Saturday, December 17, 2016

Agent of Change

Bismillah...

Memasuki minggu terakhir kelas matrikulasi IIP Bandung batch 2, materi pamungkas adalah tentang ibu sebagai agen perubahan,, agent of change.

Kita diminta melihat isu sosial di masyarakat sekitar kemudian belajar dengan memperhatikan minat bakat dan kekuatan diri yang dimiliki merumuskan hal yang ingin dilakukan di keluarga dan masyarakat.

Minat: Pendidikan terutama pendidikan anak

Hard skill/ soft skill :
Hard skill: mengumpulkan materi, menulis, membuat bahan ajar dan alat peraga, kemampuan mengajar dan presentasi
Sof skill: kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, empati

Isu sosial: Orang tua yang kurang ilmu pendidikan anak, orang tua terutama wanita bekerja yang melupakan perannya di rumah, orang tua yang menyerahkan pendidikan anak kepada sekolah, anak-anak yang kurang pengetahuan tentang alam dan sains

Ide sosial: - Membuat rumah belajar sayang anak
- Membuat bahan ajar dan alat peraga belajar untuk anak usia dini
- Membentuk atau ikut secara aktif dalam komunitas ibu-ibu pembelajar homeschooling usia dini untuk berbagi ide, ilmu, pengetahuan tentang pendidikan anak


Saturday, December 10, 2016

Misi Spesifik Hidup dan Produktivitas

 Assalamu'alaikum.

Materi minggu ke delapan dari kelas matrikulasi IIP Bandung batch #2 adalah tentang MISI SPESIFIK HIDUP DAN PRODUKTIVITAS.

Dalam materi dijelaskan bahwa menemukan misi hidup berawal dari pencarian jawaban atas pertanyaan “mengapa Allah menciptakan dirinya di muka bumi ini?”. Jika saat ini ada hal yang kita BISA  dan SUKA maka lakukanlah tanpa pikir panjang, karena Allah pasti punya maksud tertentu ketika memberikan kepada kita sebuah kemampuan. Apabila kita jalankan terus menerus, kemungkinan itulah misi hidup kita.

Seseorang yang sudah menemukan misi hidup apabila menjalankan aktivitas produktif akan lebih bermakna, karena keproduktivitasannya digunakan untuk mewujudkan misi-misi hidupnya.
Gambar terkait
dari https://www.fractalenlightenment.com
Pada NHW #7, ada beberapa aktivitas yang saya SUKA dan BISA yang sudah saya sebutkan. Jika diminta memilih salah satu, maka saya akan memilih MENGAJAR, terutama mengajar anak sendiri untuk saat ini. Meski semangat kadang naik turun, tapi dari semua aktivitas, mengajar lah yang membuat hari jadi lebih berarti. Ada semacam pencapaian yang berhasil dilakukan.

Ada 3 elemen yang harus kita ketahui berkaitan dengan misi hidup dan produktivitas yang harus dijawab, yaitu :
a. Kita ingin menjadi apa (be)
Saya ingin menjadi seorang ibu pendidik profesional, pertama dan utama bagi anak-anak saya sendiri, untuk kemudian bisa berkontribusi dalam masyarakat.

b. Kita ingin melakukan apa (do)
Saya ingin bisa memfasilitasi pendidikan anak-anak dengan semua ilmu dan wawasan saya yang harus selalu saya upgrade.

c. Kita ingin memiliki apa (have)
Suatu saat saya ingin bisa mewujudkan sebuah rumah tempat belajar anak, dimana minat dan bakat anak difasilitasi untuk berkembang dengan nuansa Islami. Saya berharap memiliki anak-anak yang sholeh sholehah yang sehat, cerdas, terampil dan berwawasan luas yang memiliki ikatan kuat ke keluarga.

Dari aspek dimensi waktu ada 3 periode yang perlu kita perhatikan :

a. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
Saya ingin semua hal yang dilakukan di dunia menjadi bekal akhirat dalam mencari ridho Alloh. Saya ingin bisa memaksimalkan peran saya dalam hidup, dan mendorong semua anggota keluarga bisa memaksimalkan perannya masing-masing. Menjadi manusia yang bertakwa kepada Alloh dan bermanfaat bagi sekitar. (Bismillah, semoga Alloh meridhoi.)

b. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan ( strategic plan)
Dalam kurun waktu 5 tahun kedepan, saya ingin bisa menyelesaikan "jam terbang" saya dalam rangka menjadi ibu profesional.

c. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)
Sebagai resolusi tahun depan, saya ingin membenahi diri dan fokus memenuhi checklist indikator profesionalisme yang telah disusun, baik sebagai individu, istri, dan ibu.

