Saturday, July 29, 2017

Stimulasi Matematika Logis -10


Kegiatan stimulasi Matematika Logis kali ini antara lain:

1. Bermain bombix, dimana diperlukan kreativitas dan imajinasi untuk menyusun kepingan bombix menjadi sebuah bentuk yang berarti. Kegiatan ini untuk Zain Dan Alif

2. Bermain DIY Hundred board untuk berlatih berhitung 1-100. Board ini hasil diy Bunda yang dibuat dari kardus bekas.



Friday, July 28, 2017

Stimulasi Matematika Logis -9

Kegiatan Alif hari ini adalah latihan menggunting mengikuti pola, mengerjakan maze mencari jalan dan membuat kreasi bentuk akuarium dari kertas.


Untuk latihan menggunting, Bunda siapkan pola gambar dengan pola untuk digunting. Alif lancar untuk pola garis lurus dan bergelombang, sedang untuk pola lancip naik turun dia masih kesulitan.

Alif sukaaa sekali mengerjakan maze mencari jalan. Saat liat gambar maze dia bisa langsung teriak kegirangan dan minta alat tulis. Bahkan jalan ke kamar mandi atau kemanapun dia suka anggap maze. Berbagai pola yang Bunda kerjakan dia bisa dengan mudah kerjakan. Lagi dan lagi.

Awalnya dia kurang semangat membuat akuarium, yang sebenarnya sudah dari kemarin ditawarkan. Tapi saat Bunda ajak menggunting dan menempel dia mau. Printable dan dus Bunda sediakan. Setelah jadi, kami berhitung berapa jumlah ikan, tumbuhan air, mencari ikan mana yang paling besar kecil, warna2nya.

Setelah jadi, akuariumnya dikasih ke adek Zain. Dia suka akuariumnya, langsung dia acak2, hehe. Diambilnya ikan2 dan dilepasnya dari kertas penyangga. Mulai dimainkan dan dihitung.

Kegiatan untuk adek Zain tak banyak terencana, masih suka2 anaknya. Kali ini dia mengambil puzzle shapes kemudian menyusunnya sendiri. Setelahnya mengambil tangram kemudian menumpuknya seperti piramid.


#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs

Thursday, July 27, 2017

Stimulasi Matematika Logis -8

Kemarin beli susu pasteurisasi di supermarket, tapi pas dicoba ternyata rasanya sudah asem, basi. Kecewa berat, padahal kemasan masih bagus. Huhu..

Sebelum dibuang, si susu dibuat main dulu aja. Niatnya mau eksperimen susu ajaib. Bahannya susu, pewarna makanan dan sabun cuci piring. Susu dituang di wadah, beri pewarna makanan, kemudian pelan2 sentuhkan cottonbud yang ujungnya diberi sabun ke tetesan pewarna.

Pewarna akan "menyebar" saat disentuh cottonbud. Tadi ada yang rusuh mengaduk pewarnanya, jadi nyampur2 warnanya. Betah main ini sampai warnanya tercampur semua. Anak2 happy




Kegiatan ini mengenalkan warna Dan urutan dalam melakukannya dalam kaitannya dengan stimulasi Matematika.

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs

Wednesday, July 26, 2017

Stimulasi Matematika Logis -7


Hari ini adek Zain yang masih penasaran dengan puzzle geometri mencoba memainkannya lagi. Alhamdulillah mulai lancar, dia bisa mengenali bentuk dan posisinya dengan tepat.


Alif minta perhatian Bunda,  dia mau memperlihatkan kebisaan memasang tangram. Alhamdulillah berhasil, meski sempat kebingungan waktu ada bagian yang salah tempat tapi dia berhasil mengatasi sendiri kebingunganya dan mencari solusinya.


#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs


Tuesday, July 25, 2017

Stimulasi Matematika Logis -6

Ada yang belum bisa move on dari puzzle. Alif tetap saja suka minta diambilkan puzzle di lemari rak meskipun setiap hari memainkannya. Jadi semua koleksi puzzle hari ini keluar semua, dimainkan satu persatu.



