Kuliah online whatsapp
Sharing Parenting Online
Narasumber: R. Ela Layla Mardiyah
Hari/Tanggal: Jumat/ 17 Februari 2017
Pukul 19.00 sd 21.00 WIB
*💕ENERGI CINTA AYAH BUNDA UNTUK BUAH HATI💕*
Ayah Bunda, Saudaraku semua... Ketika seseorang merasakan, menyelami dan memaknai sesuatu, anugerah cintalah yang akan ia rasakan. _*Ketika kita sedang dilanda cinta, segala sesuatu menjadi lebih menyentuh perasaan*_. Ini bagi segenap cinta. Cinta kepada anak-anak dan pasangan (suami-istri), Cinta kepada perjuangan bagi kebenaran dan keadilan. Dan cinta kepada Yang Maha Mencintai, yang dengan mencintaiNya menjadi indah dan sempurnalah segala cinta. “My mercy encompasses all things …”. Kasih sayangKu meliputi segala sesuatu … (QS 7:156).
Oleh karena itu, hanya dengan cinta lah segala sesuatu akan terasa lebih ringan, lebih mudah, lebih tenang dalam menjalani kehidupan. Dan sumber enegi Cinta yang pertama dan Utama adalah Allah SWT Mang Maha Mencintai, yang menanamkan cinta ke dalam jiwa-jiwa manusia sesuai dengan yang Allah kehendaki.
Dalam hal ini, mari kita selami, kita maknai, kita rasakan bersama bagaimana kehadiran buah hati kita dengan mengenali, siapakah Anak kita?...
*Mengenali Buah Hati kita*
👶🏻 Anak adalah Anugrah atau penghargaan yang Allah berikan kepada pasangan yang dikehendaki-Nya.
👶🏻 Anak adalah Amanah atau titipan dari Allah SWT untuk kita asuh dan didik sesuai yang Allah kehendaki.
Apa yg Allah kehendaki?
👶🏻 Apa yang terdapat pada diri Anak?
Pertama kali yang Allah bentuk pada penciptaan manusia adalah 'Otak', yang terdiri dari ribuan trilyun sambungan syaraf yang akan mempengaruhi tumbuh kembang fisik, pikir, dan mentalnya.
*Bagaimana dengan pertumbuhan otak tersebut?*
*Keajaiban Otak*👇🏼
* pada usia 8 bulan, otak bayi memiliki sekitar 1000 trilyun sambungan saraf.
*pada usia 10 tahun, jumlah itu berkurang menjadi hanya 500 trilyun atau kurang dari itu
*pengalaman2 oada usia dini berdampak terhadap penurunan jumlah sambungan syaraf. Otak bekerja atas dasar "Gunakan! Kalau tidak, hilang!"
* anak-anak yang terabaikan , jarang disentuh atau diajak bicara, sedikit berkesempatan menjelajah atau bereksperimen denga mainan, memiliki otang yang ukurannya 20%-30% lebih becil dari abak seusianya oada umumnya.
* para ahli ilmu syaraf telah menegaskan bahwa derap pertumbuhan terbesar otak mencapai 'akhirnya' sekitar usia 10 tahun. (A Child Brain-Majalah Time)
* 50% kemampuan belajar dikembangkan dalam 4 tahun pertama kehidupan, 30% lagi sampai usia 8 tahun. Dan 20% sisanya pada usia 18 tahun.
*setelah usia 18 tahun, segala yang kita pelajari kemuadian berkembang dari pola-pola yang dibakukan pada tahun-tahun sebelumnya (4 tahun pertama, 4 tahun kedua, hingga usia 18 tahun).
Oleh karena itu jika saat ini di antara Ayah Bunda yang masih memiliki putra/putri yang masih dalam kandungan atau masih balita, mulailah dengan menjaganya. Hati-hatilah dengan suara keras yang mengejutkan, ia akan memutus banyak sambungan saraf otak, dan bagaimana jika itu adalah suara bentakan dari orang tua? Selain banyak sambungan saraf yg terputus, tapi bentakan itu akan melukai hatinya, sehingga membutuhkan waktu yg sangat panjang utk menyambungkannya kembali.