(Tulisan ini dibuat dalam rangka memenuhi tugas Nice Homework #8 Matrikulasi IIP Bandung batch #2)

Saturday, December 3, 2016

Mencari Potensi Diri

Assalamu'alaikum

Yey, alhamdulillah sudah masuk minggu ke 7 kelas matrikulasi batch 2 IIP Bandung. Kali ini belajar tentang salah satu tahapan menuju ibu profesional, yaitu "bunda produktif". Menurut tim matrikulasi ibu profesional, Bunda Produktif adalah bunda yang senantiasa menjalani proses untuk menemukan dirinya, menemukan “MISI PENCIPTAAN” dirinya di muka bumi ini, dengan cara menjalankan aktivitas yang membuat matanya “BERBINAR-BINAR". Semua pengalaman adalah bagian aktivitas amalan para bunda untuk meningkatkan sebuah KEMULIAAN hidup. Apakah dengan aktifnya kita sebagai ibu di dunia produktif akan meningkatkan kemuliaan diri kita, anak-anak dan keluarga? Kalau jawabannya” iya”, lanjutkan. Kalau jawabannya” tidak” kita perlu menguatkan pilar “bunda sayang” dan “bunda cekatan”, sebelum masuk ke pilar ketiga yaitu “bunda produktif”.

Wew, dalam ya :D

Aku pribadi masih merasa belum mampu masuk ke tahapan bunda produktif, karena masih banyak hal yang harus aku benahi dan pelajari di tahapan bunda sayang dan bunda cekatan. Yosh!! Semangat...

Ada materi tentu saja ada Nice Homework (NHW). Pada NHW #7 kali ini pertama kita diminta mengkonfirmasi apa yang sudah kita temukan selama ini dengan tools yang sudah dibuat oleh Abah Rama di Talents Mapping. Kita diminta segera mencocokkan hasil temu bakat tersebut dengan pengalaman yang sudah pernah ditulis di NHW#1 sd NHW #6.

Bismillah...


Menurut hasil ST-30, bakat dan bukan bakat, karakter kinerja saya antara lain:

Suka dengan angka dan data (Analyst), senang memajukan orang lain (Educator), analitis dan suka mengumpulkan informasi (Evaluator), senang melakukan penelitian (Explorer), suka memotivasi (Motivator), suka otak atik mengembalikan ke fungsi semula (Restorer), rapih, teratur, dan bertanggung jawab (Treasury)

Tidak nyaman tampil sebagai perwakilan suatu organisasi (Ambassador) dan tidak suka mengkombinasikan elemen, ide, dan informasi menjadi sesuatu yang baru (Synthesizer).

Hasil ini sejalan dengan keinginan saya untuk menjadi educator.

Setelah itu kita diminta memetakan hal yang disukai dan tidak sukai juga hal yang saya bisa dan tidak bisa.

Kuadran 1 SUKA dan BISA
  1. Mengajar 
  2. Baking 
  3. Fotografi 
  4. Kerajinan tangan 
  5. Mengurus anak 
  6. Traveling 
  7. Membuat laporan keuangan sederhana 
Kuadran 2 SUKA tetapi TIDAK BISA
  1. Mengaji sesuai tajwid yang benar 
  2. Konsisten belajar dan membaca 
  3. Olahraga teratur 
  4. Menjahit dengan mesin 
  5. Menulis
  6. Story telling
  7. Menghapal Al Quran dan Al Hadits
  8. Desain grafis dan interior
Kuadran 3 TIDAK SUKA tetapi BISA
  1. Beberes rumah
  2. Menyetrika 
  3. Mencuci Pakaian Manual 
  4. Memasak 
Kuadran 4 TIDAK SUKA dan TIDAK BISA
  1. Public speaking
Demikian NHW ini, sedikit demi sedikit membuat saya lebih mengenal diri sendiri. Semoga membawa kebaikan untuk kedepannya.