Alif juga mulai berimajinasi menggunakan Tangram. Pagi ini dia menyusun mobil dengan roda katanya.

Zain mulai sering menunjuk dan menyebutkan angka yang ada di poster dinding.

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs

Monday, July 24, 2017

Stimulasi Matematika Logis -5


Hari ini Alif Zain  bermain lempar bola ke dalam keranjang. Keranjang dan tempat melempar bola diberi batas jarak. Rame bener mainnya, banyak bola yang ga masuk keranjang. Selesai lempar bola, kita hitting bola yang berhasil masuk keranjang. Kegiatan bermain in kita lakukan beberapa kali.


Setelah itu kami bermain "kelinci mengambil wortel".  Bunda siapkan printable wortel yang dilaminating kemudian ditaruh di lantai. Alif berperan sebagai kelinci, melompat2 kemudian mengambil wortelnya. Setelah selesai kita hitting berapa banyak wortel yang terkumpul. Zain ikut bermain mengambil wortel.


#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs




Sunday, July 23, 2017

New badge 4 Dan 5

Alhamdulillah.. terima kasih..






Stimulasi Matematika Logis -4


Hari ini Bunda siapkan sensori bin dengan tema taman bungaku. Tanah dari beras yang diberi pewarna makanan warna hijau tua dihias dengan gambar printable bunga dan binatang yang biasa hidup di taman. Sebagai aksesoris, Bunda tambahkan tanaman buatan.



Alif dan Zain belajar mengenali apa yang sering dijumpai di taman bunga. Sambil bernyanyi lihat kebunku, kegiatan menjadi lebih seru. Setelah itu, mereka bermain menyendoki beras ke wadah gelas dan mangkok. 

Kegiatan ini berguna untuk menstimulasi kemampuan matematika logis, anak-anak berlatih menakar beras dalam sendok, gelas dan mangkok. Selain itu mereka juga melatih kemampuan motorik halus untuk menyendok dan menuang.

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs

Saturday, July 22, 2017

Stimulasi Matematika Logis -3


Kegiatan untuk stimulasi matematika logis anak yang dilakukan hari ini adalah bermain puzzle dan tangram. Puzzle yang dimainkan yaitu puzzle shapes/bentuk bangun datar/geometri serta puzzle numbers/angka 1-10.

Alif dan Zain bergantian memainkannya. Sambil bermain mencocokkan puzzle, Alif menyebutkan apa nama geometri dan angkanya, sedangkan adek Zain berlatih mengenali dan menyebutkannya dengan arahan Bunda.


Alif suka sekali dengan tangram ini. Awalnya Bunda kenalkan dengan tangram DIY yang Bunda buat dari kardus bekas kemudian diwarnai. Sayangnya tangram DIY ini tidak bertahan lama karena sering dimainkan, jadi akhirnya Bunda beli yang dari kayu.

Untuk kali ini, tangram ini dimainkan seperti puzzle. Alif mencoba menyusun tangram sehingga bisa pas mengisi kotaknya. Dari hal ini, Alif belajar mengenai urutan letak dan bentuk-bentuk.




#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs

Friday, July 21, 2017

Stimulasi Matematika Logis -2



Untuk kegiatan hari ini Bunda buatkan DIY sorting box untuk Alif dan Zain. Bahannya dari bahan kardus bekas sepatu buat box dan kardus bekas wadah cake buat kartu. Alatnya hanya spidol, cutter dan penggaris. Caranya buatnya mudah. Box sepatu diukur untuk kemudian diberi garis lubang dengan jarak yang sama untuk memasukkan kartu. Bunda buat 11 lubang (kelebihan, harusnya10 lubang). Setelah itu potong2 kardus untuk kartu ukuran 3x3, kemudian beri tulisan dengan spidol permanent. Kali ini temanya number dan shapes jadi Bunda buat kartu angka 1-10 dan berbagai macam bentuk bangun datar. 



