allah hari Minggu besok kami sekeluarga akan pindah rumah ke rumah yang baru. Jadi beberapa hari terakhir ini kami, terutama Bunda, disibukkan dengan persiapan pindahan. Otomatis banyak kegiatan yang jadinya tidak bisa terlaksana, salah satunya adalah menyiapkan mainan untuk pembelajaran Alif dan Zain.

Untungnya anak-anak ini ada saja idenya untuk bermain. Pernah suatu ketika Bunda terlihat kelelahan setelah melakukan beberapa pekerjaan. Alif datang menghampiri kemudian bertanya,
A: "Bunda sakit? Sakit perut? Sakit kepala?
B : (berpikir Alif mengajak main dokter-dokteran) "Iya, Bunda butuh dokter"
A : "Ok, ambulance" (ceritanya memanggil ambulance)

Kemudian dia pergi mengambil beberapa benda yang kiranya bisa digunakan sebagai alat kedokteran, karena Bunda belum belikan alat bermain pretend play dokter.
Pertama dia periksa perut, kemudian kepala. Kemudian Bunda disuntik dan disuruh minum obat.

Sebenarnya Bunda heran, selama ini dia jarang sekali dibawa ke rumah sakit. Tetapi sepertinya mengamati apa yang dilakukan dokter. Tambahan dia suka bermain games animals doctor.

Disini Adek Zain sebagai asisten yang tugasnya membantu mengambilkan alat dan mengawasi apa yang dilakukan kakaknya.


#Tantangan10hari
#Level9
#KuliahBunSayIIP
#ThinkCreative

Tuesday, November 14, 2017

Berpikir Kreatif - 7



Memanfaatkan dough bekas bermain kemarin, hari ini kita membuat oobleck.

Caranya dengan menambahkan air sehingga adonan berubah tekstur menjadi oobleck. Tak lupa ditambahkan pewarna dan mencampur semuanya agar menyerupai warna yang diinginkan, kali ini coklat menyerupai lumpur.

Suka sekali dengan oobleck ini, saat disentuh diangkat kerasa padat keras, tapi beberapa saat kemudian akan lumer dingin dan mengalir di sela jari. Bagus untuk menstimulasi anak agar berani kotor dan mengenal tekstur.


#Tantangan10hari
#Level9
#KuliahBunSayIIP
#ThinkCreative

Berpikir Kreatif - 6



Ingin bermain playdough tapi males beli. Sekalian ingin melatih kreativitas anak-anak, jadi mari membuat DIY dough.

Dengan bahan tepung maizena, sabun Sleek baby, air, dan pewarna makanan, kita buat soap dough yang wangi sabun. Caranya mudah. Pertama campurkan semua bahan selain tepung kemudian tuang ke tepung kemudian uleni adonan. Setelah diuleni sampai tidak lengket, adonan DIY soap dough siap dimainkan.


#Tantangan10hari
#Level9
#KuliahBunSayIIP
#ThinkCreative

Monday, November 13, 2017

Berpikir Kreatif - 5



Dinding rumah penuh sekali dengan coretan si kecil. Meski sudah diberi buku, kertas, papan tulis untuk dia coret-coret, entah mengapa dinding rumah selalu tampak menarik untuk dituju. Apalagi saat anak yang kedua lagi seru-serunya belajar jalan, kemanapun dia pergi selalu tak lepas dari bolpen atau spidol. Semua dinding rumah tak luput dari incarannya. Jika ada dinding yang masih terlihat polos, pasti dia datangi dan dicoret-coretnya. Bunda ga melarang, itu wujud dia belajar ekspresi dan ekplorasi.

Setelah anak-anak sudah jarang bahkan ga pernah coret-coret dinding lagi, Bunda mulai berpikir untuk mengecat dinding rumah. Akan tetapi hal ini masih belum ada persetujuan dari suami, apalagi rumah yang kami tempati masih rumah kontrak, jadi tidak banyak yang bisa kami lakukan.

Gatel ingin menutupi coretan tersebut, terutama di ruang tamu, akhirnya keidean untuk menempel stiker wallpaper sisa makeover meja kemarin. Asyiknya wallpaper ini, dia akan dengan mudah dikelupas saat sudah tidak suka. Dan akhirnya Ayah setuju, tapi hanya untuk di ruang tamu.

Eksekusi dilakukan, dan pengerjaannya jauh lebih mudah dibanding saat mengerjakan makeover meja. Dalam waktu singkat, selesailah penempelan wallpaper di dinding dengan sisa wallpaper yang ada.

Terlihat dinding tampak lebih bagus tanpa coretan.


#Tantangan10hari
#Level9
#KuliahBunSayIIP
#ThinkCreative

Berpikir Kreatif - 4

Melihat meja kerja Ayah yang sudah mulai terlihat rusak dengan banyaknya coretan dan bagian alas meja yang mulai mengelupas, Bunda ingin merubah tampilannya agar lebih nyaman digunakan. Jika dicat ulang, akan memakan waktu dan biaya yang lumayan karena harus meminta tolong jasa tukang, tidak bisa dilakukan sendiri. Opsi lain yang terpikir adalah menggunakan stiker wallpaper yang sekarang banyak digunakan untuk merubah tampilan dinding rumah tanpa effort berlebih. Hanya perlu mengelupas stiker, menempelkannya ke media yang diinginkan kemudian merapikannya. As simple as that.