Saturday, November 26, 2016

Belajar Menjadi Manajer Keluarga Handal

Alhamdulillah, sudah masuk minggu keenam Kelas Matrikulasi IIP Bandung Batch 2. Minggu ini kita belajar menjadi manajer keluarga handal. Menjadi ibu, dimanapun ranah bekerja yang dipilih, baik ibu rumah tangga maupun ibu bekerja, memerlukan satu syarat yang sama, yaitu harus SELESAI dengan manajemen rumah tangganya karena peran IBU sejatinya adalah seorang manajer keluarga. Maka dari itu, jangan sekedar menjadi IBU, akan tetapi tingkatkan ilmu dan peran, jadilah ahli di bidang manajemen kerumahtanggaan. Jangan sampai terbelenggu dengan rutinitas sehingga lupa untuk meningkatkan kompetensi diri. 

Saya adalah Ibu, Manajer Keluarga Handal (Wanna be).



---

Nice Homework #6

Ada hal-hal yang kadang mengganggu proses kita menemukan peran hidup yaitu RUTINITAS. Menjalankan pekerjaan rutin yang tidak selesai, membuat kita merasa sibuk sehingga kadang tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri. Maka ikutilah tahapan-tahapan sbb :

 Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas yang paling tidak penting
 Waktu anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana?
 Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda, tengok NHW sebelumnya ya, agar selaras.
 Kemudian kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu”, dan patuhi cut off time ( misal anda sudah menuliskan bahwa bersih-bersih rumah itu dari jam 05.00-06.00, maka patuhi waktu tersebut)
 Jangan ijinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian anda.
 Setelah tahap di atas selesai anda tentukan. Buatlah jadwal harian yang paling mudah anda kerjakan. (Contoh kalau saya membuat jadwal rutin saya masukkan di subuh-jam 07.00 – jadwal dinamis ( memperbanyak jam terbang dari jam 7 pagi- 7 malam, setelah jam 7 malam kembali ke aktivitas rutin yang belum selesai, sehingga muncul program 7 to 7)
 Amati selama satu minggu pertama, apakah terlaksana dengan baik? kalau tidak segera revisi, kalau baik, lanjutkan sampai dengan 3 bulan.

SELAMAT MENGERJAKAN

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi IIP/

Bismillah... here we go!

Aktivitas yang paling penting menurut saya antara lain:
  • Beribadah
  • Parenting
  • Pengembangan diri
Sedangkan aktivitas yang paling tidak penting antara lain:
  • Browsing yang tidak produktif di internet dan media social
  • Nonton TV yang isinya gosip dan sinetron
  • Bergosip dengan tetangga

Selama ini masih berusaha menjalankan aktivitas yang penting. Pesan suami, anak adalah prioritas, jadi selain urusan domestik, kebanyakan waktu saya adalah mengurus dan menemani anak-anak saya yang saat ini masih balita 33 bulan dan 13 bulan. Rumah berantakan tidak masalah, asal anak-anak keurus, hehe, pembenaran. 

Selama ini seluruh kegiatan harian bersifat dinamis, menyesuaikan anak-anak, karena jujur jadwal harian mereka masih berantakan. Disini saya merasa perlu memanage waktu lebih baik, membuat jadwal harian sehingga waktu 24 jam sehari saya menjadi lebih produktif. 

Adapun jadwal kegiatan harian yang telah saya susun adalah sebagai berikut:


* Jadwal harian ini akan diujicoba selama 1 minggu kedepan.

Friday, November 18, 2016

Learning how to learn

Assalamu'alaikum

Sudah masuk minggu kelima kelas Matrikulasi IIP Bandung Batch 2, dengan materi tentang BELAJAR BAGAIMANA CARANYA BELAJAR. Hal ini bermanfaat untuk lebih membumikan kurikulum yang telah dibuat sebelumnya di NHW #4 sehingga nantinya memudahkan membuat customized curriculum untuk anak.

Dalam materi dibahas tentang hal yang harus dipersiapkan untuk kita dan anak kita, yaitu belajar yang berbeda, cara belajar yang berbeda, dan semangat belajar yang berbeda. Untuk tugas NHW #5, tidak banyak pertanyaan yang perlu dijawab, hanya satu hal yang harus dilakukan, namun cukup membuat bingung mesti bagaimana. Kita diminta praktek membuat Desain Pembelajaran ala kita, ala saya.

Desain Pembelajaran ini berkaitan dengan kurikulum yang telah dibuat sebelumnya di NHW #4, tentang bagaimana caranya saya belajar dalam mata kuliah yang sudah saya susun. Pertanyaannya, apa itu desain pembelajaran? Dan bagaimana desain pembelajaran ala saya?

