Thursday, March 30, 2017

Family Project Day 8

Day 8 - 30 Maret 2017

Hari ini lanjut ke family project yang kedua. Setelah mengadakan family forum, project selanjutnya yang akan kita lakukan adalah menyumbangkan baju bekas layak pakai khusus gamis, koko, dan jilbab untuk jamaah muslim di Gunung Kidul. Project akan kita namai, Project Baju Muslim Untuk Sesama.

Beberapa waktu lalu mendapat pesan di grup whatsapp tentang info menyumbangkan baju bekas layak pakai untuk jamaah kurang mampu yang berada di Gunung Kidul. Kebetulan sedang ada niat untuk decluttering baju-baju yang kiranya masih layak pakai untuk dikeluarkan dari lemari, sayang karena beberapa jarang dipakai, semoga lebih manfaat bagi orang lain.

Rencananya project ini memang lebih banyak dilakukan oleh Bunda, untuk memilah dan memilih mana baju yang akan disumbangkan serta bagian pengemasan. Ayah bagian Quality Control menilai dan memutuskan apakah baju itu layak atau tidak untuk disumbangkan, serta bagian pengiriman lewat jasa. Alif dan Zain bagian pembantu umum, mereka membantu dan mengawasi semua kegiatan dari awal sampai akhir.

Kami berharap kami dan anak-anak bisa belajar lebih bersyukur dengan apa yang kami miliki lewat kegiatan berbagi. Tidak harus dalam bentuk uang, tapi bisa dalam bentuk apapun asal baik dan halal.

Untuk hari ini karena ada kegiatan di luar rumah, project baru dimulai sore hari. Bunda dibantu Alif memilah dan memilih pakaian mana yang perlu dikeluarkan dari lemari. Karena sudah malam dan capek, kegiatan akan dilanjutkan besok.



Wednesday, March 29, 2017

Family Project Day 7

Day 7 - 29 Maret 2017

Alhamdulillah, family project Daur Ulang Ceria dari bahan kardus bekas sudah selesai terlaksana. Detail:
23 Maret 2017 Perencanaan dan pengumpulan bahan baku kardus bekas
24 Maret 2017 Persiapan dan pengadaan alat dan bahan
25 Maret 2017 Project mobil kardus
26 Maret 2017 Project rumah kardus
27 Maret 2017 Project keranjang bola basket kardus
28 Maret 2017 Project mainan puzzle kardus
All checked..

Senang semua berjalan lancar dan melibatkan semua anggota keluarga. Sampai saat ini, hasil project masih digunakan untuk bermain, terutama rumah kardus yang masih berada di ruang depan, hehe.

Hari ini kami sekeluarga rencananya akan bermain ke playground sebagai bentuk apreasiasi untuk kerja keras Alif dan Zain. Sayangnya rencana tersebut gagal terlaksana karena satu dan lain hal. Sebagai ganti jadinya hanya bermain dan bersepeda di sekitar komplek rumah, kemudian beli makanan kesukaan.

Saat melakukan family forum, Alif bilang senang saat ditanya dengan family projectnya. Dia jadi banyak belajar, serta memiliki mainan baru buatan sendiri. Ayah juga sependapat, senang karena bisa bermain dan berkegiatan bersama-sama. Siap dengan family project selanjutnya. Day 7 - 29 Maret 2017

Alhamdulillah, family project Daur Ulang Ceria dari bahan kardus bekas sudah selesai terlaksana. Detail:
23 Maret 2017 Perencanaan dan pengumpulan bahan baku kardus bekas
24 Maret 2017 Persiapan dan pengadaan alat dan bahan
25 Maret 2017 Project mobil kardus
26 Maret 2017 Project rumah kardus
27 Maret 2017 Project keranjang bola basket kardus
28 Maret 2017 Project mainan puzzle kardus
All checked..