🌸🌸🌸🌸
*Sumber Energi dalam keluarga :*
1. Melibatkan Allah
2. Komunikasi yang harmonis dalam keluaraga.
3. Menghadirkan tokoh dalam mendidik Anak sebagai teladan bagi kehidupannya.
* tokoh pemimpin-pemimpin Khalifah
* tokoh Shahabiyah
* tokoh Ulama
* tokoh Pertama Utama Rasulullah SAW
🌸🌸🌸🌸
*1. Melibatkan Allah dalam pendidikan keluarga*
Melibatkan Allah atau menghadirkan Allah adalah sumber energi Utama yang harus ada dalam pendidikan keluarga. Karena Allah-lah sumber energi Cinta. Cinta Allah meliputi Rahmat (Kasih sayang)Nya. Dan karena Rahmat-Nya lah hamba-hamba terpilih dapat menempati surga-Nya yang penuh dgn kenikmatan.
*🕌1. Bangunlah mesjid dalam rumah*
Dalam hal ini, khususkan tempat untuk bermunajat kepada Allah SWT yang bisa digunakan untuk sholat berjamaah bersama seluruh keluarga.
Setiap kali Rasulullah SAW berkunjung ke rumah para sahabat, beliau selalu bertanya, "Di manakah tempat sholatmu? Aku ingin duduk di sana...."
Ayah Bunda,.... sudah siapkah jika kita suatu saat dikunjungi oleh Rasulullah SAW? ....sudah disiapkan tempatnya😍
*📖2. Berinteraksi dengan Al Qur'an.*
Libatkan buah hati kita dalam aktifitas kebersamaan dalam tilawah, tadabur, maupun kegiatan menghafal ayat/surah. Karena al Qur'an adalah ruh bagi orang-orang yang beriman dalam meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.
*Sangat dianjurkan untuk sennatiasa menjaga wudlu. Karena itu sangat disukai Allah SWT (Innallaaha yuhibbul mutathohhiriin)*
*2. Komunikasi yang harmonis dalam keluarga*
Diawali dgn komunikasi yg harmonis pasangan Ayah dan Bunda, maka akan berdampak pada komunikasi Empatik dan Efektif dengan buah hati.
Keharmonisan Ayah Bunda akan dirasakan oleh buah hati yg berdampak pada ketenangan jiwanya.
*3. Menghadirkan tokoh dalam mendidik Anak sebagai teladan bagi kehidupannya*
Dalam hal ini akan kita bahas 2 tokoh saja ya😊
*1. Tokoh Ulama*
*ULAMA*...Mereka bukan nabi, bukan sahabat, tapi punya kedudukan yang spesial di mata Allah dan RasulNya.
* Ulama adalah kelompok manusia yg paling punya rasa takut hanya kpd Allah SWT
*Allah juga menjanjikan akan mengangkat derajat kaum alim ini lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok manusia yang lain
* Sabda Rasulullah SAW bahwa perbandingan ulama dengan manusia lain adalah ibarat bulan purnama dengan bintang gemintang yang kecil cahayanya di malam nan cerah.
*Ulama juga ditahbiskan oleh Rasulullah SAW. sebagai pewaris para Nabi.
*Ulama yang taat pada Allah kelak juga diberikan ‘fasilitas’ istimewa di Hari Kiamat, bisa memberikan syafaat.
Berikut ini adalah lima habit yang luar biasa dari Ulama yang patut dijadikan cermin bagi kita semua dan generasi kita.
*1. Pemburu Ilmu*
Mereka memahami bahwa ilmu adalah pilar dien ini. Ilmu adalah syarat untuk mendapatkan kesuksesan dunia apalagi akhirat. Imam an-Nawawi berucap, “Siapa yang ingin mendapatkan bagian dunia maka wajib atasnya ilmu, siapa yang ingin mendapatkan akhirat maka wajib atasnya ilmu, dan siapa yang menginginkan keduanya wajib atasnya ilmu.”
Inilah contoh kesungguhan para ulama dalam memburu ilmu.