Saat baru jadi, Zain yang memainkannya. Sekarang2 dia lagi suka mengenali angka 1-10 dan mencoba menyebutkannya. Alhamdulillah sudah bisa meski untuk beberapa angka masih belum jelas pengucapannya. Untuk shapes nya dia belum begitu tertarik, lebih tertarik main puzzle shapes.

Berbeda dengan Alif yang langsung minta shapes lebih dulu baru kemudian setelah bosan minta berbarengan dengan numbers. Tingkat kesulitannya mungkin perlu ditambah untuk Alif.
Selanjutnya, kartu klasifikasinya bisa divariasi lagi, jadi sorting warna, gambar-gambar dan huruf.

Kegiatan ini melatih/menstimulasi matematika logis dalam kemampuan mengklasifikasikan benda dan mengenali angka dan bentuk geometri.

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs

Thursday, July 20, 2017

Stimulasi Matematika Logis -1



Hari ini Alif dan Zain membuat kreasi bulan bintang dengan gunting tempel. Bunda siapkan printable gambar domba di bulan yang nantinya akan ditempeli gambar bintang-bintang yang digunting. Untuk Alif bunda persilakan menggunting sendiri gambar bintangnya, sekalian melatih kekuatan jari dan koordinasi otak tangan. Sedangkan untuk Zain, Bunda siapkan gambar bintang-bintang yang sudah digunting dan tinggal ditempelkan.

Setelah selesai menggunting, saatnya menempel. Beri lem yang sudah disiapkan di piring kecil pada gambar kemudian tempel. Tepuk2 sedikit biar nempel, haha. Alif yang biasanya jijik pada cairan lengket kental kali ini terlihat menikmati kegiatan ini. Zain masih suka2 mengelemnya, kadang terbalik memberi lem, dan hampir semua benda yang dia lihat di meja diberi lem. Hadeuh..

Setelah selesai menempelkan semua bintang, Bunda tanya berapa banyak bintang yang tertempel untuk mereka hitung. Alif dapat 13 dan Zain dapat 5. Yey.. Mereka suka memperlihatkan hasil kreasi mereka.

Kegiatan sederhana ini menstimulasi matematika logis untuk mengenali warna, bentuk bintang dan bulan, serta berhitung banyaknya gambar. Mereka juga mengeksplor benda-benda yang mereka sentuh. Selain itu juga melatih kreativitas serta koordinasi tangan dan otak.





Kegiatan selanjutnya adalah matching gambar. Bunda siapkan beberapa printable dan gambar untuk anak-anak gunakan. Untuk Zain Bunda siapkan matching gambar binatang dan bayangannya serta binatang dan "rumah"nya yang sudah diberi garis putus-putus untuk tracing. Untuk Alif juga sama tetapi dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi dimana jumlah binatang lebih banyak dan garis penghubungnya berkelok-kelok. Di sela-sela bermain Bunda bertanya tentang apa nama binatang yang mereka lihat dan berapa banyak jumlah binatangnya.

Kegiatan ini melatih kemampuan matematika logis untuk mengklasifikasikan benda dan berhitung. Kegiatan ini juga melatih koordinasi otak tangan untuk latihan menulis.


Selain kegiatan yang sudah Bunda siapkan, anak-anak juga banyak mengeksplor sekelilingnya. Saat melihat benda maka Alif akan menyebutkan apa bentuk geometrinya. Saat melihat tulisan angka maka Zain akan berusaha menyebutkan angkanya. Saat melihat sejumlah benda maka mereka akan coba menghitungnya. 


#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs


Sunday, July 16, 2017

Materi Stimulasi Matematika Logis

Alhamdulillah. Yeyeye.. Kuliah Bunda Sayang IIP dimulai kembali dengan materi baru.