Senang semua berjalan lancar dan melibatkan semua anggota keluarga. Sampai saat ini, hasil project masih digunakan untuk bermain, terutama rumah kardus yang masih berada di ruang depan, hehe.

Hari ini kami sekeluarga rencananya akan bermain ke playground sebagai bentuk apreasiasi untuk kerja keras Alif dan Zain. Sayangnya rencana tersebut gagal terlaksana karena satu dan lain hal. Sebagai ganti jadinya hanya bermain dan bersepeda di sekitar komplek rumah, kemudian beli makanan kesukaan.

Saat melakukan family forum, Alif bilang senang saat ditanya dengan family projectnya. Dia jadi banyak belajar, serta memiliki mainan baru buatan sendiri. Ayah juga sependapat, senang karena bisa bermain dan berkegiatan bersama-sama. Siap dengan family project selanjutnya. Adek Zain belum bisa ditanya, yang pasti dia senang dengan rumah kardus barunya, hehe.

Apa project selanjutnya? Ditunggu besok ya. Yang pasti tidak jauh dari kegiatan memanfaatkan barang yang ada..



Tuesday, March 28, 2017

Family Project Day 6

Day 6 - 28 Maret 2017

Hari ini Alif dibantu Bunda membuat puzzle dari kardus dan koran bekas. Sebelumnya Bunda memotong 2 bagian kardus sebagai alas puzzle. Kemudian Alif menggunting koran, mengelem dan menempelnya di salah satu kardus. Setelah itu diwarnai agar tampilannya lebih cantik. 




Gambar yang sudah dibuat sebelumnya Bunda potong ambil kotak tengah kemudian dipotong 4 bagian. Bagian sisa sisi pinggir dilem ke kardus satunya seperti bingkai. Satukan kembali bagian2nya, jadilah puzzle.




Ketika selesai, Ayah yang menemani Alif bermain dengan puzzlenya. Adek Zain bagian ngerecokin, hihi.

Ayo, buat mainan sederhana dan murah meriah dengan memanfaatkan barang bekas di sekitar kita. Selain menyenangkan saat membuat dan saat memainkannya, kita juga melakukan kegiatan lingkungan hidup.

Monday, March 27, 2017

Family Project Day 5

Day 5 - 27 Maret 2017

Bagian dari proyek Daur Ulang Ceria selanjutnya adalah membuat keranjang bola basket untuk bermain Alif dan Zaini. Hampir seharian ga enak badan, yang akhirnya menunda pengerjaannya. Setelah meyakinkan diri bahwa proyek ini harus selesai, akhirnya sore hari Bunda, Alif, dan Zain memulai proyek ini. Sederhana sih, hanya menyiapkan 2 buah kardus. Satu untuk dipotong bentuk persegi panjang sebagai penahan ke dinding dan satu untuk keranjangnya. Buat penahan dan perekat, dipakailah selotip coklat karena adanya itu, hihi. 

Selama pengerjaan Alif membantu mengguntingi selotip untuk perekatnya sedang Zaini menonton dengan manis. Sayangnya ga ada foto waktu bebikinan, tangan sudah sibuk.

Setelah jadi dan ditempel di tembok, Alif langsung bergegas mengambil bola, lari ke dekat keranjang dan shoooooot. Haha, senangnya hati.





Alhamdulillah... Bebikinan dengan memanfaatkan kardus bekas ini ternyata sangat bermanfaat. Selain untuk bonding keluarga, tapi juga melatih komunikasi, kerjasama dan kreativitas orang tua anak.

Sunday, March 26, 2017

Family Project Day 4

Day 4 - 26 Maret 2017

Setelah membuat mobil-mobilan dari kardus bekas, hari ini lanjut ke bagian kedua dari family project Daur Ulang Ceria, yaitu membuat rumah kardus.

Contoh rumah kardus, hasil jalan2 di Pinterest:


Rumah kardus yang ingin dibuat harus muat untuk minimal 2 anak agar tidak berebut. Untuk itu digunakan adalah kardus-kardus dengan ukuran cukup besar. Kebetulan ada kardus bekas mesin cuci yang sepertinya sesuai. 