Cari-cari di toko online, akhirnya terbelilah stiker wallpaper corak kayu berwarna putih. Setelah stiker datang, langsung eksekusi dilakukan. Bunda ukur masing-masing bagian meja untuk mengetahui seberapa banyak keperluan wallpaper. Kemudian mengguntingnya sesuai kebutuhan tersebut. Setelah stiker untuk masing-masing bagian meja dipotong, langkah selanjutnya adalah menempelkannya. Sebelum ditempel, pastikan meja dalam keadaan bersih dari noda minyak agar stiker mudah menempel. Langkah penempelan ini mungkin yang tersulit, karena perlu kehati-hatian dan kesabaran. Jika salah tempel, maka hasilnya akan kurang bagus.

Ayah cukup surprise dan senang melihat meja kerjanya kembali terlihat bagus seperti tampak baru. Kreativitas sederhana menggunakan stiker wallpaper untuk mengubah barang lama dan jelek menjadi tampak baru dan bagus.


#Tantangan10hari
#Level9
#KuliahBunSayIIP
#ThinkCreative

Tuesday, November 7, 2017

Berpikir Kreatif - 3



Ingin mengenalkan mainan kekinian yang sedang banyak diminati anak-anak, yaitu slime, namun Bunda ingin mencoba mengajarkan untuk kreatif memanfaatkan bahan yang ada di Rumah.

Dari bahan yang ada di rumah, hari ini Alif dibantu Bunda membuat DIY slime.

Bahan yang kita gunakan antara lain:
Lem kertas bening
Sabun sleek
Baking powder
Pewarna makanan warna biru
Tetes mata
Minyak

Cara membuat :
Masukkan lem kertas 75ml, campurkan dengan 1 sdm sleek baby dan 2 tetes pewarna makanan. Tambahkan 1sdm baking powder dan 10 tetes tetes mata. Aduk rata sampai kental. Tambahkan minyak sampai tidak lengket.

Alif senang sekali selama proses pembuatan. Setelah jadi langsung penasaran ingin memainkannya. Sempat khawatir Alif bakal geli dan tidak mau menyentuh slime nya, karena ini pertama kalinya dia tahu slime. Ternyata kekhawatiran Bunda salah. Dia betah banget main slimenya.


#Tantangan10hari
#Level9
#KuliahBunSayIIP
#ThinkCreative

Monday, November 6, 2017

Berpikir Kreatif - 2


Dengan bahan air, pewarna makanan dan sabun Sleek, Alif dan Zain berkreasi melukis dengan busa gelembung sabun (bubble painting).



 Inilah hasil kreativitas melukis dengan gelembung sabun Alif dan Zain hari ini.




Dari hasil bubble painting, kita manfaatkan untuk membuat DIY kartu ucapan ulang tahun. Buat pola lingkaran kemudian gunting tempel di kertas karton putih. Tinggal beri garis dan tulisan. Simple kan.




#Tantangan10hari
#Level9
#KuliahBunSayIIP
#ThinkCreative

Sunday, November 5, 2017

Berpikir Kreatif -1



Hari ini Bunda ingin membuat bahan ajar pengenalan buah-buahan yang sempat tertunda yaitu printable buah dalam bahasa Indonesia. Dengan alasan penghematan, Bunda berencana membuat DIY kartu buah tersebut dari printable yang tersedia gratis di internet.  Printable yang Bunda gunakan diunduh di website indonesiamontessori.com.

Sayangnya ada beberapa kendala terutama dalam hal mencetak/mengeprint printable dan melapisi kartu printable agar tidak mudah rusak.

Penyebab kendala pertama adalah laptop Bunda yang biasa digunakan untuk mengeprint sedang bermasalah. Laptopnya bisa menyala, akan tetapi tidak bisa digunakan untuk menjalankan aplikasi apapun. Ada laptop lain, yaitu laptop Ayah, tetapi digunakan untuk kerja Ayah dan belum diinstall driver printer yang digunakan ngeprint.

Alhamdulillah kendala pertama bisa teratasi setelah Bunda mengobrol dengan Ayah. Dengan kerelaan, Ayah membantu mencarikan driver printer yang sesuai di internet, mendownload dan menginstallnya di laptop, kemudian membantu mendownload dan mencetak printable kartu buah yang Bunda inginkan.

Kendala kedua, yaitu melapisi kartu printable agar tidak mudah rusak. Jadi setelah printable diprint, kartu buah digunting kemudian sebaiknya dilapisi.

Ada beberapa solusi yang Bunda pikirkan dan bisa digunakan, yaitu antara lain:
1. Melapisi dengan selotip/ lakban bening
2. Melapisi dengan stiker laminasi
3. Melaminating
Di antara ketiga opsi, Bunda paling suka dengan opsi ketiga yaitu melaminating kartu buah dengan plastik laminasi. Hal ini dikarenakan hasilnya paling kuat dan tidak perlu menempelkannya ke kardus atau kertas tebal agar kokoh.

Lagi-lagi dengan alasan penghematan, Bunda tidak pergi ke tempat fotokopi untuk melaminating. Jadi, proses laminating ini Bunda lakukan sendiri tanpa mesin laminating seperti yang ada di tempat fotokopi. Untuk proses laminating, Bunda beli plastik laminasi dan menggunakan setrika baju untuk memanaskannya. Hasilnya memang tidak sebagus dan serapi kalau dikerjakan tukang fotokopi, tapi Bunda cukup puas dengan hasilnya.

Yak, inilah kartu buah hasil DIY kali ini. Siap digunakan untuk anak-anak bermain dan belajar.


#Tantangan10hari
#Level9
#KuliahBunSayIIP
#ThinkCreative

Tips Membuatkan Mainan Untuk Anak

Catatan Kulwap *TIPS MENJADI IBU YANG PERCAYA DIRI TERUTAMA DALAM HAL MEMBUATKAN MAINAN UNTUK ANAK* Pemateri: Bunda Irah 1⃣ *Niat yang...