........
*MENSTIMULUS  MATEMATIKA LOGIS  PADA ANAK*

Semua anak lahir cerdas, masing-masing diberikan potensi dan keunikan yang menjadi jalan mereka untuk cerdas di bidangnya masing-masing.  Dua macam kecerdasan dasar yang memicu munculnya kecerdasan yang lain adalah kecerdasan bahasa dan kecerdasan matematis logis. Dimana di  dua kecerdasan ini banyak orangtua yang salah menstimulus, tidak paham tujuannya untuk apa, ingin anak-anaknya segera cepat menguasai dua hal tersebut, sehingga banyak diantara anak-anak BISA menguasai dua kecerdasan tersebut tetapi mereka TIDAK SUKA.  Sebagaimana kita ketahui di materi sebelumnya bahwa

" *Membuat anak BISA itu mudah, membuatnya SUKA baru tantangan* "


*MATEMATIKA LOGIS*

Pada dasarnya setiap anak dianugerahi kecerdasan matematika logis. Gardner mendefinisikan kecerdasan matematis logis sebagai _kemampuan penalaran ilmiah, perhitungan secara matematis, berpikir logis, penalaran induktif/deduktif, dan ketajaman pola-pola abstrak serta hubungan-hubungan_.

Dapat diartikan juga sebagai *_kemampuan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kebutuhan matematika sebagai solusinya_*


Menurut Gardner ada kaitan antara kecerdasan matematika logis  dan kecerdasan bahasa. Pada kemampuan matematika, anak menganalisa atau menjabarkan alasan logis, serta kemampuan mengkonstruksi solusi dari persoalan yang timbul. Kecerdasan bahasa diperlukan untuk merunutkan dan menjabarkannya dalam bentuk bahasa.


*CIRI-CIRI ANAK DENGAN KECERDASAN MATEMATIKA LOGIS*

a.  Anak gemar bereksplorasi untuk memenuhi rasa ingin tahunya seperti menjelajah setiap sudut

b. Mengamati benda-benda yang unik baginya

c.  Hobi mengutak-atik benda serta melakukan uji coba

d. Sering bertanya tentang berbagai fenomena dan menuntut penjelasan logis dari tiap pertanyaan yang diajukan.

e. Suka mengklasifikasikan berbagai benda berdasarkan warna, ukuran, jenis dan lain-lain serta gemar berhitung

Yang sering salah kaprah di dunia pendidikan dan keluarga saat ini adalah buru-buru menstimulus matematika logis anak dengan cara memberikan pelajaran berhitung sejak dini. Padahal berhitung adalah bagian kecil dari sekian banyak stimulus yang harus kita berikan ke anak untuk merangsang kecerdasan matematika logisnya.Dan harus diawali dengan berbagai macam tahapan  pijakan sebelumnya.

Yang perlu kita pelajari di Ibu Profesional adalah Bagaimana kita merangsang kecerdasan matematis logis anak sejak usia dini? Bagaimana kita menanamkan konsep matematis logis sejak dini? bukan buru-buru mengajarkan kemampuan berhitung ke anak.

*STIMULASI MATEMATIKA LOGIS DI SEKITAR KITA*

*Bermain Pasir*
Dengan bermain pasir anak sesungguhnya belajar estimasi dengan menuang atau menakar yang kelak semua itu ada dalam matematika.

*Bermain di Dapur*

a.Saat berada di dapur, kita bisa mengenalkan konsep klasifikasi dan pengelompokan yang berkaitan dengan konsep logika matematika, misalnya dengan cara anak diminta mengelompokkan sayuran berdasarkan warna.

b. Mengasah kemampuan berhitung dalam pengoperasian bilangan sederhana, misalnya ketika tiga buah apel dimakan satu buah maka sisanya berapa.

c. Membuat bentuk-bentuk geometri melalui potongan sayuran.

d. Membuat kue bersama, selain dapat menambah keakraban dan kehangatan keluarga, anak-anak juga dapat belajar matematika melalui kegiatan menimbang, menakar, menghitung waktu.