Tahap pertama, Bunda membalik sisi dalam dan luar dari kardus agar bagian polos berada di luar. Selanjutnya membuat atap, ditambal dengan kardus lain untuk gentengnya. Selama proses ini, Alif membantu Bunda untuk memegangi kardus, menggunting dan menyiapkan selotip untuk perekat kardus.




Setelah bentuk rumah selesai, dilanjutkan dengan membuat pintu sebagai jalan masuk lubang angin, dan jendela agar cahaya bisa masuk ke dalam kardus. Alif Zain membantu memegangi. Setelah itu, Ayah mencoba dan mengetes rumah kardus bersama Alif. 

Taraa,, inilah rumah kardus kami. Alif dan Zain langsung semangat masuk keluar rumah sambil ketawa ketiwi bercanda. Alhamdulillah, mereka suka.






Saturday, March 25, 2017

Famiy Project Day 3

Day 3 - 25 Maret 2017

Hari ini mari memulai eksekusi family project Daur Ulang Ceria bagian pertama dengan membuat mobil-mobilan. 

Ini contoh mobil yang ingin dibuat:
Sumber: http://www.petitepartystudio.com

Untuk pembuatannya, anak-anak membantu proses dari awal sampai akhir, membantu menggunting beberapa bagian, mengelem, menempel, dan memasang setir. Bunda membantu membuat pola, menggunting beberapa bagian seperti roda dan membuat setir.






Setelah jadi, Ayah menemani Alif mencoba belajar menyetir mobil barunya, hehe. 




Semua happy.. Alhamdulillah

#TantanganHari3
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#BundaSayang

Family project day 2

Day 2 - 24 Maret 2017

Hari ini mulai membuat list dan menyiapkan kebutuhan untuk family project. Alat dan bahan yang dibutuhkan antara lain:
Kardus
Kertas kado
Kertas warna
Gunting
Cutter
Lem 
Spidol
Pewarna, bisa berupa crayon/ spidol warna/ cat air/ cat acrylic
Penggaris
Alas potong
Kertas hvs
Catatan: Alat dan bahan lain menyesuaikan.



Sebagian besar alat dan bahan sudah dibeli kemarin2, sebagian memanfaatkan persediaan. Yang belum tersedia yaitu kertas warna, yang rencana digunakan untuk menghias mobil kardus, yang akan dibuat besok.



Setelah makan siang, kami sekeluarga (Alif, Zain, Bunda, dan Ayah) pergi ke toko kelontong dekat rumah untuk membeli kertas warna dan lem karena lem yang ada tinggal sedikit. Alif belajar komunikasi produktif dan latihan kemandirian dengan melakukan transaksi jual beli. 

Untuk project membuat mobil kardus, Bunda mencari ide dengan browsing dan melihat-lihat di Pinterest contoh mobil kardus yang akan dibuat. Kemudian membuat rencana pembuatannya. Untuk project lainnya menyusul.

Demikian untuk progress family project hari ini. Semoga kegiatan eksekusi membuat mobil kardus yang rencananya akan dilakukan besok berhasil dan lancar.

#TantanganHari2
#Level3
#MyFamilyMyTeam


#KuliahBunsayIIP

Thursday, March 23, 2017

Family Project Day 1


Day 1 - 23 Maret 2018

Sejak adanya tantangan ketiga Kuliah Bunda Sayang IIP diberikan, Bunda dan Ayah mengadakan family forum berdua untuk menentukan apa family project yang akan dilakukan selama beberapa hari. Banyak ide, tapi karena project ini harus melibatkan anak-anak, maka project pertama yang memungkinkan adalah membuat mainan/ alat peraga edukatif bersama2. Family project ini akan kami namakan Daur Ulang Ceria. 