Setelah bertanya kepada seorang dosen dan membaca beberapa artikel dari Google.com, desain pembelajaran adalah penyusunan perencanaan pembelajaran yang sesuai dengan konsep pendidikan dan pembelajaran yang dianut dalam kurikulum yang digunakan. Desain pembelajaran ini mencakup tujuan pembelajaran (umum dan khusus), strategi pembelajaran, materi pembelajaran, sumber materi, metode, media dan waktu kegiatan pembelajaran, serta evaluasi pembelajaran. Banyak tenyata komponen cakupan nya ya... *ngelap keringat*

Berangkat dari situ, saya mencoba menyusun desain pembelajaran ala Sarti Ikhsan sebagai berikut:

Tujuan umum : menguasai ilmu manajemen pendidikan anak
Evaluasi : checklist materi
Strategi belajar: membuat dan mengumpulkan resume pelajaran untuk kemudian mempraktekannya.
Sumber materi: buku bacaan, ceramah, seminar/webinar, pelatihan/kursus, dan internet (Pinterest, Instagram, Google, Facebook, dan Youtube).
Media: online (internet) dan offline (buku dan e-book)
Waktu belajar: setiap saat, meluangkan waktu 8 jam dalam sehari

Materi Tujuan Khusus
Fitrah Based Education memaksimalkan potensi terbaik anak
mendidik anak sesuai Al Quran dan Al Hadits
Home Based Education/ Home Schooling mendidik anak sesuai visi misi keluarga
memberikan lingkungan sosial dan suasana belajar yang lebih baik dan menyenangkan
memberikan ruang gerak anak lebih bahagia, ceria, kuat mental, kuat fisik, dan percaya diri
memfasilitasi kebutuhan anak sesuai karakternya
menjadikan anak lebih dekat dengan anggota keluarganya
Pendidikan Anak Usia Dini membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah
mendampingi anak dalam perkembangannya di usia dini (0-7 tahun)
Pendidikan Anak Usia Sekolah membantu anak dalam belajar di sekolah
mendampingi anak dalam perkembangannya di usia sekolah




Saturday, November 12, 2016

My Life Curriculum

Assalamu'alaikum

Alhamdulillah, semakin hari materi matrikulasi IIP Bandung batch 2 semakin "menantang". Semakin membuat untuk melihat diri dan mempertanyakan apa yang telah, sedang dan akan  saya lakukan dalam hidup ini. Pada minggu keempat ini, materi yang dipelajari adalah tentang "Mendidik Dengan Kekuatan Fitrah" yang berkaitan dengan pendidikan anak yang didasarkan pada kekuatan fitrah. Setelah memahami bahwa salah satu alasan melahirkan generasi adalah untuk membangun kembali peradaban dari dalam rumah, maka makin jelas ilmu-ilmu apa saja yang perlu dikuasai seiring dengan misi hidup di muka bumi.



--------

Nice Homework #4

Mari kita lihat kembali Nice Homework #1, apakah sampai hari ini Anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di universitas kehidupan ini? atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?

Saat ini fokus saya adalah sebagai ibu rumah tangga sekaligus membantu pekerjaan suami. Di NHW #1, jurusan yang saya pilih adalah Pendidikan/Mengajar dengan beberapa mata kuliah yang berkaitan dengannya. Sampai saat ini, saya ingin tetap memilih jurusan tersebut, namun karena masih bersifat umum dan luas, saya ingin mempersempit pada Manajemen Pendidikan Keluarga.

Mari kita lihat Nice Homework #2, sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita? Ceklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu ‘memantaskan diri’ setiap saat. Latih dengan keras diri Anda agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.

Setelah dievaluasi, saya masih belum bisa konsisten dalam menjalankan beberapa poin, untuk kedepannya perlu adanya manajemen waktu yang lebih baik serta pembiasaan diri dalam menjalankan checklist. Selama ini checklist digunakan sebagai acuan kegiatan, namun masih belum semuanya klik dalam keseharian.

Baca dan renungkan kembali Nice Homework#3, apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkan bidang yang akan kita kuasai, sehingga peran hidup anda makin terlihat.

Saya dan suami sepakat bahwa keluarga terutama ibu adalah tempat pendidikan pertama dan utama anak. Saat menjalankan checklist, saya merasa semangat saat melakukan kegiatan yang berkaitan dengan anak, terutama saat menyiapkan materi pembelajaran anak, menshare kegiatan anak dan menemaninya belajar sambil bermain. Jadi, secara pribadi saya ingin bisa menjadi seorang educator bagi anak saya sendiri untuk kemudian berbagi dengan sekitar.