Seorang alim bernama Ibnu Thahir al-Maqdisy? Beliau berkata : "Aku dua kali kencing darah dalam menuntut ilmu hadits, sekali di Baghdad dan sekali di Mekkah. Aku berjalan bertelanjang kaki di panas terik matahari dan tidak berkendaraan dalam menuntut ilmu hadits sambil memanggul kitab-kitab di punggungku."
Mengantuk di majlis ilmu? Bagaimana dengan resep Ibnu Jahm dlm mengatasi rasa kantuknya? ...beliau justru membaca buku manakala merasakan kantuk, dan itu kemudian menghilangkan rasa kantuknya sama sekali.
Ketika kita malas mengeluarkan uang untuk meraih ilmu, atau Malas membeli buku, atau enggan keluar uang untuk ongkos berangkat ke majlis ilmu.....ingatlah seorang alim bernama Al-Hafidz Abul ‘Alaa a-Hamadzaaniy menjual rumahnya seharga 60 dinar untuk ‘hanya’ untuk membeli kitab-kitab Ibnul Jawaaliiqy.
Dan salah satu Ulama kita, beliau selalu mendawamkan setiap kali sebelum berinteraksi dengan buku-buku atau kitab-kitab, beliau selalu mandi atau berwudlu terlebih dahulu dengan menggunakan pakaian yg rapi dan wangi, sebagai wujud penghormatan kepada penulis dari kitab yang akan beliau pelajari.
*2. Giat Dalam Beribadah*
Para ulama adalah sosok yang begitu lekat dengan amal ibadah, baik yang fardhu maupun yang sunnah. Misalnya dalam kewajiban yang sederhana, *shalat berjamaah*:
🔹Seorang ulama bernama Said bin Abdul Aziz selalu menangis jika ketinggalan shalat berjama’ah.
🔹Seorang ulama bernama Sa’id ibn al-Musayyab selama empat puluh tahun selalu mengerjakan shalat di masjid.
🔹Seorang ulama bernama Al-A’masy selama hampir tujuh puluh tahun tidak pernah tertinggal takbiratul ihram ketika shalat berjamaah.
*3. Tidak Bersekutu Dengan Kemungkaran*
Ulama bukanlah orang yang bersembunyi di balik kitab atau majlis mereka dalam menyuarakan kebenaran. Ulama bahkan sosok yang berada di garda terdepan menyuarakan kebenaran dan menentang kemungkaran. Hal itu mereka lakukan tidak secara sembunyi-sembunyi, tapi justru terbuka di hadapan umat.
Abu Hanifah pernah menolak jabatan yang ditawarkan Abu Ja’far al-Manshur dan menolak uang 10 ribu dirham yang akan diberikan kepadanya, yg kemudian dipenjara dan disiksa pd usianya yg sdh lanjut.
*4. Rendah Hati Di Hadapan Kebenaran*
Suatu ketika Imam Abu Hanifah menasihati seorang anak kecil yang sedang bermain tanah, “Hati-hati, Nak, engkau bisa tergelincir.”
Tapi sang anak yang tahu bahwa ia berhadapan dengan Imam Abu Hanifah justru balas memberikan nasihat yang tajam kepadanya:
إِيَّاكَ أَنْتَ مِنَ السُّقُوط، لِأَنَّ سُقُوطَ الْعَالِمِ سُقُوطُ الْعَالَمِ
“Andalah yang harus berhati-hati dari kejatuhan, karena jatuhnya seorang alim adalah kejatuhan bagi dunia!”
Semenjak mendapatkan nasihat dari anak tersebut Imam Abu Hanifah dikabarkan selalu berhati-hati bila memberikan fatwa.
Maasya Allah! Ulama adalah hamba Allah yang paham bahwa tinggi hati adalah musuh ilmu dan kebenaran, seperti air bermusuhan dengan dataran tinggi tak mungkin air menuju ke sana.
*5. Rasa Takutnya Hanya Kepada Allah*
Para ulama bisa menangis kapan saja dan dimana saja bila sudah mengingat Allah SWT, surga dan neraka. Abu Musa al-Asya’ri radhyallahu’anhu suatu ketika memberikan khutbah di Bashrah, dan di dalam khutbahnya dia bercerita tentang neraka. Maka beliau pun menangis sampai-sampai air matanya membasahi mimbar! Dan pada hari itu orang-orang (yang mendengarkan) pun menangis dengan tangisan yang amat dalam.