Banyak barang bekas yang sebenarnya bisa dimanfaatkan kembali agar menjadi barang berguna, salah satunya yaitu kardus bekas. Membuat karya dengan kardus bekas dapat menghemat pengeluaran belanja dan yang lebih penting sebenarnya adalah proses pembelajaran dan kreativitas dalam menyelesaikan suatu karya. Mendaur ulang kembali kardus bekas juga merupakan salah satu cara untuk mendukung gerakan cinta lingkungan hidup yang dapat kita lakukan. 

Dalam beberapa hari ke depan, kami sekeluarga akan mengisi hari-hari dengan membuat karya dari kardus bekas. Daftar mainan yang rencana dibuat antara lain:
- mobil kardus
- rumah kardus
- ring bola basket dari kardus
- puzzle kardus

Sebagai langkah awal setelah menentukan project, yang kami lakukan adalah mengumpulkan kardus-kardus bekas yang akan kami gunakan. Ternyata lumayan banyak.


Besok kami rencananya akan membuat list dan menyiapkan alat dan bahan lain yang diperlukan untuk kegiatan ini.

Bismillah...

#TantanganHari1
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP


Friday, March 17, 2017

Aliran Rasa Latihan Kemandirian

Bersyukur sekali dengan adanya materi melatih kemandirian di kuliah Bunda Sayang IIP, jadi "memaksa" saya melatih kemandirian anak-anak sedari kecil. Alif dan Zain masih batita. Ada beberapa latihan kemandirian yang sebaiknya mereka kuasai salah satunya makan sendiri. Sebelumnya saya tidak berhasil melatih ini karena ketidakkonsistenan saya melatih anak-anak meski sempat blw. 

Saya sadar anak-anak terutama bayi belajar dengan cepat, asal kita sebagai orang tua mau dan konsisten melatihnya. Saya senang saat anak-anak mulai inisiatif untuk melakukan hal-hal yang ditujukan untuk membantu saya, seperti membereskan mainan sendiri, melap air atau susu yang tak sengaja tumpah, meletakkan baju kotor ke keranjang cucian, membuang sampah ke tempatnya, bahkan membantu menyapu atau mengepel lantai. Sebisa yang mereka bisa lakukan.

List latihan kemandirian anak-anak saya masih panjang. Semoga satu persatu list tersebut bisa dilakukan dengan baik, untuk bekal masa depan mereka menjadi pribadi mandiri dan bermanfaat. Aamiin..

Terima kasih Bu Septi, tim fasilitator dan pengurus kelas untuk materi dan bantuannya.



Sunday, March 12, 2017

Monday, March 6, 2017

Ayah Smart Mencari Nafkah

Kulwap Parenting HEbat
Pemateri:  Ustadz Adriano Rusfi
Waktu: Senin, 6 Maret 2017

Banyak diantara kita yang berkata

_"Aku mencari nafkah demi keluarga dan anak-anakku"_.

Tapi anehnya justru gara-gara mencari nafkah yang pertama kali kita korbankan adalah keluarga dan anak-anak kita.

Kesibukan dalam mencari nafkah telah membuat kita tak punya kesempatan dalam mendidik anak-anak kita sendiri. Akibatnya terpaksa pendidikan mereka kita serahkan ke sekolah. Sehingga lahirlah generasi yang terlambat aqilnya.

Untuk itu, kita perlu smart dalam mencari nafkah, memiliki strategi dan sikap tertentu dalam mencari nafkah, sehingga kita masih memiliki waktu dan energi yang cukup untuk mendidik dan mendewasakan anak-anak kita sendiri.

Ada beberapa hal yang perlu kita lakukan agar kita smart dalam mencari nafkah :

Pertama, berusahalah bekerja dengan efisien, agar waktu yang kita miliki cukup banyak untuk keluarga dan mendidik anak-anak kita sendiri.