Misi hidup : Memberikan motivasi dan ilmu
Bidang : Pendidikan anak
Peran : Educator

Setelah menemukan 3 hal tersebut, susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut.

Untuk menjalankan misi hidup di bidang Pendidikan Anak, maka tahapan ilmu yang harus saya kuasai antara lain:
  • Fitrah based education
  • Home Based Education/Home Schooling
  • Pendidikan Anak Usia Dini 
  • Pendidikan Anak Usia Sekolah
Tetapkan Milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan Misi Hidup

Saya ini saya berusia 32 tahun, mungkin usia yang bisa dibilang tak lagi muda, cukup sulit untuk baru memulai sesuatu. Tapi, tidak ada kata terlambat untuk pembelajaran, jadi bismillah, saya menetapkan KM 0 saya saat ini juga di usia 32 tahun dan akan mulai berkomiten mendedikasikan waktu saya selama 8 jam/hari untuk menuntut ilmu di bidang pendidikan anak, dengan mencari sumber ilmu dan menjalankan praktiknya. Untuk mencapai 10.000 jam terbang, saya membutuhkan waktu sekitar 4 tahun. Rinciannya sebagai berikut:

KM 0 - KM 1 Fitrah Based Education
KM 1 - KM 2 Home Based Education
KM 2 - KM 3 Pendidikan Anak Usia Dini 
KM 3 - KM 4 Pendidikan Anak Usia Sekolah

Seiring perjalanannya fokus ilmu yang akan dipelajari tersebut, saya didampingi oleh ilmu seputar ibu profesional. Di KM 0 – KM 4, fokus saya pada ilmu seputar Bunda Sayang dan Bunda Cekatan, namun juga menggunakan ilmu Bunda Produktif dan Bunda Shalehah.

Koreksi kembali checklist anda di NHW#2, apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.

Checklist di NHW #2 sudah memasukkan kegiatan pembelajaran harian, baik untuk diri maupun untuk anak yang berkaitan dengan ilmu-ilmu di atas. Namun, karena belum secara jelas memasukkan waktu dan kegiatan yang menunjang kurikulum yang telah disusun, maka perlu adanya revisi.  

Lalu... Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan

Alhamdulillah.

Sunday, November 6, 2016

Membangun Peradaban Dari Dalam Rumah - NHW #3


Alhamdulillah, sudah masuk minggu ketiga kelas matrikulasi Institut Ibu Profesional Bandung batch 2. Materi kali ini adalah tentang Membangun Peradaban Dari Dalam Rumah. Dalam materi dijelaskan tentang rumah (orang tua) yang menjadi taman dan gerbang peradaban yang mengantarkan anggota keluarganya menuju peran peradabannya. Tugas utama kita sebagai orang tua adalah mendidik anak-anak sesuai kehendak-Nya, bukan mencetak sesuai dengan keinginan kita. Tugas kita adalah memahami kehendak-Nya. Apa pesan rahasia Alloh menciptakan kita, memasangkan kita dengan pasangan hidup kita, mengamanahi kita dengan anak-anak, menempatkan kita di lingkungan masyarakat. Apa keluarga kita dengan potensi unik produktifnya layak bertahan untuk berada di muka bumi ini


Seperti dua minggu sebelumnya, minggu ini ada nice homework yang harus dikerjakan. NHW #3 ini terasa "susah" dikerjakan karena materinya yang "berat" dan kondisi fisik saat mengerjakan yang kurang fit. Tapi, harus tetap semangat karena diniatkan untuk mencari ilmu dan ridho Alloh.

So, here we go! Bismillah...


Pertama, jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki "alasan kuat" bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda.Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.


Awalnya bingung pas diminta membuat surat cinta ini, bahkan sampai deadline tugas NHW #3 surat belum juga dibuat. Suami sudah tahu tentang tugas ini, dan bilang tidak usah membuat suratnya, tahu kalau istrinya bingung dan riweuh. Hmmm, tugas ini kayaknya lebih pas buat suami, karena suami tipikal yang lebih romantis dan pintar merangkai kata-kata dibanding istri nya ini. Dengan mencuri-curi waktu disaat anak-anak tidur malam, dibuatlah surat itu dan dikirimkan langsung saat surat selesai. Selama membuat, terlintas perjalanan menikah dengan suami. Baik buruk perjalanan pernikahan kami membuatku lebih banyak bersyukur Alloh mempersatukan kami menjadi suami istri.