*Belajar di Meja Makan*
Saat dimeja makan pun kita bisa mengajarkan pembagian dengan bertanya pada anak, misalnya supaya kita sekeluarga kebagian semua, roti  ini kita potong jadi berapa ya? Lalu bila roti sudah dipotong-potong, angkat satu bagian dan tanyakan seberapa bagiankah itu? Hal ini terkait dengan konsep pecahan.


*Belajar Memahami  Kuantitas*

a. ketika melihat akuarium, tanyakan berapa jumlah ikan hias di akuarium tersebut?

b.Ketika duduk di depan ruma atau sedang jalan-jalan, tanyakan berapa jumlah sepeda motor yang lewat dalam jangka waktu 1 menit?

*Belajar mengenalkan konsep perbandingan, kecepatan, konsep panjang dan berat*

a. Menanyakan pada anak roti mana yang ukurannya lebih besar, roti bolu atau  donat?

b. Mengenalkan dan menanyakan pada anak, mana yang lebih cepat,  mobil atau motor?

c. Mengenalkan dan menanyakan ke anak mana yang lebih tinggi  pohon kelapa atau  pohon jambu?

d. Menanyakan ke anak mana yang lebih berat, tas kakak atau tas adik?


*Kegiatan di Luar Rumah*

a.Mengajak anak berbelanja
ketika kita mengajak anak berbelanja, libatkan ia dalam transaksi sehingga semakin melatih keterampilan pengoperasian seperti penjumlahan dan pengurangan.

b. Bisa juga dengan permainan toko-tokoan atau pasar-pasaran dengan teman-temannya.

c. Kita juga dapat memberikan anak mainan-mainan yang edukatif seperti balok-balok, tiruan bentuk-bentuk geometri dengan dihubungkan dengan benda-benda disekitar mereka  Ada bentuk-bentuk geometri seperti segitiga, segiempat, lingkaran, persegi panjang dan lain-lain. Pengenalan bentuk geometri yang baik, akan membuat anak lebih memahami lingkungannya dengan baik. Saat melihat roda mobil misalnya anak akan tahu kalau bentuknya lingkaran, meja bentuknya segiempat, atap rumah segitiga dan sebagainya.

d. Permainan Tradisional
Permainan-permainan tradisional pun dapat merangsang dan meningkatkan kecerdasan matematis logis anak seperti permainan congklak atau dakon sebagai sarana belajar berhitung, permainan patil lele, permainan lompat tali, permainan engklek dll.

e.Belajar Memecahkan Masalah ( problem solving) melalui mainan
Menyusun lego atau bermain puzzle adalah cara agar anak berlatih menghadapi masalah, tetapi bukan masalah sebenarnya, melainkan sebuah permainan yang harus dikerjakan anak. Masalah yang mengasyikkan yang membuat anak tanpa sadar dilatih untuk memecahkan sebuah masalah. Hal ini akan memperkuat kemampuan anak keluar dari masalah. Misalnya ketika sedang menalikan sepatu, anak akan berusaha menggunakan seluruh kemampuannya untuk menyelesaikan hingga tuntas.


Dengan memberikan stimulus-stimulus tersebut diharapkan anak akan menyukai pelajaran matematika karena matematika ternyata ada disekitar mereka dan mereka mengetahui tujuan belajar matematika. Dengan model stimulus ini anak-anak akan paham makna kabataku (kali, bagi, tambah, kurang) sebagai sebuah proses alamiah sehari-hari, bukan deretan angka yang bikin pusing. Mereka jadi paham bahwa :

Menambah ➡ proses menggabungkan

Mengurangi ➡ proses memisahkan

Mengalikan ➡ proses menambah/menjumlahkan secara berulang.

Membagi ➡ proses mengurangi secara berulang.