Kedua, jauhilah berburu kenyamanan, kemapanan, kekuatan finansial dan karir ketika anak-anak kita masih kecil dan lebih membutuhkan waktu, perhatian dan pendidikan kita. Percayalah, waktu terbaik untuk berburu kemapanan adalah ketika umur kita telah memasuki usia 40 atau 50 tahun, ketika anak-anak kita sudah mulai besar, Mandiri dan akil baligh.

Jangan terjebak ada anggapan "Mumpung masih muda", padahal justru masa tua itulah Masa terbaik dalam kehidupan kita, karena akhir itu lebih baik daripada permulaan.

Ketiga, Pilihlah ikhtiar mencari nafkah yang membuat kita lebih memiliki kemerdekaan waktu dan finansial, sehingga kita mampu mengelola waktu waktu tersebut untuk kepentingan keluarga kita.

Di antara ikhtiar yang terbaik adalah wirausaha, bekerja part-time, project-based income dsb. Bagi yang percaya pada rezeki dari Allah, mereka tidak akan takut untuk melakukan pekerjaan pekerjaan outsourcing dan sebagainya.

Bagi kita yang lebih memfokuskan diri dan waktu untuk mendidik anak-anaknya di waktu kecil, justru anak-anaknya akan menjadi lebih cepat Mandiri dan tidak akan menjadi beban ekonomi dan finansial berkepanjangan.

Jangan lupa, habis-habisan dalam mencari nafkah mungkin akan membuat kita memiliki kemapanan finansial di dunia. Namun mendidik anak sholeh justru akan membuat kita memiliki kemapanan hidup di akhirat kelak.

📡📡📡📡📡📡📡📡📡📡📡

Kurikulum Allah

Kulwap Parenting
Pemateri: Adriano Rusfi
Waktu: Jumat, 3 Maret 2017

Semua peristiwa yang terjadi dalam kehidupan ini adalah rencana Allah, program Allah, blueprint Allah. Tak ada yang kebetulan dan tak ada yang sia-sia (3 : 190-191)

Setiap peristiwa hadir sebagai bagian dari sunnatullah, untuk merespons perilaku, permasalahan dan kebutuhan manusia. Musibahpun hadir sebagai jawaban atas ulah manusia (30 : 41)

Alhasil, atas kekuasaan Allah maka setiap peristiwa adalah pelajaran bagi manusia. Terjadinya sejumlah peristiwa "asbabun nuzul"nya adalah perangai  manusia itu sendiri, agar manusia belajar darinya.

Hebatnya lagi, setiap peristiwa yang Allah ciptakan dapat dimaknai dan diambil pelajarannya secara berbeda dan beragam oleh orang yang berbeda, sesuai dengan permasalahan dan kebutuhannya masing-masing. Itulah yang disebut dengan HIKMAH

Maka, apapun yang terjadi dalam kehidupan ini adalah KURIKULUM ALLAH. Seluruh peristiwa hadir untuk pendidikan dan pelajaran bagi kita dan anak-anak kita, sebagai bekal untuk menjalani kehidupan, di dunia dan akhirat.

Dengan demikian, pada dasarnya untuk menjalani kehidupan ini, untuk memiliki life skills dasar (Basic Life Competence), yang manusia butuhkan hanyalah Kurikulum Allah. Sedangkan Kurikulum rancangan manusia dibutuhkan untuk membangun kompetensi-kompetensi sekunder dan tingkat lanjut (Advanced Secondary Competence)

Dan agar anak-anak kita terdidik dengan Kurikulum Allah, yang kita butuhkan adalah :

Pertama, mencemplungkan anak-anak kita ke dalam realitas seutuhnya dengan penuh iman dan tawakkal pada Allah bahwa dia adalah pendidik, pemelihara dan pelindung terbaik anak-anak kita.

Kedua, berbaik sangka pada Allah, lingkungan dan kehidupan bahwa segala hal yang terjadi adalah penuh hikmah, pendidikan, maslahat dan manfaat bagi pendidikan anak-anak kita

Ketiga, membangun kepekaan ayahbunda dan anak terhadap terhadap segala peristiwa, dan bermujahadah penuh untuk mengambil pelajaran dan hikmah darinya.