Reaksi suami setelah membacanya,, lempeeeeng, hahaha. Cuma senyum-senyum terus minta dipeluk, haha. I love you, Mas.. Aku tahu di dalam hatimu ada rasa haru dan bahagia dikasih surat cinta, seharian bawaannya semangat. Kayaknya perlu berkala nih ngasih surat cinta.

Kedua, lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing.


a. Muhammad Alif Naufal Ikhsan (Alif)


Anak pertama yang sudah sangat kami tunggu kehadirannya, setelah dua kali mengalami keguguran karena penyakit TORCH yang saya derita. Selama kehamilan, antibiotik penekan virus dan kontrol rutin ke dsog hampir tak pernah absen. Saat 6 bulan kehamilan, gejala tipes juga menyapa, yang mengharuskan saya untuk bedrest beberapa hari. Alhamdulillah setelah 36 minggu, seorang anak, bayi laki-laki sehat lahir dari rahim saya secara Caesar, yang kemudian kami panggil Alif.

Alif sekarang berusia 33 bulan. Dia anak cerdas dengan fisik mungil namun kuat, aktif lincah dengan energi besar, dan pemberani. Senang menyapa orang-orang yang dia temui, mudah bergaul akrab dengan orang lain, penyayang, peka perasaannya, suka berbagi, mudah belajar hal baru. Sekarang sedang hobi membuang sampah ke tempat sampah, mengelap sendiri air atau susu yang tumpah, memakai pakaian sendiri, dan menyuapi adiknya. Dia anak yang pengertian sejak bayi, meskipun sekarang jadi mudah manja karena cemburu sama adiknya.

He is a lovable kid.

b. Muhammad Zaini Nuril Ikhsan (Zain)


Anak kedua yang memiliki karakter berbeda dengan kakaknya. Sejak hamil, Zain adalah bayi yang kuat. Alif belum genap 2 tahun saat hamil Zain, maka saya meneruskan menyusui saat hamil. Alhamdulillah, tidak ada masalah yang berarti selama itu. Kehamilan berlangsung lancar sampai saat melahirkan. Dilanjutkan dengan tandem nursing menyusui dua anak sampai Alif berusia 25 bulan.

Zain sekarang berusia 12 bulan. Dia anak yang cerdas, fisik yang kuat, hobi makan, berkeinginan kuat, ekspresif. Dia sayang sekali dengan kakaknya meski suka iseng dan nempel banget sama bundanya. Perkembangan Zain terbilang cepat dibanding kakaknya, terutama motorik kasarnya. Saat ini sudah bisa berjalan, bicara beberapa kata seperti Nda, Bapak, Ayah, Mam, Dede, Mas, Nenen. Dia juga lancar dalam mengerjakan dan memainkan permainan stimulasi motorik halus dan kasarnya.

Ketiga, lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, mengapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yg anda miliki.


Saat ini masih terus menggali potensi yang dimiliki diri. Sesuai minat saya, potensi di bidang pendidikan yang sangat ingin dikembangkan. Berusaha mendidik sendiri anak-anak dengan bantuan dan arahan dari suami.


Keempat, lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? Adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?


Lingkungan tempat tinggal adalah lingkungan komplek yang tenang, dengan tetangga yang beragam. Saya dan suami bekerja dari rumah sedangkan anak-anak termasuk yang senang berada di rumah, jadi aktivitas kami kebanyakan di rumah, dan sesekali keluar untuk jalan-jalan atau keliling komplek menyapa tetangga. Tantangan yang ada di depan adalah bagaimana mendidik dan membesarkan anak-anak sesuai fitrahnya.

Kami yakin Allah punya maksud dihadirkan keluarga kami di lingkungan ini. Untuk saat ini belum banyak hal yang kami bisa lakukan untuk lingkungan, karena kami masih belum lama tinggal di tempat tinggal sekarang. Tapi, kami berharap kami bisa mengambil peran membagi ilmu di bidang pendidikan.

Alhamdulillah...

Saturday, October 29, 2016

Indikator Profesionalisme Perempuan - NHW #2

Assalamu'alaikum
Menjadi Ibu Profesional, Kebanggaan Keluarga. 
Itulah materi minggu kedua kelas Matrikulasi Batch 2 Institut Ibu Profesional Bandung. Jadi ibu itu ternyata juga harus profesional, karena ibu lah pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya. Ibu dituntut untuk senantiasa memantaskan diri dengan berbagai ilmu, agar bisa bersungguh-sungguh mengelola keluarga dan mendidik anaknya dengan kualitas yang sangat baik. Timbul pertanyaan dalam diri, sudahkah menjadi ibu yang seperti itu? Hm, diri pribadi merasa sepertinya masih jauuuuuuh sekali dari itu. Masih banyaaaak sekali ilmu yang harus dipelajari untuk bisa dikatakan ibu yang profesional, yang bisa menjadi kebanggaan keluarga.