Ayah Bunda, Ini baru sekelumit karakter para ulama. Belum lagi soal hidup sederhana, pemurah, ramah, bersahabat, menghormati yang lebih tua, dsb.
Dan hadirkanlah buku-buku biografi Ulama mulai dari Ulama yg cukup kita kenal yg akan kita perkenalkan kepada putra-putri kita.
*2. Tokoh Pertama dan Utama Rasulullah SAW*
"Membicarakan sosok Rasulullah SAW.... selalu ada getaran merdu yang harmoni, mengalun indah bagai melodi cinta yang menyejukkan telinga saat didengar, meski mata tak dapat membayangkan wajahnya yang teduh penuh kearifan, namun kehadirannya sangat dirasakan berada dalam ruang lingkup kehidupan yang selalu merinduinya...."
Ialah Rasulullah SAW, ketika mengenalnya dengan utuh, ada tumbuh rasa cinta....cinta yg senantiasa tumbuh saat mengikuti jejak langkahnya, saat meniru sikap dan tutur katanya....dan semakin besar rasa ingin bertemu.
Bagaimana dengan buah hati yang sudah mengenal Rasulullah SAW dengan baik? Inilah mereka ;
2009. Putri(bukan nama asli), kelas 4 SD menulis surat cinta kpd Nabi SAW, 3 halaman folio. Di awal suratnya Putri mengungkapkan: "wahai Rasulullah, aku sudah merasa sangat dekaaat sekali denganmu, bolehkah aku memanggilmu 'kakak'?"
2011. Muthi, kelas 2 SD menghafal hadits2 Nabi SAW dengan mudah dan langsung mengamalkannya serta istiqomah utk berjilbab. Ketika mendapat apresiasi dari kepala sekolah, muthi pun berkata " iya bu, kan biar bisa duduk berdampingan dengan Rasulullah nanti di Syurga"
2012. Izzati, usia 6 tahun. Ketika berziarah Umroh ke Tanah Suci Makkah, begitu tiba di Masjidilharam..,"Bunda, di mana letak Rasulullah ketika dilempari kotoran oleh Ummu Jamil?"
Ketika di Uhud..,"Bunda, di mana letak Hamzah ketika syahid dan tubuhnya dirusak oleh Hindun?"
Ketika di hadapan makam Rasulullah SAW, Izzati pun berbincang seolah sosok Rasulullah terkasih berada dihadapannya, Bundanya memperhatikan putrinya dari jauh. Ketika selesai Bunda pun bertanya "apa yang kau bicarakan dengan Rasulullah nak?" Izzati pun menjawab "itu rahasia aku dengan Rasulullah, bunda..."
Tentu kita semua ingin memiliki putra/putri yang mengenal, mencintai dan menjadikan Rasulullah SAW satu-satunya yang diidolakan. Sehingga seluruh kehidupannya terwarnai oleh akhlaq mulia Rasulullah SAW. Yang dijamin keselamatan dan kebahagian hidup dunia dan akhiratnya...
Ayah Bunda, saudaraku semua....
Ketika kita mengenal sosok Rasulullah SAW, artinya kita mempelajari sejarah Islam, agama yang dibawanya, dan tentulah kita akan lebih mudah mengenal hakikat Tuhan kita. Sangat penting bagi kita dan buah hati kita untuk mengenalnya dengan baik dan utuh. Karena pada hakikatnya hidup kita memang untuk menta'ati Allah dan Rasul-Nya.
Ayah Bunda, saudaraku semua.... inilah energi Cinta kita untuk buah hati kita.... ingat Allah sbg sumber energi Utama, ciptakan komunikasi yg harmonis dengan pasangan kita, dan kenalkanlah tokoh2 ulama agar kelak buah hati kita menjadi ulama, apapun profesinya. Dan menjadikan Rasulullah SAW sbg teladan utama dlm kehidupannya...
Akhir kata saya mohon maaf yg sebesarnya jk ada kesalahn. Wassalamu'alaikum😊🙏🏼
No comments:
Post a Comment