Keempat, tidak "mengepung" anak dengan kurikulum-kurikulum akademik dan artifisial yang begitu padat, teknis dan rinci, sehingga anak-anak seakan terhalangi untuk belajar langsung dari Tuhannya. Kalau anak ingin belajar dari kurikulum Allah, maka OPTIMALKAN YANG ALAMI DAN MINIMALKAN YANG REKAYASA.

Lengkapnya di https://diskusiemakkekinian.wordpress.com

Tantangan Mencapai Hari ke 10

6 Maret 2017
Day 10



Alhamdulillah, masuk hari ke 10 latihan kemandirian. Alhamdulillah di hari ini ada kemajuan. Alif berhasil memakai celana sendiri serta memakai baju dalaman untuk latihan memakai baju sendiri. Alif juga sudah bisa menggosok gigi serta memberi pasta gigi ke sikat gigi sendiri. 

Zain mulai banyak berceloteh bahasa bayi untuk mengungkapkan diri. Hari ini Zain bisa meminta tolong dengan bahasa tubuh saat dia tidak bisa mengambil bola yg masuk kolong ketika bermain bola. Zain mendatangi bunda, berceloteh, menarik tangan bunda kemudian menunjuk ke arah bola. Baby is an amazing learner, isn't it?

#Level2
#KuliahBunsayIIP
#LatihanKemandirian

Sunday, March 5, 2017

Jalan di Tempat

5 Maret 2017
Day 9


Hari Minggu, ga kemana-mana jadi seharian aktivitas di sekitaran rumah saja. Family time, bermain, nonton film, makan, dan lainnya dilakukan bersama.

Tidak banyak kemajuan hari ini jika dibandingkan hari kemarin, cenderung sama. Alif dan Zain masih berlatih makan sendiri, yang sepertinya memang akan memakan waktu lama dan kontinu. Alif masih berlatih menggosok gigi dan memakai pakaian sendiri. Zain masih berlatih mengungkapkan keinginan dengan bahasa dia.

#Level2
#KuliahBunsayIIP


#MelatihKemandirian

Saturday, March 4, 2017

Hari ke Delapan

4 Maret 2017
Day 8



Yey, Alif sudah bisa memakai celana sendiri sampai selesai. Baju atasan masih kesulitan tapi tidak ada rengekan saat berusaha memasukkan tangan ke lengan baju, dia meminta bantuan dengan baik.

Menyikat gigi menjadi "ajakan" agar dia mau mandi. Hari ini masih berlatih pelan-pelan menyikat gigi sendiri dengan bantuan arahan Bunda. Dia juga "maksa" mau sendiri ngasih pasta gigi ke sikat. Ah, anakku mulai mau mandiri.

Adek Zain berlatih menyampaikan keinginan. Jika ingin makan dia bisa bilang "emam", ambil dan bawa botol minum jika ingin minum air putih. Tapi, jika urusan nenen, dia masih segan untuk bilang "nenen" meski sudah dimotivasi Ayah dan Mas Alif. Yang dia lakukan adalah nemplok ke badan Bunda terus pegang2 dada Bunda, heuuuuu...  



#Level2
#KuliahBunsayIIP
#LatihanKemandirian

Friday, March 3, 2017

Memulai Hal Baru Lagi

3 Maret 2017
Day 7



Latihan makan sendiri masih berjalan. Tetap semangat melatih kemandirian Alif dan Zain. Alif mulai inisiatif mengambil air minum sendiri dari dispenser dengan gelas. Tentu dengan pengawasan dan Bunda tahu dia sudah kenal mana kran air panas dan dingin.