Tentu hal ini harus didukung dengan pola pengajaran matematika di  rumah dan di sekolah yang menyenangkan, kreatif, kontekstual, realistik, menekankan pada proses dan pemahaman anak dan problem solving (pemecahan masalah).

Kreatif dalam mengenalkan dan mengajarkan konsep matematika serta dengan berbagai macam permainan dan alat peraga yang menarik.

Dengan demikian matematika akan menjadi pelajaran yang menyenangkan dan ditunggu-tunggu.



_Salam Ibu Profesional_



/ _Tim Fasilitator Bunda Sayang_/


📚Sumber bacaan:
_Hernowo, Menjadi Guru yang Mampu dan Mau Mengajar dengan Menyenangkan, MLC, 2005_
_Howard Gardner, Multiple Intelligence,  Gramedia, 2000_
_Septi Peni Wulandani, Jarimatika, Mudah dan Mneyenangkan, Kawan Pustaka, Agromedia, 2009_

Aliran Rasa Stimulasi Membaca

Dulu, saat ditanya apa hobi saya, maka saya akan dengan cepat menjawab "membaca". Buku yang katanya gudang ilmu, jendela dunia, membuat saya jadi mengetahui dan belajar banyak hal. Rasa terpuaskan keingintahuan membuat saya menyukai melakukan aktivitas membaca ini.Tapi entah mengapa sekarang2 ini susah sekali meluangkan waktu untuk melakukan hal yang dulu saya sukai ini. Berbeda dengan suami yang masih suka membaca karena kebutuhan pekerjaan. Kebanyakan yang dibaca yang ada kaitannya dengan bidangnya yaitu IT.

Anak-anak, sejak Alif masih bayi sudah coba saya kenalkan dengan buku. Saya ingin dia menyukai kegiatan membaca buku. Tapi karena sepertinya dia tidak tertarik, kegiatan membaca buku ini tidak saya jadikan kegiatan harian dia. Dan saya akhirnya sadar bahwa saya salah. 

Alif tumbuh dengan kemampuan bahasa yang kurang sesuai umurnya, spech delay. Di umurnya yang 3 tahun, belum banyak kata yang keluar darinya. Memang dia termasuk anak yang perkembangannya lambat, terutama motorik kasarnya, misalnya dia baru bisa berjalan sendiri di usia 20 bulan. Banyak hal yang salah dengan pola asuh saya. Selain jarang membacakan buku untuk dia, saya juga bukan tipe orang yang suka ngobrol banyak hal dengan dia, sehingga menambah alasan kekurangannya itu. 
 
Alif banyak belajar bahasa salah satunya berkat gadget. Pengaruh gadget bagi saya bagai 2 mata pisau. Di satu sisi, membantu dia mengembangkan bahasanya dengan tontonan dan aplikasi yang bisa kita saring. Tapi di sisi lain saya khawatir dia "kecanduan" gadget. Saya membutuhkan alat pembelajaran lain, yaitu buku.

Sejak sebelum tantangan ini dimulai, saya sudah mencoba mengenalkan buku, alhamdulillah mereka suka. Tapi saya terbantu sekali dengan adanya tantangan ini. Saya jadi termotivasi untuk lebih banyak menyediakan variasi buku untuk mereka baca. Suami jadi lebih memaklumi kalau istrinya beli buku-buku untuk menambah koleksi. Dengan tantangan ini, jadi ada waktu tertentu untuk membaca buku, meski akhirnya kebanyakan waktu adalah untuk membacakan buku anak-anak.

Semoga kedepannya kami sekeluarga bisa menjadikan buku teman kami, membuka pintu untuk ilmu yang bermanfaat bagi kami di dunia dan akhirat.




Tips Membuatkan Mainan Untuk Anak

Catatan Kulwap *TIPS MENJADI IBU YANG PERCAYA DIRI TERUTAMA DALAM HAL MEMBUATKAN MAINAN UNTUK ANAK* Pemateri: Bunda Irah 1⃣ *Niat yang...