Menurut komunitas IIP, ada 4 tahapan menjadi Ibu Profesional yaitu: Bunda Sayang - Bunda Cekatan - Bunda Produktif - Bunda Shaleha. Saat ini, sebagai perempuan, peran yang melekat pada diri adalah sebagai makhluk Alloh, individu, bagian masyarakat, anak dari orang tua, istri dari suami, dan ibu dari anak-anak. Dengan banyaknya peran tersebut, perlu adanya peningkatan kualitas diri dalam langkah untuk menjadi ibu profesional.

Ibu profesional adalah kebanggaan keluarganya. Seorang ibu mengemban tugasnya dengan baik jika suami dan anak-anaknya, yang notabene adalah yang paling berhak mendapatkan sosok seorang istri dan ibu yang terbaik bagi mereka, merasa bangga dengan keberadaannya. Jadi, untuk mengetahui indikator apa saja yang menjadi tolak ukur keberhasilan performance seorang ibu, baiknya ditanyakan langsung kepada anak dan suami.

Berkaitan dengan hal tersebut, tugas untuk Nice Home Work #2 adalah menyusun “CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN” sebagai individu, istri, dan ibu dengan syarat SMART (Specific, Measurable, Achievable, Realistic, dan Timebond)


-----
Bismillah..

Sebelum membuat checklist indikator, saya sudah bertanya pada suami, istri seperti apa yang dia harapkan. Jawabnya sih simple, tapi cukup membuat tercenung. Istri yang patuh taat pada suami (kecuali dalam kemaksiatan tentunya). Masih perlu lebih menekan ego nih, hehe. Anak-anak belum bisa ditanya, wong belum bisa lancar berbicara. Paling jawabnya nda neneeeen, mam, sama aemsyu. Jadi, dalam menyusun indikator ini tetap perlu memikirkan hal-hal yang perlu dilakukan dan ditingkatkan dalam menjadi individu, istri, dan ibu yang lebih baik. 

Checklist ini rencana dibuat untuk dilakukan selama 2 bulan kedepan (31 Oktober 2016 s.d. 31 Desember 2016) untuk kemudian dievaluasi. Berikut checklist indikator yang sudah disusun:


Alhamdulillah. Semoga kedepannya bisa menjadi individu, istri, dan ibu yang lebih baik, menjadi ibu kebanggaan keluarga. Aamiin.

Wednesday, October 19, 2016

Matrikulasi IIP batch 2 - NHW #1

Mengenai latar belakang ikut kelas matrikulasi Institut Ibu Profesional sudah saya tulis pada postingan sebelumnya (Perjalanan menjadi ibu profesional)

Koleksi pribadi-red

Memasuki minggu pertama, materi #1 kelas matrikulasi IIP batch 2 adalah tentang "ADAB MENUNTUT ILMU". Sebagai tugas, ada Nice Homework (NHW) #1 yang harus saya kerjakan yang terdiri dari 4 poin pertanyaan.

Pertama, kalau diminta menentukan satu jurusan ilmu yang akan ditekuni di universitas kehidupan ini, apakah itu?

Bingung, karena banyak hal yang diminati dan ingin dipelajari. Belajar musik, bahasa asing, finance, pendidikan, cooking, art, menjahit, komputing, design, agama. Tapi, kalau diminta menentukan satu, saya akan memilih inti dari minat-minat belajar saya tersebut, yakni PENDIDIKAN/MENGAJAR. Saya banyak mempelajari suatu hal karena saya ingin bisa mengajarkannya pada orang lain.

Kedua, alasan terkuat apa yang dimiliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut?

Alasan terkuat adalah saya ingin bisa memberikan manfaat bagi orang lain, setiap bisa mengajarkan ilmu yang saya miliki ada kepuasan batin tersendiri yang membuat saya bahagia. Selain itu, mengajarkan ilmu yang dimiliki juga diserukan oleh Rasulullah S.A.W. dalam hadits.