Hari ini Bunda mulai menambah latihan kemandirian Alif untuk sikat gigi sendiri dan memakai baju sendiri selain makan sendiri yang sudah beberapa hari ini dilakukan. Alhamdulillah, respon positif didapatkan. Alif senang sekali saat dia boleh menyikat giginya sendiri, meski Bunda masih mengarahkan bagian2 yang harus disikat. Peernya masih ada yaitu berlatih berkumur yang benar dan memberi odol pada sikat gigi.

Tentang gigi, empat gigi seri bagian atas Alif sudah mulai gigis alias keropos sejak dia 1 tahun, dan dulu sangaaaaat sulit sekali diajak kerjasama menyikat gigi. Baru setelah usia 2 tahun dia mau dengan sukarela disikat giginya sama Bunda. Semoga kebiasaan baik menyikat gigi sendiri ini akan terus dilakukan Alif terutama saat nanti gigi permanennya sudah tumbuh, sampai seterusnya dia dewasa.

Mengenai memakai baju, Bunda melihat Alif mulai bisa menggunakan celana sendiri meski masih perlu dibantu merapikan bagian pinggang. Untuk kaos dalaman dan atasan masih belum bisa, masih ada rengekan minta dibantuin. Pelan-pelan ya, Nak. Nanti insya Alloh juga bisa. Peernya belajar memasukkan lengan ke lengan baju dan mengancingkan baju.

Mengenai kebiasaan baik, beberapa bulan ini di rumah Alif memiliki tugas untuk membuang sampah bungkus makanan dan minuman dia ke tempat sampah. Kadang juga sampah Bunda, Ayah, dan Adek Zain saat diminta bantuannya. Dan kebiasaan ini ternyata sudah melekat padanya. Tadi siang saat sedang ke tempat belanja, Alif berinisiatif membuang sampah bekas minum ke tempat sampah sendiri. I'm a proud mom.

#Level2
#KuliahBunsayIIP
#MelatihKemandirian



Thursday, March 2, 2017

Tetap berlatih

2 Maret 2017
Day 6


Hari ini masih melatih kemandirian anak-anak untuk makan sendiri. Alhamdulillah makin hari makin terlatih mereka, meski memang masih membutuhkan latihan kontinu berkelanjutan agar akhirnya menjadi kebiasaan dalam kemandirian.

Saat ini mereka memang belum sepenuhnya makan sendiri, masih perlu ditemani dan diarahkan, serta apabila mogok makan perlu dibantu. Tapi it's ok. Perubahan yang cukup positif terjadi terutama pada Alif yang membutuhkan ekstra energi untuk memotivasinya. Semoga tidak membutuhkan waktu lama sampai akhirnya mereka mau dan bisa makan sendiri.

Hari ini Alif juga mulai berlatih kembali menggosok gigi dengan benar. Selama ini Bunda masih membantu menggosok gigi karena dia suka "mengemut" sikat giginya. Alhamdulillah, dia cukup antusias. Selain itu dia juga mulai tertarik untuk memilih dan memakai pakaian sendiri. Mungkin ini yang akan menjadi skill yang selanjutnya dilatih.

#Level2
#KuliahBunsayIIP
#MelatihKemandirian

Wednesday, March 1, 2017

Progress mulai Terlihat

1 Maret 2017
Day 5



ALHAMDULILLAH.. Hari ini Alif lebih termotivasi untuk makan sendiri, terutama pada saat sarapan. Dia makan sendiri pancake dan tempe goreng (yang dia minta sendiri) tanpa banyak rengekan. Zain cukup antusias dengan makanannya di awal-awal, dan mulai mogok setelah setengah porsi dia habiskan. Tapi, hey.. ini kemajuan.. dan Bunda happy.



#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Tips Membuatkan Mainan Untuk Anak

Catatan Kulwap *TIPS MENJADI IBU YANG PERCAYA DIRI TERUTAMA DALAM HAL MEMBUATKAN MAINAN UNTUK ANAK* Pemateri: Bunda Irah 1⃣ *Niat yang...