Rasulullah S.A.W. bersabda :
Apabila anak Adam meninggal dunia maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga hal, (yaitu) sedekah jariyah, ilmu yang diamalkan (diajarkan), dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR Muslim)

Rasulullah  S.A.W. bersabda :
Orang  yang  menunjukkan  suatu kebaikan  balasannya  seperti  orang  yang mengerjakannya”. (HR Al-Bazar,  At Thabrani  dalam  al-Mu'jam  Al-Kabiir,  at Tirmidzi)

Ketiga, bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan direncanakan di bidang tersebut?

Saat ini, saya ingin fokus pada pendidikan anak-anak saya. Strategi menuntut ilmu yang akan direncanakan di bidang pendidikan antara lain:
  1. Mempelajari Al-Qur'an dan hadits sebagai landasan ilmu.
  2. Memperbanyak ilmu bermanfaat dengan referensi buku, artikel dan media sosial.
  3. Bergabung dengan komunitas dan mengikuti seminar pendidikan.
  4. Mengajar anak-anak saya secara langsung untuk menemukan metode pengajaran yang tepat yang bisa saya terapkan.


Keempat, berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perubahan sikap apa saja yang perlu diperbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut?

Perubahan sikap yang perlu diperbaiki dalam proses mencari ilmu antara lain: 
  1. Mendahulukan adab mencari ilmu agar ilmunya berkah dan bermanfaat.
  2. Membiasakan mencatat dan mencoba mengaplikasikan ilmu yang didapatkan sesegera mungkin.
  3. Membuka pikiran, meluruskan niat dan bersikap ikhlas dalam mencari ilmu.
  4. Mengalokasikan waktu untuk belajar setiap harinya.

Alhamdulillah

Perjalanan menjadi Ibu Profesional

Koleksi pribadi -red
Dulu, saya pernah mengalami masa dimana saya tertekan karena "hanya" menjadi ibu rumah tangga. Merasa tidak berharga karena setelah resign dari bank, status saya jadi tidak bekerja, otomatis tidak menghasilkan uang sendiri. Belum lagi beban aktualisasi diri dalam masyarakat dan pandangan orang di sekitar yang menyayangkan keputusan saya. Takdir Alloh, di saat itu juga saya mengalami keguguran kehamilan pertama, diikuti yang kedua beberapa bulan setelahnya. Berat banget rasanya di masa itu.

Namun, berkat dukungan penuh dari suami, perlahan saya pulih secara mental dan fisik. Setelahnya saya diijinkan buat mengajar mata pelajaran matematika di rumah belajar tempat sahabat saya mengajar. Alasan dibolehkan sih karena tidak menyita banyak waktu dan sesuai dengan background kuliah Matematika sains. Di tempat inilah saya merasa menemukan hal yang saya minati, yaitu mengajar. Membantu anak-anak, membagikan sedikit ilmu yang saya tahu, ternyata sangat menyenangkan. Sayang, saya harus resign saat melahirkan anak pertama saya, Alif.

Perjalanan saya menjadi ibu dimulai sejak saat itu. Merawat bayi saya sendiri, yang sudah sangat saya inginkan. Pikiran untuk bisa kembali bekerja kadang muncul, tapi saat ini yang saya dan suami inginkan adalah saya fokus dulu sama anak-anak, Alif dan adiknya, Zain. Saya ingin merawat sendiri anak-anak yang dititipkan Alloh semampu saya. Terlebih, hasrat ingin mengajar bisa saya salurkan terhadap anak-anak saya :)

Kenyataannya, menjadi ibu rumah tangga tidaklah mudah. Merasa kurang dalam banyak hal, salah satunya ilmu dalam mengasuh dan merawat anak. Alhamdulillah, salah satu jalan menuntut ilmu, saya diberi kesempatan buat bergabung dalam kelas Matrikulasi Batch 2 Institut Ibu Profesional Bandung. Semoga Alloh memberi kemudahan dalam menyerap ilmu yang diajarkan dan bisa mengerjakan tugas-tugasnya. Juga diberi jalan untuk memanfaatkan ilmu-ilmu tersebut dalam kehidupan. Mari memulai perjalanan untuk menjadi ibu profesional.

Bismillah..

fb Matrikulasi batch 2 IIP Bandung

Tips Membuatkan Mainan Untuk Anak

Catatan Kulwap *TIPS MENJADI IBU YANG PERCAYA DIRI TERUTAMA DALAM HAL MEMBUATKAN MAINAN UNTUK ANAK* Pemateri: Bunda Irah 1⃣ *Niat yang...